Promosikan Budaya Indonesia di Swiss, Duta Besar RI Serahkan Satu Set Wayang Kulit untuk PPPG Sion

Tanggal 5 Oktober 2018 merupakan hari yang bersejarah dan momentum baru bagi Pusat Pelatihan dan Pertunjukan Gamelan di Sion (PPPG Sion) atau yang lebih dikenal sebagai Center for Training and Performance of Gamelan, Swiss. Nicole Coppey, pemimpin PPPG Sion pada hari ini menerima secara langsung 1 (set) peralatan Wayang Kulit, bagian dari Bantuan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI).

 

Satu set perlengkapan Wayang Kulit yang terdiri dari Wayang, gendang, layar, dan perlengkapan lainnya diserahkan oleh Duta Besar RI Bern, Muliaman D. Hadad dan disaksikan oleh staf KBRI Bern. Nicole sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bank Indonesia dan KBRI Bern yang telah memfasilitasi pengadaan satu set Wayang Kulit untuk ia gunakan mendukung promosi seni budaya Indonesia di Swiss dan negara kawasan Eropa lainnya. “Saya yakin murid-murid saya akan sangat senang dan bersuka cita atas pemberian ini. Wayang kulit ini akan semakin memacu motivasi dan semangat mereka untuk semakin memperdalam seni budaya Indonesia", tutur Nicole.  

 

Satu set wayang kulit yang diterima PPPG Sion merupakan bentuk promosi Indonesia melalui diplomasi seni dan budaya, dengan tujuan jangka Panjang meningkatkan citra positif Indonesia di mancanegara, meningkatkan jumlah wisatawan, dan pertukaran budaya melalui people-to-people contact. KBRI Bern berupaya untuk mempromosikan seni budaya Indonesia di negara akreditasi, salah satunya dengan cara menggandeng PPPG Sion sebagai bagian dari Sekolah Musik “Un,Deux,Trois..Musique".

 

Menurut Duta Besar Muliaman Hadad, ke depan PPPG Sion diharapkan dapat menjadi Pusat Kebudayaan Indonesia yang dapat mempromosikan seni budaya Indonesia lainnya seperti musik dan tarian tradisional, membatik, dan memahat. Saat ini mereka sedang mendalami kesenian Wayang Kulit dengan iringan Gamelan yang mereka aransemen sendiri. Dengan dukungan dari KBRI Bern, direncanakan pada awal bulan November 2018 akan diadakan pagelaran wayang kulit pertama di Swiss.

 

Bantuan dan dukungan dari Bank Indonesia tersebut sangat bermanfaat bagi pembinaan dan pengembangan kelompok seni budaya Indonesia di Swiss, sejalan dengan misi kerja KBRI Bern untuk memperkenalkan kekayaan dan keragaman budaya Indonesia, sekaligus sebagai jembatan budaya dan memperkuat hubungan persahabatan antara Indonesia dan negara akreditasi.

 

Gamelan Sion dipimpin Nicole Coppey, seorang WN Swiss yang pertama kali mengenal dan tertarik belajar gamelan pada tahun 2007. Setelah mendalami gamelan selama lebih dari sepuluh tahun, Nicole berinsiatif ingin menjadikan Gamelan Sion sebagai pusat pelatihan Gamelan. Hal ini disambut baik oleh Duta Besar RI pada waktu itu, Ibu Linggawaty Hakim, dengan meresmikan Center for Training and Performance of Gamelan di Sion pada tanggal 10 November 2017.

 

Kelompok gamelan ini memiliki 15 (Lima Belas) pemain gamelan, yang terdiri dari anak-anak dan remaja dari kota Sion, Swiss dengan pemain termuda berusia 10 tahun. Adapun gamelan yang digunakan merupakan gamelan Jawa pinjaman dari KBRI Bern sesuai MoU yang ditandatangani oleh kedua belah pihak.

 

Pada tangal 6 – 28 Juli 2018, tim PPPG Sion juga mengadakan kunjungan ke Indonesia untuk memperdalam ilmu Gamelan dan Wayang Kulit di Sanggar Rahayu Supangat, Solo Jawa Tengah. Tim PPPG Sion juga mengadakan pertunjukan Gamelan pada pembukaan Pameran dan Seminar Karya Kreatif Indonesia, yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia pada tangal 20 Juli 2018 di Jakarta.

 

-KBRI Bern-