Hubungan Bilateral Indonesia dan Slowakia

I.         HUBUNGAN POLITIK & PEMERINTAHAN

Indonesia dan Slowakia telah menjalin hubungan diplomatik yang baik sejak 1993. Kunjungan Tingkat Tinggi dilakukan pada tahun 2002 era Presiden Megawati dan tahun 2011 dilakukan kunjungan balasan oleh Presiden Slowakia ke Indonesia.

Pada kesempatan kunjungan kenegaraan Presiden Slowakia ke Indonesia, 9-12 Oktober 2011, telah disepakati peningkatan hubungan bilateral pada 9 sektor prioritas yaitu: (1) Ketahanan Pangan, (2) Energi Terbarukan, (3) Perdagangan dan Investasi, (4)Perbankan, (5)Media Massa dan Penyiaran, (6) Kerjasama antar Lembaga Pendidikan Tinggi, (7) Infrastruktur dan Manufaktur, (8) Pariwisata, (9) People-to-people Contact (Kerjasama sosial dan budaya).

Pemerintah Indonesia memiliki 17 (tujuh belas) perjanjian bilateral yang telah ditandatangani antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Slowakia.

Saat ini, Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Slowakia sedang menjajaki penandatanganan MoU di bidang pertahanan. Sejalan dengan pembahasan MoU tersebut, Perusahaan Indonesia di bidang peralatan militer (Republik Defesindo) pun melakukan penjajakan pembelian peralatan militer (alat komunikasi militer, amunisi artileri, kendaraan amfibi baja beroda rantai).

II.         HUBUNGAN EKONOMI

1.        Perdagangan

Dalam jutaan usd

Keterangan201520162017
(Jan-Jun)
Total Perdagangan
 
57,7082,7937,00
Ekspor42,9264,9123,89
Impor14,7817,8813,11
Neraca
 
28,1447,0310,78

Sumber: Kementerian Perdagangan RI

Kementerian Perdagangan RI mencatat berdasarkan direct trade Indonesia-Slowakia. Pada kenyataannya, perdagangan kedua negara juga banyak dilakukan melalui negara ketiga, misal melalui Singapura dan Jerman.

Eskpor Utama RI ke Slowakia:
Alas kaki, produk makanan, , garmen dan pakaian olah raga, aksesoris, furnitur, kerajinan tangan, kopi, teh.

Impor Utama RI dari Slowakia:
Produk teknologi, produk mesin pertanian, produk senjata, bahan kimia dan farmasi.

Indonesia–Slowakia memiliki mekanisme Sidang Komisi Bersama (Joint Commission) yang telah 3 (tiga kali) diselenggarakan di Indonesia dan di Slowakia.

Untuk meningkatkan interaksi pebisnis dan hubungan ekonomi kedua negara, Indonesia-Slowakia juga memiliki mekanisma Business Round Table (BRT). BRT Indonesia-Slowakia telah dilaksanakan sebanyak 8 kali, terakhir pada tahun 2013.

Selain itu, pada periode 2013-2016, terdapat Sembilan kali kunjungan delegasi dan pengusaha Indonesia ke Slowakia (UKM, KADIN, pengusaha produk makanan & minuman, kopi, sawit, serta furniture).

2.        Investasi

Realisasi Investasi Slowakia di Indonesia

TahunNilai
(juta USD)
Jumlah Proyek
2017
(Jan-Jun)
--3
20160.37
2015--3
2014--2
2013--1

Sumber: BKPM RI

Investor Slowakia tertarik untuk menanamkan investasi di sektor properti (hotel & hospitality) dan enerji (pembangkit listrik berskala kecil dan menengah).

Grup bisnis FPD Slowakia, telah memiliki 7 proyek hotel dan hospitality di Seminyak dan Jimbaran, Bali.

Dalam bidang investasi, sektor yang menjadi target investasi adalah sektor energi dan sektor pariwisata khususnya pembangunan resort dan hotel di tempat tujuan wisata di Indonesia.

Indonesia dan Slowakia telah sepakat dalam beberapa proyek investasi di berbagai sektor di Indonesia. Investasi yang telah disepakati antara Indonesia – Slovakia pada periode 2011-2012 adalah senilai kurang lebih 1,2 miliar USD.

Pada pertemuan BRT ke-8 RI – Slowakia dihasilkan rencana investasi sebesar USD 850 juta melalui penandatanganan 5 MoU antara pengusaha Indonesia dan Slowakia.


 

3.        Pariwisata
 Potensi di bidang pariwisata bisa dibilang cukup besar. Slowakia memiliki jumlah penduduk sebanyak 5.4 juta jiwa. Jumlah penduduk yang sedikit tersebut tidak membuat Slowakia lantas kurang potensial sebagai sumber wisatawan ke Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.5 juta jiwa melakukan perjalanan internasional, serta didukung dengan tingkat perekonomian yang tinggi, yaitu 3.4% pada tahun 2016, GDP (PPP) per kapita tahun 2017 sebesar 36.796 USD, artinya Slowakia menjadi salah satu negara target wisatawan dari Eropa tengah.

 

Jumlah wisatawan dari Slowakia yang mengunjungi Indonesia pun menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2017, jumlah wisatawan sebanyak 8.368 orang, meningkat sebesar 164% dalam kurun waktu 5 tahun. (sumber data: Ditjen Imigrasi, Kemkumham).

No.Tahun
Jumlah 
Wisatawan
1.          20178.368 orang
2.         
20166.629 orang
3.         20155.331 orang
4.         20143.888 orang
5.          20133.518 orang
6.         20123.165 orang

 

 

4.        Kerja Sama Ketahanan Pangan
 
Kedua negara memiliki kerja sama pengembangan gandum tropis yang saat ini merupakan salah satu prioritas kerja sama bilateral dan merupakan showcase keberhasilan kerja sama antara universitas dan dunia usaha (riset terapan).
Di pihak Indonesia, kerja sama ini mendukung penguatan kedaulatan pangan Indonesia, sementara di pihak Slowakia, kerja sama ini juga merupakan kerja sama unggulan. Presiden Slowakia kerap menyebut kerja sama ini sebagai contoh proyek kerja sama bilateral.

Pihak pelaksana (Universitas Andalas dan Slovak University of Agriculture Nitra) saat ini telah melakukan uji coba penanaman gandum dengan kesimpulan bahwa gandum dapat ditumbuhkan di Indonesia.

Riset dilakukan di 7 (tujuh) propinsi di Indonesia, yaitu Sumatera Barat, Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, dan Nangroe Aceh Darussalam.

Dari 12 varietas (genotipe) gandum yang diuji, 4 di antaranya (SO-3, SO-8, SO-9, dan SO-10), memiliki potensi produksi cukup tinggi dan dan dikembangkan/diujicobakan lebih lanjut.

Pada 12 November 2014, Menteri Pertanian RI mengeluarkan Surat Keputusan nomor 1160-1163/Kpts/SR. 120/11/2014, empat genotipe gandum tersebut sebagai varietas unggul gandum Indonesia.

Salah satu varietas, Gandum Untuk Rakyat Indonesia (GURI) 6 Unand, memiliki keunggulan:
-           adaptif pada dataran menengah-tinggi dengan ketinggian 600 meter di atas permukaan laut
-           resisten terhadap penyakit hawar daun (Helminthosporium Sativum), dan
-           mempunyai potensi produksi 5,3 juta per hektarnya.

Saat ini pihak-pihak terkait terus membahas license agreement untuk menyepakati skema kerja sama. Universitas Andalas sebagai suatu lembaga pendidikan tidak bisa terlibat dalam kegiatan profitable sehingga sedang dibahas mengenai pihak yang akan bertindak komersial di Indonesia.

III.         HUBUNGAN PENDIDIKAN DAN SOSIAL BUDAYA
 
Pendidikan
 
Kedua negara telah menandatangani Perjanjian di bidang Ilmu Pengetahuan, Pendidikan, Budaya, Olah Raga dan Pemuda di Jakarta pada tanggal 29 Maret 2010. Dalam kerangka perjanjian tersebut, saat ini tercatat 14 universitas di Indonesia yang telah mempunyai kerja sama dengan berbagai universitas di Slowakia. Berbagai kerja sama antar universitas telah dilakukan pertukaran mahasiswa/pengajar/peneliti, joint research/publication/seminar dsb.

Indonesia juga memberikan tawaran beasiswa di bidang pendidikan dan sosial budaya yaitu beasiswa Darmasiswa dari Kemendikbud, Beasiswa Seni Budaya Indonesia (BSBI) dari Kemenlu. Kedua beasiswa ini sangat diminati oleh peserta asal Slowakia dan tercatat hingga tahun ini telah diterima 240 orang asal Slowakia untuk belajar bahasa Indonesia dan seni budaya Indonesia di berbagai institut seni atau sanggar seni di Indonesia. Selain itu, ditawarkan pula beasiswa Kelompok Negara Berkembang dari Kemenristekdikti untuk program S2. Sebaliknya, pihak Slowakia juga memberikan beasiswa selama 1-3 semester (4-10 bulan) dengan monthly scholarship yang diberikan berkisar antara Euro350-1000, selain living cost and air travel yang diberikan secara terpisah.

Keberadaan alumni penerima beasiswa Indonesia sering dilibatkan oleh KBRI dalam berbagai kegiatan seni budaya ataupun promosi yang diselenggarakan oleh KBRI. Alumni ini menjadi salah satu media soft power diplomacy KBRI Bratislava dalam mengedepankan kepentingan Indonesia di Slowakia. Dalam setiap pertemuan di tingkat pejabat tinggi Slowakia, beasiswa Darmasiswa ini selalu mendapat apresiasi dari Pemerintah Slowakia karena memberikan kontribusi dalam peningkatan people to people contact antar kedua negara.

Kerja sama di bidang riset juga telah terjalin antara Indonesia dan Slowakia khususnya di bidang budi daya tanaman gandum tropis, yang diinisiasi oleh Universitas Andalas dan Slovak University of Agriculture. Pada bulan Juni 2018, IPB telah menandatangani MOU dengan Slovak University of Agriculture (SUA) dan Slovak Academy of Sciences (SAS). Diharapkan IPB dapat meneruskan tindak lanjut dari pengembangan riset budi daya gandum tropis dengan pihak SUA dan SAS.

Perjanjian-perjanjian Bilateral yang telah di Tandatangani

 

  1. Agreement of the Protection and Enhancement of Investment, Jakarta, 12th July 1994;
  2. Agreement for the Avoidance of Double Taxation and the Prevention of Fiscal Evasion with respect to Taxes on Income and the Protocol, Jakarta, 12th October 2000;
  3. Memorandum of Understanding (MoU) on Bilateral Consultation mechanism between the two Foreign Ministries, Bratislava, June 2002;
  4. The Agreement on Economic Cooperation, Jakarta, 2nd May 2006;
  5. Agreement on Economy Cooperation, Bratislava, June 2002 (renewed by Agreement on Economic Cooperation, Jakarta, May 2006);
  6. Protocol Agreement for Establishing the Joint Commission Meeting, Jakarta, 11th June 2007;
  7. MoU between SARIO and NAFED in the promotion and development of trade, Jakarta, 11th June 2007;
  8. MoU between the Ministry of Agriculture of the Republic of Indonesia and the Ministry of the Republic of Slovakia on Technical Cooperation in the field of Agriculture, Bratislava, 18th January 2009;
  9. Agreement between the Government of the Republic of Indonesia and the Government of the Slovak Republic on Visa Exemption for Holders of Diplomatic Passports and Foreign Service Passports, Jakarta, 29th March 2010;
  10. Agreement on the Cooperation, Science, Education, Culture, Sports and Youth Agreement between the Government of the Republic of Indonesia and the Government of the Slovak Republic, Jakarta, 29th March 2010;
  11. Agreement between the Nuclear energy Regulatory Agency of the Republic of Indonesia and the Nuclear Regulatory Authority of the Slovak Republic for the Exchange of Technical Information and Cooperation in Nuclear Safety, Jakarta, 11th October 2011;

 

Hubungan Tingkat Parlemen

Beberapa kunjungan tingkat Parlemen telah dilakukan sbb:

  1. The members of People’s Consultative Assembly on 27th - 29th November 2012;
  2. The Friendship Bilateral Group (GKSB) delegation of the House of Representatives on 25th - 30th May 2014;
  3. The members of Committee II of the Regional Representative Council (DPD) on 13th until 16th December 2015;
  4. The Friendship Bilateral Group (GKSB) of the House of Representatives on 11th until 12th September 2017;
  5. The members of Commission I from House of Representatives on 24th until 25th April 2018.​


 

Media

Selain kerja sama di bidang pendidikan, juga telah ditandatangani kerja sama di bidang media. Lembaga Penyiaran Publik RRI telah menandatangani MOU dengan Radio Televisi Slovakia (RTVS) pada tanggal 11 Oktober 201. Kemudian, Kantor berita Antara telah menandatangani MOU dengan kantor berita Slovakia, TASR (The News Agency of the Slovak Republic) pada tanggal 13 Desember 2011.

 
Sosial Budaya

Di bidang kebudayaan, KBRI membina beberapa kelompok seni yang kerap melakukan promosi di berbagai acara promosi terpadu yang diselenggarakan/diikuti oleh Indonesia, yaitu kelompok Gamelan Bali, Gamelan Jawa, dan Angklung, serta Kelompok Tari Smara Gita Art Community.

Indonesia juga kerap berpartisipasi pada berbagai festival internasional yang diselenggarakan di Slowakia, antara lain festival paduan suara, festival folkslore, festival program radio, festival film, dll. Indonesia kerap memperoleh penghargaan pada kompetisi yang diselenggarakan di Slowakia.

Pada 13 Mei 2014, KBRI menandatangani suatu kesepakatan kerja sama promosi warisan budaya dengan Duša Fujary, lebih tepatnya saling mempromosikan Angklung dan Fujara, keduanya merupakan alat musik tradisional yang sama-sama terdaftar di UNESCO sebagai Masterpiece of Oral and Intagible Heritage of Humanity. (Catatan: Duša Fujary adalah suatu komunitas internasional yang beranggotakan para pemain dan pembuat Fujara, alat musik tiup tradisional Slowakia yang telah memperoleh pengakuan dari UNESCO pada tahun 2005).

 
IV.         HUBUNGAN KONSULER

Indonesia dan Slowakia telah menandatangani Perjanjian Bebas Visa Kunjungan Singkat bagi pemegang paspor diplomatik dan dinas yang berlaku sejak

Indonesia juga telah memberikan fasilitas Visa on Arrival bagi WN Slowakia. Dengan telah dimasukkannya Slovakia sebagai negara yang tidak memerlukan visa bagi warga Slovakia yang ingin berkunjung ke Indonesia (berkunjung selama 30 hari).

Saat ini terdapat 60 WNI di Slowakia, 4 orang bekerja sebagai spa therapist (di kota Dunajska Streda); 4 orang sebagai rohaniawan. Selebihnya adalah keluarga besar KBRI dan WNI yang menikah dengan WN Slowakia.​