Presiden Ivo Josipovic Sambut Baik Gelaran Dialog Lintas Agama Indonesia – Kroasia Pertama

4/18/2014

 

?

Presiden Kroasia, Prof. Dr. Ivo Josipovic, sambut baik kedatangan delegasi lintas agama Indonesia (DLAI) di Istana Kepresidenan Kroasia pada Senin 14 April 2014.  DLAI  dinilai menjalankan  misi mulia melalui dialog dengan para pemuka agama dan pejabat pemerintah terkait serta masyarakat umum di Kroasia.
Kunjungan ini   juga melengkapi upaya-upaya yang telah dilakukan sebelumnya untuk memperdalam hubungan Indonesia – Kroasia melalui berbagai bidang kerjasama  lainnya.
Hal senada disampaikan oleh Duta Besar RI untuk Kroasia, Agus Sardjana, bahwa DLAI ini telah memberikan manfaat nyata melalui disepakatinya Memorandum Saling Pengertian antara Universitas Zagreb dan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. “Hal tersebut telah memberikan payung hukum untuk berbagai kerjasama antara kedua pihak seperti pengajaran di bidang studi keagamaan dan pertukaran staf pengajar,” demikian tutur Dubes Sardjana.  Selain itu, DLAI yang baru pertama kali dilakukan dengan Kroasia  tersebut juga menghasilkan kesepakatan kerjasama dengan Komunitas Muslim Kroasia atau Meshihat dalam berbagai kerjasama seperti pengiriman qori dan qoriah, pemberian beasiswa serta sertifikasi makanan halal. Demikian imbuh Dubes Sardjana yang memulai tugasnya sejak awal Februari 2012 dan juga merupakan Duta Besar Indonesia pertama untuk Kroasia tersebut.
Kunjungan DLAI ke Kroasia  ini  merupakan kerjasama antara Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Agama RI untuk mengintensifkan people-to-people contact.  Delegasi RI dipimpin oleh Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama, Prof. Dr. H. Abdul Jamil, MA dengan membawa berbagai unsur seperti tokoh agama dan pendidikan diantaranya yaitu Pastur Agus Ulahayanan, Prof Dr. Faisal Ismail dan Prof. Dr. Azyumardi Azra.
“Indonesia merupakan laboratorium pluralisme dimana Islam dan Demokrasi dapat berjalan selaras, selain itu model dialog antar iman (interfaith) Indonesia telah menjadi contoh sukses dari upaya untuk memperkuat kohesi sosial dan harmoni kehidupan beragama,” demikian dinyatakan Prof. Azyumardi yang merupakan Direktur Program Pasca Sarjana UIN Syarif Hidayatullah dalam berbagai kesempatan dalam misi Interfaith Dialogue di Kroasia dimaksud.
Kroasia merupakan mitra ke-23 Indonesia dalam tataran Dialog Lintas Agama secara bilateral. Dalam hal ini Indonesia dan Kroasia  sepakat dan bertekat untuk  memajukan Dialog Lintas Agama untuk terus menguatkan komitmen terhadap penguatan upaya saling memahami keberagaman dan perbedaan.
Berbagai rangkaian kegiatan DLAI di Kroasia yang berlangsung dari tanggal 12 – 16 April 2014 ini antara lain pertemuan dengan berbagai pemimpin dan komunitas agama; pertemuan dengan unsur pemerintah seperti Presiden, Wakil Menteri dan Walikota; anggota Parlemen; kunjungan ke berbagai pusat peribadatan; pemberian kuliah umum di Universitas Zagreb (yang mempunyai jumlah mahasiswa lebih dari 65 ribu orang)  mengenai kehidupan beragama di Indonesia dengan tajuk “Diversity in Unity and Politics of Multiculturalism”; dan berpartisipasi dalam roundtable discussion dengan tajuk Indonesia-Croatia Interfaith Dialogue: Best Practices, Lessons Learned and the Way Forward”  yang juga menampilkan sejumlah pemimpin keagamaan dan pejabat pemerintah Kroasia serta dihadiri oleh sekitar 50 orang.
Kroasia merupakan kekuatan baru dalam percaturan politik global setelah pecah dari Yugoslavia tahun 1991 dan selanjutnya menjadi Negara Uni Eropa ke-28 pada tanggal 1 Juli 2013 lalu. Namun dalam bidang budaya dan sejarah, Kroasia sebenarnya merupakan salah satu bangsa tertua di Eropa. Kroasia memandang Indonesia sebagai kekuatan penting di kawasan dan berupaya terus untuk meningkatkan hubungan kedua Negara. Hal tersebut tersirat dari keinginan yang besar dari pemimpin Kroasia untuk berkunjung ke Indonesia.