Dorong Kerja Sama Selatan – Selatan, Kemlu Latih 20 Fasilitator Bahasa Inggris

Bali, 15 September 2018 Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Penyelenggara Kerja Sama Selatan-Selatan (KSS) Indonesia di Bidang Bahasa Inggris yang diselenggarakan oleh Direktorat Kerja Sama Teknik, Kementerian Luar Negeri, bekerja sama dengan UPT Lab Bahasa Universitas Udayana telah resmi berakhir. Bimtek dimaksud diikuti oleh 20 orang peserta yang merupakan instruktur/fasilitator dari berbagai balai/pusat pelatihan Kementerian/Lembaga di Indonesia.

​Kegiatan yang telah berlangsung selama 2 minggu sejak 3 September 2018 ini ditujukan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris instruktur/fasilitator dari berbagai Kementerian/Lembaga di Indonesia yang senantiasa terlibat dalam penyelenggaraan program KSS. Selain peningkatan kemampuan Bahasa Inggris dalam berkomunikasi secara formal dan informal, materi yang diberikan dalam bimtek ini khususnya ditekankan pada kemampuan melakukan presentasi pada pelatihan internasional serta pendalaman pemahaman mengenai KSS.

“KSS Indonesia telah mendapatkan pengakuan di mata internasional, salah satunya oleh United Nations Office for South-South Cooperation (UNOSSC) yang memberikan penghargaan atas capaian dan kontribusi Indonesia di bidang pembangunan, khususnya di wilayah Asia Pasifik," ungkap Mohammad Syarif Alatas, Direktur KSS.

Ian Marshall, salah satu penutur asing yang juga menjadi pengajar dalam bimtek dimaksud, menyampaikan apresiasinya kepada Pemri yang telah memfasilitasi para instruktur/fasilitatornya untuk dapat mengembangkan kapasitas mereka. Ia berharap para peserta bimtek dapat mengimplementasikan hal-hal yang telah mereka pelajari di institusinya masing-masing.

Bimtek di Bidang Bahasa Inggris dimaksud juga mendapatkan respon positif dari para peserta. Agussalim, salah seorang peserta bimtek yang berasal dari Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Ambon menyampaikan bahwa bimtek ini telah meningkatkan pengetahuan Bahasa Inggris yang dimilikinya sekaligus memberikan kesempatan untuk mempraktekkan kemampuan bahasa yang telah ia pelajari dengan adanya penutur asing. Ia berharap bimtek ini dapat terus dilaksnakanan oleh Kementerian Luar Negeri di tahun-tahun ke depan.