Kelompok Karawitan 'Terbangun Matahari' Meriahkan Festival Folklore

​​​​​Festival Folklore Internasional 2016.JPG

Kelompok Karawitan 'Terbangun Matahari' Pukau Masyarakat Zagreb

Kelompok karawitan binaan KBRI Zagreb 'Terbangun Matahari' tampil dalam International Folklore Festival ke 50 pada 20 – 24 Juli 2016 di Zagreb.  Kelompok karawitan'Terbangun Matahari' yang berkesempatan tampil pada 23 dan 24 Juli 2016 di panggung musim panas Gradec, uppertown Zagreb, telah memukau sekitar 400 an penonton. Sebagai pembukaan, mereka memainkan lancaran (instrumen) Kebo Giro yang merupakan sebuah instrumen untuk menyambut tamu yang hadir, kemudian diikuti oleh lancaran Ricik-Ricik. Sebagai lagu penutup mereka memainkan lancaran Gambang Suling yang iramanya diiringi oleh ibu Putu Furina Dewi sebagai sinden/vokalis dan Julija Novosel dengan seruling dan oboe. 

Secara keseluruhan mereka tampil sekitar 30 menit dan mendapatkan applause yang sangat meriah dari para penonton. Pada kesempatan selanjutnya, yaitu 24 Juli 2016, diadakan sebuah karawitan workshop di gedung pertunjukan Plesni Centar, Zagreb. Dalam workshop tersebut, dipresentasikan mengenai jenis-jenis alat musik dalam karawitan, tata cara memainkan musiknya serta tanya jawab seputar karawitan. Para peserta yang hadir juga berkesempatan untuk mengenal lebih dekat, dengan mencoba memainkan alat musik tersebut sembari mendapatkan penjelasan singkat. Penampilan karawitan tersebut menjadi sebuah klimaks di penghujung rangkaian acara Festival Folklore Internasional ke 50.

Festival Folklore Internasional telah diselenggarakan di kota Zagreb sejak tahun 1966 dan merupakan bagian dari gerakan global yang didukung UNESCO untuk melestarikan kebudayaan lokal. Dalam Festival tersebut juga tampil beragam tari-tarian nasional serta kebudayaan lokal dari sekitar 14 negara antara lain Azerbaijan, Srilanka, Spanyol, Slowakia, Mesir dan lain sebagainya.

Kelompok Karawitan ' Terbangun Matahari' terbentuk pada awal tahun 2016 ini, namun demikian KBRI Zagreb telah memulai pelatihan karawitan pada pertengahan 2015 dengan bekerjasama dengan Dr. Johanes Radjaban, seorang pakar karawitan dari Universitas Tehnologi Yogyakarta yang khusus mengajarkan karawitan selama 3 bulan di Zagreb. Pada januari 2016 lalu, kelompok ini tampil untuk pertama kalinya di Akademi Musik Zagreb. Semenjak kepergian Dr. Radjaban, kelompok karawitan tersebut dilatih oleh Igor Magdalenic yang merupakan mantan penerima beasiswa Dharmasiswa 2012-2013 khusus mempelajari karawitan. Semenjak dilatih oleh Igor, kelompok karawitan ini mendapatkan beragam improvisasi yang lebih kontemporer.​