Sign In
  1. PROFIL SINGKAT  NEGARA

     
Nama NegaraMONTENEGRO 
Sistem PolitikRepublik / Demokrasi Parlementer
Kepala NegaraPresiden Filip Vujanovic(7 April 2013)
Kepala PemerintahanPerdana Menteri Dusko Markovic(28 November 2016)
Menteri Luar NegeriSrđan Darmanović(29 Juni 2017)
Duta Besar Montenegro untuk IndonesiaBranko Perovic 
Duta Besar RI untuk MontenegroHarry R. J. KandouSejak Januari 2015
GDP (current price)USD 4.1 miliar (2016)(World Bank, 2017)
GNI per Kapita (tahun 2015)USD 6,600 (2016)(World Bank, 2017)

Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan GDP Montenegro

 

3.2% (2016)

 

3.2 % (2015)

1.5 % (2014)

 

 

 

(World Bank, Biro Statistik Montenegro - Monstat)
Komoditas ekspor utama Montenegro

Aluminium dan produk dari aluminium (21,3%), bahan bakar mineral dan minyak (14,8%), kayu dan produk kayu (9,2%), mesin dan peralatan mekanik (5,3%), besi dan baja (5,3%), produk farmasi (2,9%), dll.

 

(Biro Statistik Montenegro - Monstat, 2016)
Komoditas impor utama Montenegro

Mesin listrik dan peralatan (10,4%), bahan bakar mineral dan minyak (9,1%), mesin dan peralatan mekanik (8,0%), produk besi dan baja (4,0%), daging (3,5%), produk farmasi (2,9%), dll.

 

(Biro Statistik Montenegro - Monstat, 2016)
Komoditas ekspor utama RI ke Montenegrofootwear, baiter and the like (EUR 1.521.847); inorganic chemicals, organic or inorganic compounds of precious metals (EUR 898.579); machinery and mechanical appliances (EUR 661.642), electrical machinery and equipment and parts thereof, sound recorders and reproducers television image and sound recorders and reproducers, and parts and accessories of such articles (EUR 421.471), paper and paperboard; articles of paper pulp, of paper or of paperboard (EUR 369.827), articles of apparel and clothing accessories, not knitted or crocheted (EUR 296.527), dll.(Biro Statistik Montenegro - Monstat, 2016)
Komoditas impor utama RI dari Montenegron/a 
Investasi Nihil.
Nilai Perdagangan BilateralTotal Perdagangan EUR 5,6 juta dengan nilai impor Montenegro dari Indonesia sebesar EUR 5,4 juta dan ekspor Montenegro ke Indonesia sebesar EUR 0,2 juta. (Biro Statistik Montenegro - Monstat, 2016)
Populasi627.388 jiwaWorld Bank, 2015
Bahasa Nasional Montenegro 
Jumlah WNI13 jiwaAgustus 2017, KBRI Beograd
Hubungan Diplomatik20116 tahun





II.          KETERANGAN DASAR REPUBLIK MONTENEGRO

A.     SEJARAH SINGKAT

  1. Perjalanan sejarah Montenegro terkait erat dengan dinamika Serbia mengingat kedua bangsa berakar dari nenek moyang yang sama (Slavia Selatan) di samping kedekatan geografis kedua wilayah yang mendukung kemudahan migrasi penduduk maupun transmisi pengaruh politis dan hubungan sosial ekonomi. Sedemikian dekatnya hubungan budaya kedua bangsa sehingga sulit ditentukan ciri khusus yang membedakan budaya Montenegro dengan Serbia.
  2. Selepas Perang Dunia I, Montenegro mendeklarasikan diri bergabung dengan dengan Kerajaan Serbia, Kroasia, dan Slovenia (yang kemudian berganti nama menjadi Kerajaan Yugoslavia pada tahun 1929). Montenegro selanjutnya menjadi salah satu negara bagian dari Federasi Yugoslavia (1947-2002) yang beranggotakan Serbia, Montenegro, Slovenia, Kroasia, Macedonia, dan Bosnia-Herzegovina.
  3. Dalam proses disintegrasi Yugoslavia pada dekade 1990-an, negara-negara Kroasia, Slovenia, Bosnia-Herzegovina dan Macedonia memisahkan diri sehingga pada tahun 2002 Federasi Yugoslavia hanya terdiri atas Serbia dan Montenegro.
  4. Sejak tahun 1997 di Montenegro mulai berkembang gerakan politik menentang kepemimpinan Yugoslavia di bawah Slobodan Milosevic dan mengupayakan pembentukan Montenegro sebagai negara independen. Hal ini berpuncak pada dicapainya kesepakatan dengan Serbia untuk membentuk asosiasi yang lebih longgar dalam wujud Uni Serbia-Montenegro pada tahun 2003 dengan ketentuan bahwa jika dikehendaki rakyat, maka masing-masing negara dapat memisahkan diri dari asosiasi dimaksud dalam 3 tahun.
  5. Pada referendum yang diselenggarakan tanggal 21 Mei 2008, sejumlah 55,5% masyarakat Montenegro memilih untuk memisahkan diri dari Uni Serbia-Montenegro. Pada tanggal 3 Juni 2006 Montenegri mendeklarasikan kemerdekaannya dan mendapat pengakuan Parlemen Serbia pada tanggal 5 Juni 2006.

 

B.     LETAK GEOGRAFIS

Montenegro berlokasi di tengah kawasan Balkan Barat.Wilayah Montenegro berbatasan dengan Laut Adriatik dan Kroasia (di barat laut), Bosnia-Herzegovina (barat daya), Serbia (timur laut), Kosovo (timur), dan Albania (tenggara). Ibukota Montenegro adalah Podgorica sedangkan pusat kebudayaan dan warisan sejarah berlokasi di kota Cetinje.

 C.     POLITIK DAN PEMERINTAHAN

Konstitusi

Konstitusi Montenegro yang berlaku saat ini adalah disahkan oleh Parlemen Montenegro pada tahun 2007 untuk menggantikan Konstitusi Montenegro 1992.Konstitusi mendefinisikan Montenegro sebagai negara demokratis dan berkeadilan sosial.

Konstitusi 2007 antara lain menetapkan mengganti bahasa resmi dari semula Serbia ke Montenegrin dengan tetap mengakui penggunaan bahasa-bahasa Serbia, Bosnia, Albania dan Kroasia. Konstitusi 2007 juga menetapkan lagu kebangsaan dan lambang negara Montenegro.

Eksekutif

Pemerintahan Montenegro berbentuk republik dimana kabinet dikepalai oleh Perdana Menteri selaku kepala pemerintahan, sedangkanPresiden bertindak sebagai kepala negara.

Kabinet terdiri dari Perdana Menteri, Deputi Perdana Menteri dan Menteri-menteri.Presiden dipilih melalui pemilihan langsung untuk lima tahun masa jabatan (dapat dipilih untuk periode kedua), sedangkan Perdana Menteri ditunjuk oleh Presiden dengan persetujuan Parlemen.

Presiden Montenegro saat ini adalah Filip Vujanovic yang menjabat sejak7 April 2013. Pada tanggal 28 November 2016 Parlemen Montenegro telah menyetujui dan melantik susunan Kabinet Pemerintahanan Montenegro yang baru dengan Duško Marković sebagai Perdana Menteri.

Susunan Kabinet ke-41 Montenegro

  1. Duško Marković, Prime Minister
  2. Milutin Simović, Deputy Prime Minister for Economic Policy and Financial System and Minister of Agriculture and Rural Development
  3. Zoran Pažin, Deputy Prime Minister for Political System, Interior and Foreign Policy and Minister of Justice
  4. Rafet Husović, Deputy Prime Minister for Regional Development
  5. Melvudin Nuhodžić, Minister of the Interior
  6. Predrag Bošković, Minister of Defence
  7. Darko Radunović, Minister of Finance
  8. Srđan Darmanović, Minister of Foreign Affairs
  9. Damir Šehović, Minister of Education
  10. Sanja Damjanović, Minister of Science
  11. Janko Ljumović, Minister of Culture
  12. Dragica Sekulić, Minister of Economy
  13. Osman Nurković, Minister of Transport and Maritime Affairs
  14. Pavle Radulović, Minister of Sustainable Development and Tourism
  15. Kenan Hrapović, Minister of Health
  16. Mehmed Zenka, Minister of Human and Minority Rights
  17. Kemal Purišić, Minister of Labour and Social Welfare
  18. Suzana Pribilović, Minister of Public Administration
  19. Nikola Janović, Minister of Sports
  20. Aleksandar Andrija Pejović, Minister of European Affairs
  21. Marija Vučinović, Minister without Portfolio

Legislatif

Majelis Montenegro (SCG) merupakan badan legislasi unikameral dan beranggotakan 81 kursi. Anggota PM dipilih melalui pemilihan langsung untuk masa jabatan 4 (empat) tahun.

SM berwenang menunjuk Perdana Menteri dan anggota Kabinet atas rekomendasi Presiden, mengesahkan dan mengamandemen konstitusi, meratifikasi kontrak internasional, menetapkan UU dan menetapkan APBN.SCG dapat pula mengajukan mosi tidak percaya kepada Pemerintah.

SCG berhak menunjuk dan menberhentikan majelis hakim pada semua tingkat pengadilan serta pejabat negara lainnya yang ditetapkan oleh hukum.

Sejak 16 Oktober 2016 Ketua SM saat ini dijabat oleh YM Ivan Brajovic untuk masa jabatan 4 tahun.

Dalam sidang lengkap yang pertama di kota Cetinje (ibukota Montenegro dari masa lampau) tanggal 7 November 2016, sesudah Pemilu legislatif Montenegro tanggal 16 Oktober 2016, telah diresmikan terbentuknya Parlemen Montenegro yang baru dengan anggota-anggotanya yang seluruhnya berjumlah 81 orang.

Susunan  keterwakilan parpol-parpol dalam Parlemen baru adalah sebagai berikut :

  • Partai Demokrasi Sosialis/DPS (Ketua:Milo Djukanovic)    :                         36         kursi
  • Front Demokrasi/DF (Ketua : Miodrag Lekic):                                             18         kursi
  • Koalisi "Kljuc" (kljuc = kunci, salah satu ketuanya : Srdjan Milic):                 9         kursi
  • Partai Demokrat Montenegro/DCG (Ketua : Aleksan Becic):                       8         kursi
  • Partai Sosial Demokrat/SDP (Ketua:Ranko Krivokapic):                               4          kursi
  • Sosial Demokrat/SD (Ketua : Ivan Brajovic)           :                                      2          kursi
  • Partai Bosniak/BS (Ketua :Rafet Husovic)  :                                                  2          kursi
  • Koalisi parpol etnis Albania                                                                          1          kursi
  • Koalisi etnis Kroasia/HGI (Ketua : Ms. Marija Vucinovic):                             1          kursi

    Jumlah seluruhnya                                                                                              81        kursi

Yudikatif

Dalam kelompok peradilan umum, sistem peradilan Montenegro tersusun secara berjenjang yang terdiri atas: Basic Court, High Court, Applelate Court dan Supreme Court. Di samping itu, terdapat pula peradilan khsus yakni Administrative Court, Commercial Court, Misdemeanor Court dan High Misdemeanor Court.

Kontitusi Montenegro juga menetapkan pembentukan Judicial Court yang bertugas:

  • Mengangkat dan memberhantikan ketua Supreme Court
  • Mengangkat dan memberhantikan anggota Judicial Court
  • Mengangkat dan memberhantikan hakim-hakim pengadilan
  • mengusulkan anggaran badan peradilan
  • mengawasi kinerja peradilan
  • menerima keluhan publik atas pelaksanaan pengadilan
  • menjatuhkan sanksi atas tindakan indisipliner petugas peradilan.

Judicial Council beranggotakan 9 orang dengan rincian : 4 anggota dipilih oleh presiden, 4 anggota dipilih oleh parlemen, dan 1 orang dipilih oleh hakim-hakim pengadilan. Anggota Judicial Council bekerja dalam periode 4 tahun.


III.         PERKEMBANGAN MONTENEGRO

Politik

Dalam tahun-tahun akhir-akhir ini semasa Pemerintahan Montenegro masih dipimpin oleh PM Milo Djukanovic (Ketua parpol terbesar di Montenegro Partai  Demokrasi Sosialis/DPS), Montenegro menghadapi ketidakstabilan politik karena protest parpol-parpol oposisi (a.l. DEMOS, Front Demokrasi) kepada pemerintahan PM Milo Djukanovic (PM Montenegro sejak tahun 1992) yang dituduh sebagai biang keladi korupsi dan penyelundupan/kejahatan terorganisasi. Pergantian pimpinan pemerintahan negara dari Milo Djukanovic ke Dusko Markovic (mitra kerja Djukanovic dalam parpol dan pemerintahan selama ini) sesudah Pemilu legislatif 16 Oktober 2016, tidak menghentikan krisis politik karena golongan oposisi masih terus memboikot persidangan Parlemen dengan tuntutannya pembubaran Kabinet Pemerintah Montenegro dan diadakannya Pemilu legislatif baru.

Mengingat lokasinya yang berada di mulut masuk ke Laut Adriatik (dari arah Laut Tengah) dan pelabuhannya di Bar (pelabuhan niaga) dan Tivat (pangkalan Angkatan Laut), Montenegro tidak luput dari incaran perebutan pengaruh antara Barat dan Rusia. Dalam menghadapi tarikan-tarikan tersebut, Montenegro di bawah pimpinan PM Milo Djukanovic (sejak tahun 1992) telah menentukan pilihannya untuk bergabung dengan UE dan NATO dengan pertimbangan bahwa  sebagai anggota NATO nanti, masalah hankamnasnya tidak lagi merupakan beban pemikiran Montenegro sendiri,  dalam hal menghadapi ancaman dari luar, melainkan menjadi pemikiran kolektif di dalam lingkungan NATO. 

Hal-hal yang selama ini menghambat kelancaran proses integrasinya ke UE adalah masalah korupsi, kejahatan teorganisasi (menurut parpol-parpol oposisi, terdapat kerjasaama erat antara Pemerintah Montenegro dibawah pimpinan  PM Milo Djukanovic dan kalangan kejahatan terorganisasi), kurang dihormatinya "rule of law", dank arena itu reformasi di bidang-bidang tersebut merupakan kewajiban utama yang dipersyaratkan oleh UE.

Syarat lain dari UE yang harus dipenuhi oleh Montenegro dan karena itu oleh Pemerintah Montenegro ditentukan sebagai prioritas (disamping integrasi ke UE dan NATO) adalah hubungan dan kerjasama baik dengan negara-negara tetangga dan kerjasama regional.

Pilihan Montenegro untuk bergabung ke UE dan NATO telah berdampak pada hubungan baiknya yang lama berlangsung dengan Rusia, terutama setelah Montenegro mengikuti kebijakan UE tentang penerapan sanksi kepada Rusia dan sejak beradanya Montenegro di ambang pintu masuk ke NATO. Hubungan lebih memburuksetelah Montenegro diterima masuk sebagai anggota NATO pada tanggal 5 Juni 2017 dan dengan demikian menjadi anggota NATO yang ke-29.

Ekonomi

Di masa Yugoslavia, Montenegro termasuk negara bagian yang pembangunan ekonominya paling terbelakang, namun kini Montenegro merupakan salah satu negara yang paling stabil dan maju di wilayah Balkan.

Perekonomian Montenegro terkait erat dengan kawasan Eropa melalui perdagangan, investasi dan kunjungan wisata. Pada sepuluh bulan pertama tahun 2016, Montenegro melakukan ekspor ke 74 negara, dimana 78% dari jumlah ekspor tersebut dilakukan dengan negara Serbia (EUR 61 juta), Hungaria (EUR 32,2 juta), Bosnia dan Herzegovina (EUR 19,2 juta) dan RRT (EUR 18,4 juta). Pada periode yang sama, Montenegro melakukan impor sebesar 73,5% dimana impor terbesar dilakukan dengan Serbia (EUR 383,1 juta), Jerman (EUR 186 juta), RRT (EUR 158,2 juta) dan Italia (EUR 131,2 juta).

Sejak kemerdekaan pada tahun 2006, Montenegro mengadopsi kebijakan investasi yang mendorong pertumbuhan, lapangan kerja dan ekspor. Pada periode 2002-2015 investasi langsung asing Montenegro mencapai sekitar EUR 7,8 miliar dimana lebih dari 90% dicapai dalam sembilan tahun terakhir. Pendapatan neto investasi langsung asing pada tahun 2015 sebesar EUR 619,3 juta, atau meningkat lebih dari 75% dari tahun sebelumnya.

Lebih dari 5.000 perusahaan asing yang terdaftar dan beroperasi di Montenegro, banyak diantaranya merupakan perusahaan kecil. Hingga saat ini, investasi asing umumnya berasal dari Italia, Norwegia, Austria, Rusia, Hungaria, Amerika dan Inggris. Akhir-akhir ini, RRT, Azerbaijan, Rusia, Taiwan dan negara-negara Teluk Arab menunjukan minat berinvestasi dalam industri pengembangan resor Montenegro.

Peningkatan FDI di Montenegro secara langsung dipengaruhi oleh diantaranya stabilitas politik, integrasi Eropa dan Euro-Atlantik, restrukturisasi ekonomi, penguatan lembaga-lembaga demokratis dan pemberdayaan aturan hukum, serta komitmen Pemerintah untuk menjadikan Montenegro salah satu pilihan teratas di kawasan bagi investor asing.


IV.     PERKEMBANGAN HUBUNGAN BILATERAL DENGAN INDONESIA
 
Politik

Hubungan diplomatik dan kerjasama bilateral antara Indonesia dan Montenegro dimulai pada tahun 2011.Kerjasama berkembang lebih intensif setelah pemerintah kedua negara menunjuk Duta Besar untuk mewakili kepentingan kedua negara (masing-masing Dubes RI di Beograd sebagai non resident ambassador untuk Montenegro dan Dubes Montenegro di Beijing sebagai non resident ambassador untuk Indonesia).

Secara umum hubungan politis kedua negara berjalan dengan baik dan erat, dengan tetao berpegang pada saling menghormati dan pengertian. Pengembangan kerjasama lebih lanjut dengan Montenegro bermakna penting untuk memupuk pandangan positif tentang Indonesia di kawasan Balkan baik dalam konteks persahabatan historis Indonesia - Montenegro (pada saat masih menjadi bagian Yugoslavia) maupun untuk memupuk pandangan positif dan dukungan Montenegro atas kontribusi Indonesia dalam kerangka perdamaian dan peran Indonesia yang semakin meningkat dalam perekonomian global.

Dalam kerangka pendalaman kerjasama, sejak tahun 2013 telah dibuka pembahasan untuk pembentukan MoU on the Establishment of Bilateral Consultation Forum dan MoU pembebasan visa untuk pemegang paspor diplomatik dan dinas kedua negara.Kedua perjanjian saat ini dalam tahap negosiasi akhir dan diharapkan dapat disepakati dalam waktu dekat.

Diharapkan terbentuknya perjanjian dimaksud dapat menjadi pijakan untuk pengembangan kerjasama konkrit di bidang-bidang lainnya terutama ekonomi, perdagangan, investasi serta pariwisata serta mendorong peningkatan pertukaran kunjungan antar pejabat maupun masyarakat kedua negara.

Dalam konteks kerjasama politik di forum internasional, kedua negara tetap memberikan komitmennya dalam peningkatan kerjasama saling dukung di berbagai fora/organisasi internasional yang menjadi kepentingan masing-masing negara.

 
Ekonomi
Volume perdagangan Indonesia-Montenegro masih relatif kecil. Sebagian besar komoditas Indonesia masuk ke Montenegro melalui perdagangan pihak ketiga. Perdagangan Indonesia-Montenegro pada tahun 2011-2014 didominasi dengan impor Montenegro dari Indonesia dengan nilai mencapai EUR 3,5 miliar. Pada tahun 2015 terjadi kenaikan impor dari Indonesia sebesar EUR 5,7 juta atau meningkat sekitar 62,9% dibandingkan tahun sebelumnya.

Data Biro Statistik Montenegro mencatat perdagangan Indonesia dan Montenegro pada tahun 2016 sebesar EUR 5,6 juta dimana dari jumlah tersebut tercatat impor dari Indonesia sebesar EUR 5,4 juta dan ekspor Montenegro ke Indonesia sebesar EUR 0,2 juta.

Komoditas ekspor utama Indonesia adalah footwear, baiter and the like (EUR 1.521.847); inorganic chemicals, organic or inorganic compounds of precious metals (EUR 898.579); machinery and mechanical appliances (EUR 661.642), electrical machinery and equipment and parts thereof, sound recorders and reproducers television image and sound recorders and reproducers, and parts and accessories of such articles (EUR 421.471), paper and paperboard; articles of paper pulp, of paper or of paperboard (EUR 369.827), articles of apparel and clothing accessories, not knitted or crocheted (EUR 296.527), dll.

Pada tahun 2016, Indonesia melalui KBRI Beograd telah menjadi partner country pada pameran pariwisata internasional di kota Budva. Indonesia merupakan negara asia pertama yang menjadi partner country pada pameran tersebut