Indonesia Ajak AS Utamakan Prinsip Multilateralisme dan Selesaikan Konflik di Palestina

​​Singapura, Singapura: Kemitraan ekonomi ASEAN dan Amerika Serikat (AS) menjadi bukti nyata bahwa ekonomi perdagangan bukanlah 'zero sum-game'", tegas Menteri Luar Negeri RI, Retno L.P. Marsudi pada Pertemuan Menteri Luar Negeri antara ASEAN dan Amerika Serikat (AS) (3/8). 

Menurut Menlu Retno, kemitraan ASEAN-AS ini telah berkontribusi menghadirkan kesejahteraan bagi rakyat di kedua belah pihak.

Menlu Retno menjelaskan bahwa selama 10 tahun terakhir, ekspor AS ke ASEAN mengalami peningkatan lebih dari 80% dan berkontribusi pada penciptaan lapangan pekerjaan lebih dari setengah juta di AS serta berdampak langsung pada 42 ribu perusahaan AS. “Pada investasi, AS menduduki posisi ke-4  investor terbesar di ASEAN dengan peningkatan tahunan mencapai 12%. Sementara itu, investasi ASEAN di AS dari tahun 2004 ke tahun 2015 meningkat lebih dari 100%, dari 2,3 milyar dollar menjadi $26 milyar dollar", jelasnya.

Pada pertemuan tersebut, Menlu mengingatkan, “Kepentingan nasional dapat berjalan seiring dengan kepentingan kawasan dan global, sehingga tidak perlu melanggar komitmen bersama di tingkat regional dan global." Tambahnya lagi, “Ini adalah satu-satunya jalan bila kita ingin terus memajukan pertumbuhan ekonomi yang berjangka panjang dan berkelanjutan. AS dan ASEAN harus dapat terus mempertahankan free and fair trade serta selalu memperkuat multilateralisme", pungkasnya.

Selain itu, dalam pertemuan tersebut Menlu RI juga menegaskan pentingnya ASEAN dan AS mendukung upaya resolusi konflik isu Palestina. “Kondisi di Palestina merupakan tanggung jawab kita semua. Upaya penyelesaian isu ini tidak hanya berkontribusi terhadap perdamaian dan stabilitas di kawasan Timur Tengah, namun juga pada perdamaian dan stabilitas dunia." Menlu Retno menegaskan kembali keyakinan Indonesia terhadap prinsip 'two state solution' sebagai solusi yang paling memungkinkan dan AS diharapkan dapat segera menyampaikan peace proposal' yang baru.

Pertemuan ASEAN-AS kali ini dipimpin bersama oleh Menlu Malaysia, Dato' Saifuddin Abdullah selaku Country Coordinator kerja sama kemitraan ASEAN-AS (2015-2018) dan Menlu AS, Mike Pompeo. Pertemuan juga dihadiri oleh seluruh Menlu dari negara anggota ASEAN dan Sekretaris Jenderal ASEAN. Pertemuan membahas berbagai hal termasuk upaya penguatan kerja sama ASEAN-AS bagi keamanan dan kemakmuran dan tantangan regional dan global yang dihadapi kedua kawasan dewasa ini.

Terkait dengan kerja sama ASEAN-AS, kedua pihak mengakui hasil-hasil yang memuaskan yang telah dicapai di ketiga pilar politik keamanan, ekonomi dan sosial budaya. Pertemuan menegaskan komitmen terhadap prioritas kerja sama ASEAN-AS ke depan yang meliputi pemberantasan terorisme, keamanan maritim, pengembangan UMKM, teknologi, pendidikan dan pemberdayaan perempuan. Sementara itu, isu regional dan global yang turut dibahas oleh Menlu negara anggota ASEAN dan Menlu AS ialah isu Laut China Selatan dan Semenanjung Korea.

Kerja Sama ASEAN-AS telah dimulai sejak tahun 1972. AS secara resmi menjadi Mitra Wicara ASEAN pada tahun 1977 dan saat ini berada pada level Kemitraan Strategis semenjak tahun 2015. Pada tahun lalu, ASEAN dan AS telah menyelenggarakan pertemuan KTT ASEAN-AS Ke-5 di Manila pada November 2017 untuk memperingati 40 tahun kerja sama kemitraan ASEAN-AS. Dalam perjalanannya, kerja sama ASEAN dan AS terus berkembang di berbagai bidang di ketiga pilar ASEAN yang mencakup bidang ekonomi, politik dan keamanan serta sosial budaya. (Sumber: Dirjen KS ASEAN)