Idul Adha di Lebanon

Kegembiraan menyambut Hari Raya Idul Adha, tak hanya terlihat di Tanah Air. Hari menyenangkan yang ditandai dengan pelaksanaan ibadah haji di tanah suci mekkah dan pemotongan hewan kurban bagi yang tidak sedang berhaji ini juga menyapa warga muslim Indonesia di Lebanon. Selasa (21/08) KBRI Beirut bersama seluruh masyarakat Indonesia menggelar shalat ied dan pemotongan hewan kurban di Kantor Perwakilan RI Lebanon pagi waktu setempat. Alunan  takbir telah berkumandang sejak matahari terbenam di hari ke-10 Dzulhijjah 1439 H di Aula KBRI Beirut.

 

Shalat Idul Adha ini dilaksanakan di halaman KBRI dengan dihadiri warga muslim Indonesia yanga ada di Lebanon, sebagian besarnya adalah mahasiswa, keluarga KBRI Beirut dan Komandan Satgas MTF KRI Usman Harun-359 bersama Komandan Satgas lainnya dan Jajaran Perwira yang mendampingi. Bertindak sebagai khatib adalah M. Arkan Harahap, yang juga staf pada Fungsi Protokol dan Konsuler KBRI Beirut. Adapun imam shalat Ied mahasiswa S1 dari Darul Fatwa Bekaa, Adhim Ardyan, dan bilal Faris Abdullah dari Universitas Tripoli.

 

Dalam Khutbahnya, Muhammad Arkan Menyampaikan bahwa peristiwa Kurban Ismail mengandung makna yang sifatnya simbolistik. Semua orang bisa saja berperan sebagai Ibrahim yang memiliki Ismail. Ismail yang kita ‎miliki dapat berwujud sebagai anak, isteri yang cantik, harta benda yang banyak, pangkat, ‎kedudukan yang tinggi, pendeknya segala apa yang kita cintai, yang kita dambakan, yang kita ‎kejar-kejar dengan rela mempertaruhkan semua yang kita miliki.‎

 

“Ismail-ismail yang kita miliki itu, kadang dan bahkan tidak sedikit membuat kita terlena dan lalai ‎serta terbuai dari gemerlapan duniawi yang menyebabkan kita melanggar ketentuan moral, etika dan ‎agama, sehingga sulit kembali mengingat Allah swt. Oleh karena itu, berperanlah sebagai Ibrahim ‎untuk dapat menaklukkan Ismail-Ismail itu." jelas Haji Arkan.

‎"Nilai pengorbanan tidak dilihat dari kuantitas, tetapi dari niat dan kualitas ketulusan dan ‎keikhlasan" Tutup sang Khatib mengakhiri khutbahnya.

 

Kegiatan ini dilanjutkan dengan pemotongan hewan kurban. Tercatat bahwa hewan kurban yang dikumpulkan oleh Panitia dari KBRI berjumlah 6 ekor kambing. Menurut Prima Ayu Amelia, Kepaka Fungsi  Politik KBRI Beirut yang juga Panitia pengumpulan hewan kurban, keenamkambing tersebut berasal dari keluarga besar KBRI Beirut, KRI Usman Harun dan WNI di Lebanon. Selanjutnya, hasil pemotongan akan disalurkan a.l ke pengungsi Palestina yang berada di Lebanon.​