Sign In

Hubungan Bilateral Indonesia dan Luksemburg


Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Luksemburg dimulai di tahun 1973.  Perwakilan Indonesia untuk Luksemburg melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia di Brussels. Sementara itu, perwakilan Luksemburg di Indonesia melalui Kedutaan Besar Luksemburg di Bangkok, Thailand.

Hubungan antara dua negara semakin meningkat selama beberapa tahun terakhir. Di tingkat pimpinan, Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla, dan Perdana Menteri Luksemburg, Xavier Bettel telah menyelenggarakan pertemuan bilateral pada saat the 70th UN General Assembly di New York, Amerika Serikat, pada 29 September 2015 dan mendiskusikan peluang kerja sama dalam bidang  perbankan, melawan terorisme, dan industri telekomunikasi.

Di tingkat menteri, kedua menteri luar negeri menyelenggarakan pertemuan bilateral di tengah-tengah pertemuan the 12th ASEM FMM di Luksemburg pada 5 November 2015. Mereka mendiskusikan pengembangan kerja sama dalam sektor perbankan syariah, bebas visa, dan dialog lintas agama.

 

Kerjasama Ekonomi

Di sektor ekonomi, Luksemburg diakui sebagai salah satu pusat perbankan terbesar di dunia. Dalam tiga tahun terakhir, hubungan perdagangan Indonesia dan Luksemburg menurun. Total perdagangan antara Indonesia dan Luksemburg di bulan Januari – Agustus 2016 mencapai 10,8 juta dengan surplus untuk Luksemburg. Nilai impor Luksemburg ke Indonesia terhitung sebesar 9,74 juta euro (ekspor Indonesia ke Luksemburg terhitung sebesar 0,44 juta euro).

Ekspor Indonesia ke Luksemburg meliputi karet (86,0%), ban (9,9%), gelas (3,6%), dan alas kaki (0,3%). Sementara itu, impor Indonesia dari Luksemburg meliputi besi dan baja  (31,2%), kabel (14,4%), mesin pendingin (7,5%), kemasan makanan dan minuman (4,9%), alat makan (4,8%), dan nikel (2,4%).