Indonesia Berbagi Pengalaman mengenai Peran Perempuan dalam Politik kepada Lebanon


Indonesia Berbagi Pengalaman mengenai Peran Perempuan 
dalam Politik kepada Lebanon

Kamis (13/09/2018) Aula Gamal Abdel Nasser, Beirut Arab University (BAU) yang di kota Beirut dipadati dengan para peserta seminar internasional dengan tema “Peran Perempuan dalam Politik” yang diselenggarakan melalui kerja sama antara KBRI Beirut dengan Beirut Arab University.

Seminar yang menghadirkan dua perempuan anggota Parlemen dari Indonesia dan Lebanon ini dihadiri para pemerhati pemberdayaan kaum perempuan dari berbagai jenis profesi, kalangan akademisi, peneliti dan mahasiswa, serta perwakilan dari Kedutaan Asing yang berada di Lebanon.

Saat membuka seminar tersebut, Duta Besar RI untuk Lebanon, Achmad Chozin Chumaidy, menyampaikan bahwa berbicara peran wanita dalam politik, sungguh sangat penting karena ada kecenderungan di dunia pada dewasa ini, bahwa politik diwarnai dengan kekerasan, sehingga perbedaan politik selalu diikuti oleh konflik yang tidak berkesudahan dan kadang diikuti oleh kekerasan senjata. Kondisi semacam ini sungguh tidak mendorong untuk menciptakan dunia yang damai dan aman sebagaimana kita cita-citakan bersama.  

“Wanita sesuai kodratnya memiliki watak yang lembut, halus dan penuh perasaan, maka tentunya hal ini sangat positif untuk menjadikan politik menjadi ramah, santun dan beradab. Di sinilah salah satu faktor pentingnya keterlibatan wanita dan politik.” Jelas Dubes Chozin.

“Indonesia sangat ramah, menerima kehadiran wanita dalam politik, karena ada faktor sejarah. Kemerdekaan Indonesia diperjuangkan oleh seluruh rakyat Indonesia termasuk kaum wanita bahkan telah ikut menjadi pemimpin-pemimpin perjuangan perebut kemerdekaan pada waktu itu. Jadi keterlibatan wanita dalam politik sekarang, pada hakikatnya adalah meneruskan sejarah perjuangan kaum wanita untuk turut bertanggung jawab dalam mengisi kemerdekaan.  Kedua faktor Agama, Indonesia dengan mayoritas penduduk beragama Islam, melihat tidak ada hambatan ideologis bagi wanita untuk ikut aktif dalam politik” Imbuhnya.

Lebih lanjut Duta Besar RI menekankan bahwa seminar ini diselenggarakan dalam rangka melakukan sharing best practices Indonesia dalam berdemokrasi dan dalam memberikan ruang yang cukup luas bagi kaum perempuan dalam kancah perpolitikan nasional. Dalam hal ini Lebanon diharapkan dapat menjadikannya sebagai model dalam meningkatkan peran perempuan dalam kancah perpolitkan nasionalnya.

Dalam seminar tersebut, pembicara dari Indonesia, Ibu Lena Maryana Mukti, yang merupakan Anggota DPR-RI dari Fraksi PPP menyoroti gerakan perjuangan perempuan di Indonesia untuk dapat terlibat dalam politik dan menduduki kursi Parlemen.

“Pada tahun 1999, jumlah perwakilan perempuan adalah 45 wanita (9%) dari 500 anggota. Pada tahun 2004 mencapai 61 wanita (11,09%) dari 550 anggota, dan pada 2009 wanita yang terpilih adalah 101 wanita (17,86%) dari 560 anggota. Namun, prestasi ini kalah dengan hasil pemilu 2014. Jumlah representasi perempuan menurun menjadi 97 perempuan” Jelas Ibu Lena. 
“Pada Pemilihan Umum 2019 Mendatang, kami berjuang untuk memotivasi perempuan untuk mencalonkan diri dalam Pemilu. Gerakan-gerakan perempuan mendorong partai-partai politik untuk mengakomodasi kebijakan kuota karena jumlah perempuan di negara itu mencapai 49 persen. Kami percaya bahwa demokrasi tanpa keterlibatan dan partisipasi perempuan akan defisit.” tambahnya. 

Sementara itu, pembiacara dari Lebanon, Paula Yakubian, yang merupakan anggota Parlemen dari unsur independen, menyampaikan betapa pentingnya peran perempuan sebagai pengambil kebijakan dan keputusan. Ia juga menyayangkan sedikitnya keterlibatan perempuan dalam politik dan jabatan publik di Lebanon. “kita sepatutnya melihat ke Indonesia bagaimaan perjuangan perempuan untuk ikut terlibat dalam Pemilu. Yang saat ini, Perempuan di Indonesia telah mendapat kuota maksimum untuk mendapat kesempatan menjadi aggota Parlemen dan menduduki jabatan publik” tambahnya. 

Berdasarkan keterangan dari KBRI Beirut, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan gambaran kemajuan Indonesia dalam berdemokrasi dan dalam mendorong kaum perempuan untuk berperan aktif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebagaimana diketahui, peran perempuan secara umum di wilayah Timur Tengah masih cukup rendah. Di Lebanon sendiri, berdasarkan data yang dirilis oleh World Economic Forum tanggal 1 Januari 2017, prosentase perempuan di Lebanon dalam keanggotaan di Parleman hanya sebesar 3,1% dan di kabinet sebesar 3,4%.​