Resepsi Diplomatik

​Lagu “Meraih Bintang” alias “al-Hilm Haan” Menggema di Beirut
Jumat malam (5/10) perhatian ratusan hadirin tersedot oleh indahnya alunan irama kulintang yang dipadukan dengan alat musik tradisional Indonesia lainnya yang mengiringi lagu “Meraih Bintang” yang dibawakan oleh mahasiswa Indonesia di Lebanon dalam versi Indonesia dan versi Arab “al-Hilm Haan”.
Selain itu ditampilkan juga tari Saman dari Aceh, tari Merak dari Jawa Barat, tari Geculan Bocah dari Jawa Tengah, Pencak Silat, lagu “Kan Enna Tahoun” dari penyanyi Fairuz dan penampilan lainnya yang dibawakan oleh anggota TNI yang tergabung dalam MTF-UNIFIL KRI Sultan Hasanuddin 366 berupa angklung, tari Perang dan Rampak Kendang.
Rangkaian penampilan kesenian tersebut merupakan persembahan bagi para pecinta Indonesia yang hadir dalam kegiatan Resepsi Diplomatik untuk memperingati HUT ke-73 RI yang diselenggarakan pada 5 Oktober 2018 di hotel Phoenicia-Beirut.
Pada saat menyampaikan sambutannya, Duta Besar RI untuk Lebanon, Achmad Chozin Chumaidy, menyampaikan terima kasihnya kepada Lebanon atas dukungan terhadap Indonesia untuk menjadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB Periode 2019-2020.   
Duta Besar RI juga menekankan komitmen Indonesia untuk melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial yang secara konsisten dipegang dan diperjuangkan oleh Indonesia. Hal itu, lanjut Duta Besar RI, dibuktikan dengan pengiriman pasukan perdamaian di bawah bendera PBB di beberapa Negara, termasuk di Lebanon dengan Pasukan Garuda TNI UNIFIL.
“Perdamaian dan kemerdekaan itulah yang menjadi sikap Indonesia memberikan dukungan terhadap Palestina untuk membebaskan diri dari penjajahan Israel”, demikian tegas Duta Besar RI.
Ke depan, Duta Besar RI juga berharap bahwa hubungan antar masyarakat dari kedua negara dapat didorong agar satu sama lain lebih saling mengenal dan dapat berbagi pengalaman terbaik untuk meraih kemajuan bagi kedua negara.
Dalam resepsi diplomatik tersebut, kehadiran Presiden Lebanon diwakili oleh Menteri Pertahanan, Yaacoub Sharraf; Ketua Parlemen diwakili oleh Anggota Parlemen Mohammad al-Hajjar;  Perdana Menteri diwakili oleh Anggota Parlemen Nazeeh Najm; Grand Mufti diwakili oleh Syeikh Mahmud Khatib; dan Uskup Agung Maronite Patriach Bechara Al-Rahi diwakili oleh pendeta Gabrielle Tabet. Hadir pula pimpinan tertinggi Unifil (Force Commander) Gen Stevano Del Col, para anggota Parlemen Lebanon, para Duta Besar, pimpinan universitas, kalangan diplomatik, pengusaha, dan dari kalangan lainnya.
Dalam resepsi tersebut KBRI juga menampilkan live cooking Mie goreng oleh juru masak Wisma Duta Besar, Pameran foto-foto kegiatan KBRI dan tujuan wisata, serta promosi produk Indonesia.
Dalam sejarah, hubungan bilateral dengan Lebanon dimulai dengan diumumkannya pengakuan de-jure atas negara Republik Indonesia oleh Presiden Lebanon, Bechara El-Khoury pada tanggal 29 Juli 1947. Sementara itu, hubungan diplomatik kedua negara telah dirintis sejak dekade 50-an dengan mengakreditasikan Duta Besar Rl di Kairo untuk merangkap Lebanon, dan sejak tahun 1996 Kedutaan Besar RI resmi berdiri di Beirut. Nilai sejarah yang tinggi tersebut menjadi dasar bagi KBRI Beirut dalam menjalankan misi diplomatiknya.