Temu Bisnis Pengusaha Indonesia-Myanmar di Yangon

Pada tanggal 25 Februari 2010, KBRI Yangon telah mengadakan Business Matching di gedung Union of Myanmar Federation of Chambers of Commerce and Industry (UMFCCI) atau Federasi Kadin Myanmar, yang dihadiri sekitar 150 orang pengusaha kedua negara. Sejumlah 22 orang pengusaha di antaranya didatangkan dari Indonesia.


Acara diawali dengan sambutan Presiden Federasi Kadin Myanmar U Win Myint, seraya menyampaikan harapannya agar melalui ajang business matching ini dapat dijajagi kemungkinan ekspor-impor produk Indonesia ke Myanmar dan sebaliknya. Seperti halnya negara berkembang lainnya, menurut Win Myint, ekspor utama Myanmar sebagian besar adalah dari sektor pertanian, sedangkan impor terutama barang-barang manufaktur. Dikemukakannya bahwa sektor-sektor andalan Myanmar saat ini adalah migas, manufaktur, hotel dan pariwisata, real estate dan pertambangan. Sektor-sektor investasi yang terbuka bagi asing antara lain sektor kehutanan, migas, pertambangan, manufaktur, real estate, peternakan dan perikanan, transportasi dan komunikasi, konstruksi dan jasa. Untuk meningkatkan nilai investasi asing ke Myanmar, U Win Myint mengajak pengusaha Indonesia menjajaki kemungkinan hubungan dagang sekaligus menanamkan modalnya di Myanmar. 


Acara dilanjutkan dengan sambutan Dubes RI Yangon, yang menyampaikan pentingnya membangun hubungan yang lebih kuat dan kemitraan antara pengusaha Indonesia dan Myanmar, khususnya di sektor ekonomi dan bisnis. Selain untuk mewarnai hubungan diplomatik kedua negara yang telah berusia 60 tahun (27 Desember 2009), kegiatan ini juga diharapkan mendorong peningkatan perdagangan RI - Myanmar yang telah terbina baik sejak zaman kemerdekaan. Namun kendala yang dihadapi, perdagangan bilateral antara Indonesia dan Myanmar saat ini dilakukan melalui pihak ketiga karena tidak adanya perbankan atau transportasi langsung yang berimbas pada tingginya biaya. Akibat yang timbul adalah, sebagian besar pengusaha Indonesia enggan mengembangkan usahanya ke Myanmar karena ketidakpastian pembayaran. Dalam kaitan tersebut, Dubes RI memandang perlu dijajakinya kemungkinan perbankan dan transportasi langsung guna mendorong peningkatan perdagangan kedua negara. 


Rangkaian kegiatan business matching juga diisi dengan pameran/promosi produk dari 9 (sembilan) perusahaan Indonesia. Selama kegiatan business matching berlangsung, beberapa orang pengusaha Indonesia sempat meninjau factory dan lahan industri dalam rangka penjajakan kerja sama di sektor konstruksi. 


,  PT. Sragen Trading akan mengirimkan informasi jenis, harga dan biaya pengiriman via KBRI Yangon guna diteruskan kepada Kedubes Pakistan di Myanmar.


Dalam rangka memperkenalkan langsung produk-produk Indonesia kepada kalangan asosiasi dan grup bisnis di Myanmar, KBRI juga memfasilitasi kegiatan individual meeting pengusaha Indonesia dengan beberapa asosiasi/grup bisnis anggota Federasi Kadin di Myanmar pada tanggal 26 s.d. 27 Februari 2010.