Rumah Budaya Indonesia Berlin dibuka kembali

​Rumah Budaya Indonesia di Berlin atau Haus der indonesischen Kulturen Berlin dibuka kembali pada tanggal 29 Oktober 2017 oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Jerman Dr.-Ing. Fauzi Bowo. Rumah Budaya Indonesia di Berlin pertama kali diresmikan pada tanggal 26 Mei 2012 oleh Menteri Pendidkan dan Kebudayaan RI  Prof. Dr. Ir. H. Mohammad Nuh, DEA.

 

Dalam sambutannya, Duta Besar Fauzi Bowo mengatakan bahwa hubungan bilateral Indonesia-Jerman telah meningkat pesat sejak pembukaan hubungan diplomatik dilakukan pada  tahun 1952 dan pada tahun 2012 telah berkembang menjadi kemitraan komprehensif. Hubungan dan kerjasama bidang kebudayaan selalu menjadi salah satu pilar utama diplomasi Indonesia dalam kerja sama bilateral dengan berbagai negara dan dalam kaitan dengan hubungan dengan Jerman dinaungi oleh Perjanjian Kerjasama Kebudayaan Indonesia–Jerman tahun 1988, yang memungkinkan pendirian Rumah Budaya Indonesia ini.  Rumah Budaya Indonesia adalah bagian penting dari kebijakan budaya Indonesia, yang bertujuan membentuk citra positif Indonesia di dunia dan berfungsi pula sebagai media untuk menyajikan warisan budaya Indonesia yang kaya kepada masyarakat internasional.

 

Pembukaan kembali Rumah Budaya Indonesia yang beralamat di Theodor-Francke-Str. 11, 12099 Berlin ini dihadiri sekitar 200 pengunjung lokal, diisi oleh acara-acara a.l. : bedah buku oleh Penulis Indonesia, Triyanto Triwikromo dengan hasil karya nya yang berjudul „Bagong Unterwegs Auf Kafkas Spuren“; pertunjukan Gamelan Jawa dan Bali serta musik angklung; pertunjukan Tingklik dengan tarian Panyembrama dan Joged Bumbung, musik Taganing dari Tapanuli dan pertunjukan wayang modern oleh El Gecko con Botas. Diluar acara tersebut, diadakan workshop mengenai wayang dan belajar bahasa Indonesia .

 

Luas Rumah Budaya Indonesia sekitar 480 m2, terdiri dari berbagai ruangan a.l yang menyimpan perangkat budaya Indonesia seperti Gamelan, Angklung dan Arumba. Juga berbagai ruangan untuk penyelenggaraan workshop dan seminar dan kegiatan lainnya, seperti pengajaran Bahasa Indonesia, pelatihan musik tradisional Indonesia, wayang dan lain-lain. Rumah Indonesia juga memiliki Perpustakaan dengan koleksi kurang lebih 4000 buku mengenai Indonesia.

 

Kehadiran Rumah Budaya diharapkan sebagai Centre of Excellence promosi budaya Indonesia di Jerman dan diharapkan akan memampukan promosi budaya Indonesia beranjak dari tahap pengenalan kepada tahap pembelajaran.