Kartu Masyarakat Indonesia di LN

Masyarakat Indonesia di Slowakia, saat ini sudah dapat mendaftarkan diri sebagai pemegang Kartu Masyarakat Indonesia di Luar Negeri (KMILN).

Pendaftaran dilakukan secara sukarela, melalui proses online (tanpa perlu datang ke KBRI), dan tidak dipungut biaya apapun. KBRI akan melakukan verifikasi dokumen bagi setiap pemohon yang sudah mendaftar secara online ke situs https://iocs.kemlu.go.id/

Berikut ini penjelasan selengkapnya mengenai KMILN yang merujuk kepada Peraturan Presiden Nomor 76 Tahun 2017 tentang Fasilitas bagi Masyarakat Indonesia di Luar Negeri (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 178) dan Peraturan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2017 tentang Penerbitan dan Pencabutan Kartu Masyarakat Indonesia di Luar Negeri:

 

Dasar Hukum:

Peraturan Presiden Nomor 76 Tahun 2017 tentang Fasilitas bagi Masyarakat Indonesia di Luar Negeri (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 178);

Peraturan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2017 tentang Penerbitan dan Pencabutan Kartu Masyarakat Indonesia di Luar Negeri.

Fungsi:

Tanda pengenal Masyarakat Indonesia di Luar Negeri;

Alat pemetaan potensi dan jejaring Masyarakat Indonesia di Luar Negeri untuk kepentingan nasional.

Fasilitas:

WNI dan WNA pemegang KMILN dapat mengetahui fasilitas yang didapat dari kartu tersebut seperti yang tertera pada Pasal 3 Perpres No. 76/2017.

 

Persyaratan Pemohon:

1.         WNI yang menetap dan/atau bekerja di luar negeri;
2.         Warga negara asing eks WNI;
3.         Warga negara asing anak eks WNI; atau
4.         Warga negara asing yang orang tua kandungnya WNI.

 

Kriteria Pemohon:

1.         Tidak terlibat dalam kegiatan yang merugikan dan mencemarkan nama baik Negara Kesatuan Republik Indonesia;
2.         Tidak melakukan tindakan yang mengancam keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia;
3.         Tidak memiliki masalah hukum dengan Pemerintah Republik Indonesia;
4.         Berusia 18 tahun ke atas; dan
5.         Menetap dan/ atau bekerja di luar negeri paling singkat 2 (dua) tahun.

 

Tata Cara Permohonan:

1.         Permohonan disampaikan secara sukarela.
2.         Permohonan, pengisian formulir, dan pengiriman salinan dokumen yang dipersyaratkan dilakukan secara online melalui situs https://iocs.kemlu.go.id
3.         Perwakilan RI akan melakukan verifikasi atas kebenaran dokumen yang dilampirkan oleh pemohon.
4.         KMILN diperoleh secara online melalui alamat e-mail yang didaftarkan saat permohonan.
5.         Pemerintah RI dan perwakilan di negara sahabat tidak melakukan pencetakan KMILN secara fisik.
6.         KMILN berlaku untuk jangka waktu 2 (dua) tahun dan dapat diperpanjang dengan mengajukan permohonan secara elektronik kepada Perwakilan terdekat.

 

Persyaratan Dokumen:

 

Bagi WNI:

1.         Salinan paspor yang masih  berlaku;
2.         Surat  izin  tinggal menetap di negara setempat;
3.         Melampirkan paling sedikit 2 (dua) salinan dokumen meliputi sbb:

a.       Kartu Identitas/Tanda Pengenal setempat yang meliputi kartu tanda penduduk, kartu mahasiswa, kartu izin mengemudi, kartu pegawai dan surat keterangan identitas lain yang dikeluarkan oleh instansi berwenang di negara  setempat; dan/atau,

b.       Dokumen sah lain yang menunjukkan bahwa pemohon berstatus tinggal di negara seternpat yang meliputi kontrak kerja atau kontrak rumah/ apartemen.

 

Bagi WNA eks WNI:

1.         Salinan paspor yang masih  berlaku;
2.         Surat  izin  tinggal menetap di negara setempat;
3.         Melampirkan paling sedikit 2 (dua) salinan dokumen meliputi sbb:
a.         Surat   Keputusan   Menteri Hukum  dan Hak Asasi  Manusia Republik Indonesia  tentang Pencabutan Status Kewarganegaraan Indonesia;

b.         Surat Affidavit yang dikeluarkan oleh Perwakilan yang pernah dimiliki oleh pemohon;

c.         Dokumen resmi yang dikeluarkan Pemerintah Republik Indonesia yang menunjukkan pemohon pernah menjadi WNI, dapat berupa paspor Republik Indonesia, akta kelahiran,  akta perkawinan, kartu keluarga, kartu tanda penduduk, dan surat keterangan lain yang dapat dibenarkan oleh Perwakilan; dan/ atau

d.         Dokumen resmi yang diterbitkan oleh negara setempat bahwa pemohon telah melepas kewarganegaraan Republik Indonesia.

 

Bagi WNA anak eks WNI:

1.         Salinan paspor yang masih berlaku;
2.         Surat izin tinggal menetap di negara setempat;
3.         Akte kelahiran;
4.         Melampirkan paling sedikit 1 (satu) salinan dokumen meliputi sbb;
a.         Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia tentang Pencabutan Status Kewarganegaraan Indonesia  orang  tua pemohon;

b.         Dokumen resmi yang dikeluarkan Pemerintah Republik Indonesia yang menunjukkan bahwa orang tua pemohon pernah menjadi WNI, dapat berupa paspor Republik Indonesia, akta kelahiran, akta perkawinan, kartu keluarga, kartu  tanda  penduduk,   dan  surat  keterangan identitas lain yang dikeluarkan oleh instansi berwenang di negara setempat; atau

c.         Dokumen resmi yang diterbitkan oleh negara setempat bahwa orang tua pemohon telah melepas kewarganegaraan Republik Indonesia.

 

Bagi WNA yang orang tua kandungnya WNI:

1.         Salinan paspor yang masih berlaku;
2.         Surat izin tinggal menetap di negara setempat;
3.         Akte kelahiran;
4.         Melampirkan paling sedikit 1 (satu) salinan dokumen meliputi sbb;

a. Paspor Republik Indonesia milik  salah  satu atau kedua orang tua pemohon  yang  masih WNI; atau

b.  Surat keterangan tentang status kewarganegaraan orang tua pemohon yang dibuktikan dengan akta perkawinan, akta kelahiran,  kartu keluarga, atau akta perceraian.

 

Prosedur Perpanjangan KMILN:

1.         KMILN yang telah habis masa berlakunya dapat diperpanjang dengan mengajukan permohonan secara elektronik kepada Perwakilan terdekat.

2.         Dalam hal terjadi perubahan data/status kewarganegaraan, perkawinan, dan/atau tempat tinggal, pemohon dminta menyertakan dokumen persyaratan dokumen sebagaimana tertuang sebelumnya.

3.         Bagi WNI yang tidak mengalami perubahan data/status, permohonan perpanjangan hanya melampirkan:
a.      izin tinggal di negara setempat yang masih berlaku hingga paling sedikit 2 (dua) tahun; dan
b.      dokumen sah lain yang menunjukkan bahwa pemohon berstatus tinggal di negara setempat yang meliputi kontrak kerja atau kontrak rumah/ apartemen.

4.       Bagi WNA, permohonan perpanjangan melampirkan bukti bahwa dirinya tidak menetap di Indonesia.

 

Pencabutan KMILN:

Pencabutan KMILN dapat dilakukan dalam hal pemegangnya:

1.         Meninggal dunia;
2.         Menetap di Indonesia;
3.         Terlibat  dalam  kegiatan   yang   merugikan   dan mencemarkan nama baik Negara Kesatuan Republik Indonesia;
4.         Melakukan tindakan yang mengancam keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia;
5.         Memiliki masalah hukum dengan Pemerintah Republik Indonesia dan/ atau pemerintah  negara setempat;
6.         Memberikan dokumen persyaratan dan/atau keterangan yang tidak benar; atau menyalahgunakan KMILN tidak sesuai dengan tujuan penerbitannya.