UIN Sunan Gunung Jati Bandung promosikan budaya Indonesia di negeri Para Dewa

Dua puluh delapan pemusik dan penari tim kesenian Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Jati Bandung mewakili Indonesia pada festival tari dan musik internasional "The 4th International Traditional Dance" di Nea Anchialos pada 28-29 Juli 2017. Selain Indonesia, festival diikuti oleh kelompok seni dari Serbia, Turki, Rumania, Colombia dan Yunani. Festival dibuka oleh Wakil Gubernur Regional Magnessia dan anggota parlemen serta sekitar 500 masyarakat setempat dan wisatawan asing. Dubes RI hadir sebagai tamu kehormatan upacara pembukaan festival.

Wakil Gubernur dalam sambutan pembukaannya menyampaikan tujuan dari penyelenggaraan festival ini adalah untuk saling mengenal dan memahami budaya negara lain sehingga akan tercipta toleransi antar budaya serta meningkatnya hubungan antar negara. Wakil Gubernur menyampaikan apresiasi kepada tim kesenian negara peserta dan secara khusus kepada Indonesia sebagai satu-satunya peserta dari Asia.

Dubes RI dalam sambutannya menyampakan apresiasi kepada panitia yang telah mengundang Indonesia untuk berpartisipasi dalam festival dan kepada Wakil Gubernur. Dubes RI menyampaikan budaya sebagai anugerah bagi masyarakat untuk menjadi pribadi dan masyarakat yang lebih baik. Salah satu cara untuk memperkenalkan budaya adalah melalui tarian dan musik. Indonesia aktif berpartisipasi dalam festival budaya internasional tidak hanya untuk mempromosikan budaya Indonesia tetapi juga mengenal budaya lain.

Pada acara pembukaan, Indonesia menampilkan tarian papua dengan gerakan dan musik yang dinamis. Penampilan Indonesia mendapatkan sambutan meriah dari penonton karena gerakan dan musik yang menarik dan unik.

Setelah festival "The 4th International Traditional Dance" di Nea Anchialos, selanjutnya tim kesenian UIN SG akan berpartisipasi pada festival "The 13th World Festival of Traditional Folkloric Dances" di kota Aigialeia 2-6 Agustus 2017. Pada kedua festival tersebut, UIN SG menampilkan 7 tarian tradisional yaitu Tari Papua, Tari Saman, Tari Merak, Tari Doger, Tari Kecak, Tari Glipang dan Tari Piring Minang. Selain tarian, juga akan ditampilkan Sendra Tari Gunung Jati yang merupakan medley dari ketujuh tarian tersebut.

Di Yunani, pagelaran festival musik dan tari internasional secara regular diselenggarakan pada musim panas (Juli-Agustus) di beberapa kota tujuan wisata. Beberapa panitia festival memiliki kerja sama dalam pengaturan waktu penyelenggaraan festival. Sehingga tim kesenian dapat berpartisipasi setidaknya pada dua festival di kota berbeda. Panitia menyediakan transportasi lokal, akomodasi dan makanan kepada tim kesenian.

Mempertimbangkan pentingnya festival internasional tari dan musik sebagai sarana promosi budaya dan pariwisata Indonesia di Yunani dan baiknya sambutan publik terhadap penampilan Indonesia, maka setiap tahun Indonesia senantiasa diundang untuk berpartisipasi. KBRI Athena memberikan dukungan dan memfasilitasi tim kesenian dari Indonesia selama mengikuti festival.

sumber: Pensosbud/JA