Sekilas Hubungan Bilateral Indonesia dan Jerman

Hubungan Diplomatik Indonesia – Jerman dibuka secara resmi pada tahun 1952. Namun Hubungan Jerman dengan Indonesia merupakan hubungan persahabatan Jerman terlama dengan negara di luar Eropa., jauh sebelum kemerdekaan. Istilah Indonesia, yang menjadi nama negara kita, juga dipopulerkan oleh orang Jerman. Adolf Bastian dalam laporannya menyebut „Hindia“ yang disambung dengan kata bahasa Yunani „nesus“ yang berarti pulau.

 

Juga hubungan dagang Jerman – Indonesia bisa ditelusuri sejak abad ke-19. Sebagai contoh tujuh tahun setelah Siemens didirikan di Jerman pada tahun 1854, Rumah Siemens sudah aktif di Surabaya. Selain itu Indonesia juga memainkan peranan yang tidak bisa diabaikan dalam sejarah kesusasteraan dan seni Jerman pada abad ke-19. Pelukis Indonesia Raden Saleh (1807-1880) mengabadikan perkembangan seni di Dresden, Jerman secara signifikan.

 

Hubungan Republik Indonesia dan Republik Federal Jerman, sejak tahun 2012, kembali mencapai milestone baru dengan disepakatinya dokumen the German-Indonesian Joint Declaration for a Comprehensive Partnership: Shaping Globalization and Sharing Responsibility oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Kanselir Angela Merkel di Jakarta tanggal 10 Juli 2012. Dalam dokumen tersebut, kedua pemimpin telah menyepakati 5+3 area kerja sama yang perlu dikembangkan yaitu: Economic Cooperation (Trade and Investment), Education, Research and Technology, Health, Defense Industry, Food Security, Food Energy, Transportation.  Sejak tahun 2012, kedua negara telah menjadi mitra strategis komprehensif yang bertekad untuk terus mengembangkan hubungan bilateral secara positif, konstruktif, dan saling menghormati kedaulatan masing-masing.

Dalam perkembangannya, hubungan bilateral RI-RFJ tersebut semakin meningkat dan erat dengan adanya momentum Kunjungan Resmi Presiden Joko Widodo ke Berlin pada 17-18 April 2016. Presiden Joko Widodo dan Kanselir Angela Merkel telah menyepakati kembali penguatan hubungan kemitraan strategis (stepping up strategic partnership) kedua negara melalui 3 (tiga) fokus bidang kerja sama yaitu (1) pendidikan vokasi (technical vocational education training), (2) energi terbarukan (renewable energy), (3) maritime (maritime cooperation) demi kebutuhan negara dan kepentingan nasional RI-RFJ di masa mendatang.

 

Kerjasama Ekonomi

Kerja sama ekonomi merupakan prioritas utama hubungan bilateral Indonesia dan Jerman. Hal ini dikarenakan dimensi dan cakupan kerjasama ekonomi Indonesia dan Jerman yang bersifat multi-dimensi sehingga tidak hanya terbatas pada perdagangan dan investasi. Sektor strategis lainnya yang turut memperkuat kerja sama ekonomi bilateral kedua negara, di antaranya: i) kerjasama pembangunan; ii) kesehatan; iii) lingkungan hidup; iv) perubahan iklim; v) sosial dan tenaga kerja; vi) energi; vii) infrastruktur; dan viii) transportasi.

Di sektor perdagangan, Jerman merupakan salah satu mitra dagang utama bagi Indonesia. Produk-produk ekspor unggulan Indonesia ke Jerman, antara lain minyak kelapa sawit, alas kaki, peralatan elektronik, pakaian dan asesoris pakaian, karet dan produk dari karet, mesin-mesin mekanik, kopi-teh & rempah-rempah, alat fotografi, kayu dan mebel. Sementara, produk ekspor Jerman ke Indonesia umumnya barang manufaktur seperti kendaraan bermotor, kendaraan pengangkut, mesin untuk industri yang memproduksi produk plastik, packaging, peralatan, perkapalan, peralatan komunikasi, barang kimia, peralatan laboratorium, dan produk metal.

Saat ini, terdapat sekitar 250 perusahaan multinasional Jerman yang melakukan bisnis di Indonesia. Proyek investasi Jerman di Indonesia masih didominasi sektor-sektor metal dan machinery industry, industri kimia dan farmasi, transportasi, storage, dan industry komunikasi. Beberapa perusahaan Jerman yang melakukan investasi di Indonesia antara lain Deutsche Post, Robert Bosch, Bayer, VW, Mercedes-Benz, Adidas, Allianz, BASF, dan BMW.


Pendidikan

Jerman menjadi satu dari tujuan pendidikan utama bagi mahasiswa dan para ilmuwan Indonesia sejak generasi pertama pasca  kemerdekaan Indonesia. Sejak Indonesia merdeka, diperkirakan sebanyak 27.000 pelajar Indonesia telah melanjutkan studi di Jerman. Berdasarkan data lapor diri (LaDi) KBRI Berlin bulan Oktober 2017, saat ini terdapat 6.371 orang mahasiswa Indonesia di Jerman dalam berbagai jenjang mulai dari sekolah bahasa hingga program doktoral


Kerjasama pendidikan antara Indonesia dan Jerman secara formal didasarkan pada perjanjian tahun 1979. Perjanjian ini    mencakup bidang pendidikan, riset dan ilmu pengetahuan serta pengembangan teknologi. Salah satu tindaklanjut perjanjian tersebut adalah kerja sama Bundesministerium für Bildung und Forschung (BMBF) dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) tahun 1988 tentang Initiative Biotechnology Indonesia-Germany.