Ekspor Indonesia ke Afrika Barat Melonjak 10 Persen

Data perdagangan Indonesia ke  11 negara Afrika Barat yang terakreditasi pada KBRI Abuja naik 10,7% atau sesuai bahkan lebih dari yang ditargetkan oleh Pemerintah Indonesia. Demikian dijelaskan oleh Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Abuja Bapak Isman Pasha dalam rapat evaluasi kinerja KBRI hari Kamis (3/1/2019) di Abuja, Nigeria. Hingga bulan Oktober tahun 2018, kinerja ekspor non-migas Indonesia mencapai lebih dari USD 861 juta. Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, ekspor non-migas Indonesia ke Afrika Barat telah meningkat USD 83 juta (lihat tabel).

Data Perdagangan Indonesia - Afrika Barat*
No.NegaraEkspor Non-Migas 2017 (Jan.- Okt.)** Ekspor Non-Migas 2018 (Jan.- Okt.)**
1Benin185,072,900187,234,100
2Burkina Faso12,420,3009,646,000
3Gabon9,169,3007,788,600
4Ghana89,551,600105,119,400
5Kamerun15,396,60016,696,200
6Kongo41,767,00044,620,900
7Liberia23,127,10025,426,100
8Niger5,606,9001,638,000
9Nigeria288,424,200337,556,700
10Sao Tome and Principe958,400601,900
11Togo106,821,000125,359,200
Total778,315,300861,687,100
* Diolah dari data Kemendag RI** Dalam USD

 

Berdasarkan data tersebut, tercatat peningkatan kinerja ekspor ke 11 negara akreditasi KBRI Abuja seluruh negara kunci di Afrika Barat, yakni Nigeria, Benin, Togo, Ghana, Kongo, dan Kamerun. Sementara penurunan kinerja ekspor Niger dan Burkina Faso, diperkirakan akibat kondisi negara tersebut yang tidak memiliki akses langsung ke laut (land locked) sehingga membuat barang impor dari Indonesia masuk melalui negara ketiga, seperti Nigeria, Kongo, ataupun Uni Emirat Arab. Dalam pengamatan Bapak Isman, “Produk asal Indonesia, terutama consumer goods, semakin dikenal di Afrika karena telah terbukti memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan produk negara pesaing" . Pada tahun 2018, seiring dengan meningkatnya harga minyak dunia pada awal dan pertengahan tahun, potensi ekonomi di Afrika tersebut semakin membesar, mengingat sebagian negara Afrika Barat merupakan negara penghasil minyak. Potensi di Afrika Barat juga ditambah dengan total jumlah penduduk Afrika Barat sekitar 310 juta  dan akumulasi GDP sekitar USD 660 milyar.

Melanjutkan trend tahun lalu, dimana ekspor Indonesia ke Afrika juga telah merambah sektor lain, pada tahun ini PT Wijaya Karya (WIKA) juga telah berhasil mendapatkan proyek renovasi Istana Presiden Niger. Hal ini diharapkan selain memperkuat kerja sama bilateral kedua negara juga dapat menjadi pendorong bagi masuknya ekspor jasa Indonesia ke Afrika Barat. Oleh karena itu, KBRI Abuja sangat mengharapkan bahwa PT WIKA dapat menunjukkan kehandalan kualitasnya dalam proyek tersebut. Di sektor pertambangan, PT Timah sejak awal tahun 2018 juga telah memulai eksplorasi tambang Timah di Nigeria, yang sementara ini hasilnya dinilai sangat potensial. Melihat peluang yang besar ini, KBRI Abuja mengajak seluruh pelaku ekspor di Indonesia untuk dapat membidik dengan lebih serius target market di Afrika Barat.

Abuja, 3 Januari 2019​