KOMODITAS INDONESIA DIMINATI PASAR ALJAZAIR PADA PAMERAN INTERNASIONAL ALGER KE-51

​​

PRESS RELEASE

No.     343 /PR/ALGER/V/18

KOMODITAS INDONESIA DIMINATI PASAR ALJAZAIR

PADA PAMERAN INTERNASIONAL ALGER KE-51

(51éme FOIRE INTERNATIONALE D'ALGER / FIA)

Alger, 08-13 Mei 2018

 

Sejumlah Pengusaha Indonesia kembali berpartisipasi pada Pameran Internasional (FIA) ke-51 pada 08-13 Mei 2018 di negara kurma terbaik, Aljazair. Pameran yang diikuti oleh 700 lebih operator ekonomi dalam dan luar negeri dengan luas lahan mencapai 4.000 m2 dimakud merupakan event ekonomi terbesar di Aljazair yang menjadi media utama promosi bagi para pengusaha asing dalam memperkenalkan beragam produk perusahaannya di pasar Aljazair dan global. Selain itu, FIA juga dapat dimanfaatkan untuk  menarik minat investor memberikan ruang bagi operator ekonomi nasional dalam mempromosikan produksi nasional di kancah internasional. Paska turunnya harga minyak global sejak 2014 lalu, Pemerintah Aljazair tengah giat mendorong masuknya investasi asing ke Aljazair dan mendorong pengembangan ekonomi negara tersebut melalui pengembangan produsen lokal yang berorientasi ekspor dalam upaya mediversifikasikan sumber pemasukan ekonomi utamanya yang selama ini mengandalkan sektor migas. Sejumlah negara yang ikut berpartisipasi antara lain diwakili oleh wilayah Eropa, Asia,  Amerika, Afrika dan negara-negara Arab.

KBRI Alger berkerja sama dengan sejumlah pihak pada pameran FIA tahun ini hanya mengundang 4 perusahaan Indonesia yang dipandang memiliki prospek bisnis besar di Aljazair antara lain PT. Wijaya Karya, PT. Mensa Group (produk Pharmasi), PT. Dua Kelinci, dan Indotrading Solution (rempah-rempah seperti kopi, CPO, teh, dsb). “Kami perlu fokus mengembangkan bisnis Indonesia di pasar pasar Aljazair ditengah sulitnya perekonomian dunia, karena itu dan sesuai data yang ada maka kami ingin pada tahun ini fokus pada perusahaan yang memiliki prospek di Aljazair", sebut Dubes RI Alger, Safira Machrusah dalam keterangannya. Meskipun hanya terdiri dari 4 perusahaan Indonesia,  antusiaisme para pelaku ekonomi Aljazair yang  berkunjung ke stand Indonesia sangat besar dan membuat kewalahan para peserta pameran dari Indonesia untuk melayani permintaan kerja sama.

Selain berpartisipasi pada pameran FIA, KBRI Alger juga menyelenggarakan dinner dan Business Forum yang dihadiri oleh 45 perusahan Aljazair serta mengagendakan project business trip ke pabrik coklat terbesar dan tertua di Aljazair yang ingin melakukan kerja sama impor coklat langsung dari Indonesia tanpa negara ketiga.

Hingga akhir pelaksanaan pameran FIA, setidaknya tercatat sejumlah potensi kerja sama bisnis dengan sejumlah perusahaan Indonesia dengan nominal tahap awal mencapai USD 70.000. Selain itu, juga dilakukan MoU untuk ekspor komoditas Indonesia ke pasar Aljazair yang saat ini tengah proses finalisasi.  

Berdasarkan laporan Badan Statistik Aljazair tahun 2017, ekspor unggulan Indonesia di Aljazair didominasi oleh produk agribisnis seperti minyak kelapa sawit mentah (CPO) sebesar 26.62% dengan nilai USD 67,360,000, minyak nabati sebesar 24.04% dengan nilai sebesar USD 60,840,000, kopi sebesar 19% dengan nilai sebesar USD 47,000,000 serta masih banyak lagi produk Indonesia yang membanjiri pasar Aljazair, seperti alumunium, kayu, rempah-rempah, kertas, produk ikan olahan dan lain sebagainya. Sedangkan 4 produk ekspor unggulan Aljazair ke Indonesia terdiri dari hydrocarbon, Kurma, limbah kertas dan Caroub.

                                                                                                        

   Fungsi Ekonomi, KBRI Alger

   Alger,     Mei 2018