Sign In

Hubungan Bilateral Indonesia dan Uni Eropa


Indonesia dan Uni Eropa telah menandatangani the Framework Agreement on Comprehensive Partnership and Cooperation (atau the Partnership and Cooperation Agreement/PCA singkatnya) di tahun 2009. PCA diratifikasi oleh kedua belah pihak tahun 2014 dan mulai berlaku pada bulan Mei 2014. PCA menjadi instrumen utama yang mencangkup berbagai aspek kerja sama bilateral antara Indonesia dan Uni Eropa.

Pertemuan pertama Joint Committee dalam kerangka EU-Indonesia Partnership and Cooperation Agreement (PCA) diselenggarakan di Brussels pada 28 dan 29 November 2016. Pertemuan tersebut dibuka bersama oleh EU HR/VP Komisi Eropa, Federica Mogherni, dan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Marsudi.

Hubungan Indonesia dan Uni Eropa mencapai titik penting saat Presiden Joko Widodo mengunjungi Brussels pada 21 April 2016 dan bertemu dengan ketiga presiden dari institusi-institusi Uni Eropa. Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan untuk meningkatkan hubungan kerja sama antar keduanya.

Bahkan sebelum PCA, Indonesia dan Uni Eropa telah memiliki beberapa kerja sama di berbagai bidang. Kerja sama di bidang politik keamanan dilakukan dalam bentuk aktivitas-aktivitas tertentu dan dialog yang bertujuan untuk melawan terorisme dan deradikalisasi, keamanan maritim, pencegahan obat-obatan terlarang, melawan kejahatan transnasional dan lintas batas, anti korupsi, bina damai, dan manajemen bencana.

Dalam bidang kemanusiaan, Indonesia dan Uni Eropa telah menyelenggarakan dialog resmi yang pertama kali diselenggarakan di tahun 2009. Dialog keenam yang diselenggarakan pada Juni 2016 mendiskusikan isu-isu keadilan, sentencing policy, migrasi, ekstrimisme, hak-hak disabilitas, hak-hak minoritas, dan hak asasi manusia dalam berbisnis.



Indonesian Interfaith Scholarship

Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Agama dan Kedutaan Republik Indonesia di Brussels telah meluncurkan the Indonesian Interfaith Scholarship untuk pembuat kebijakan dan praktisi Uni Eropa sejak tahun 2012. Beasiswa tersebut diselenggarakan pada tahun 2012, 2013, dan 2015.

Melalui program ini, para peserta yang berasal dari Parlemen Eropa, EEAS, media, dan masyarakat madani menghabiskan waktu beberapa minggu di Indonesia. Para peserta akan turut serta merasakan kehidupan di Indonesia bersama dengan komunitas yang beragam. Program ini diekspektasikan dapat diselenggarakan kembali tahun 2017 ini.

 

Forest Law Enforcement Governance and Trade Voluntary Partnership Agreement (FLEGT VPA)

Untuk memberantas penebangan liar dan mempromosikan kelestarian hutan, Indonesia dan Uni Eropa telah menandatangani the Forest Law Enforcement Governance and Trade Voluntary Partnership Agreement (FLEGT-VPA) di tahun 2013. Kesepakatan tersebut mulai berlaku sejak bulan Mei 2014 dan setelah berbagai tahap persiapan, FLEGT diimplementasikan pada 15 November 2016.

Dengan FLEGT, sistem verifikasi legalitas kayu Indonesia diakui oleh Uni Eropa dan ekspor kayu Indonesia dapat memasuki wilayah Uni Eropa melalui jalur hijau tanpa due diligence. Indonesia merupakan negara pertam di dunia yang telah mengimplementasikan secara penuh FLEGT dengan Uni Eropa.


 

Comprehensive Economic Partnership Agreement

Indonesia dan Uni Eropa telah melakukan negosiasi untuk kesepakatan perdagangan bebas berjudul the Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU cepa). Putaran pertama negosiasi telah diselenggarakan di Brussels pada Septembet 2016. Putaran kedua telah diselenggarakan di Bali pada Januari 2017 dan putaran ketiga diekspektasikan akan diselenggarakan pada September 2017.

Setelah mencapai kesepakatan, IEU CEPA akan menggabungkan pasar-pasar dengan total 700 juta populasi. Kesepakatan ini diharapkan dapat meningkatkan pertukaran dalam berbagai sektor barang, jasa dan investasi, serta membawa kesejahteraan bagi kedua pihak.