Pertemuan dengan Deputi Gubernur BI dan Wagub Jawa Timur dalam rangka peningkatan kerjasama RI – Myanmar

Pada kesempatan pertemuan dengan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Muliaman D. Hadad, Ph.D di kantor Bank Indonesia tanggal 13 Maret 2009, Dubes RI mengharapkan agar bank-bank di Indonesia dapat melakukan kerjasama perbankan langsung dengan Myanmar. Selama ini transaksi pembayaran luar negeri pengusaha Indonesia terkait dengan perdagangan, ekonomi dan investasi dilakukan melalui pihak ketiga (misalnya bank Singapura dan Malaysia) yang berdampak pada tingginya biaya dan tidakefisiennya waktu. Sekiranya terealisasi diharapkan akan memberikan multiplier effect bagi peningkatan perdagangan kedua negara.
 
Deputi mengakui, sanksi ekonomi AS terhadap Myanmar membuat bank-bank Indonesia untuk sementara ini tidak dapat membuka hubungan perbankan dengan counterpart-nya di Myanmar, namun apabila sanksi tersebut dicabut tidak menutup kemungkinan bank-bank di Indonesia dapat melakukan kerjasama direct banking dengan Myanmar di masa mendatang.
 
Menanggapi hal ini, Dubes RI menyampaikan bahwa, meskipun ada sanksi dari AS, bank-bank dari Singapura dan Malaysia telah lama membuka transaksi perbankan dengan Myanmar Foreign Trade Bank (MFTB) atau Myanmar Investment and Commercial Bank (MICB) atau Myanmar Economic Bank (MEB) sehingga nilai perdagangan bilateral mereka lebih meningkat dibanding Indonesia. Diusulkan agar bank-bank di Indonesia dapat meniru langkah-langkah tersebut sekaligus memanfaatkan momentum 60 tahun hubungan diplomatik RI-Myanmar tahun ini.  Diutarakan pula bahwa prosedur pembukaan bank perwakilan di Myanmar tidaklah sulit dan KBRI siap memfasilitasi sekiranya ada keinginan dari bank-bank di Indonesia membuka kantor perwakilannya di Myanmar.
 
Deputi menyambut baik usulan tersebut dan mengindikasikan rencana kunjungan delegasi bank Indonesia ke Myanmar guna membahas kerjasama perbankan kedua negara.
 
Pada pertemuan dengan Wakil Gubernur Pemda Provinsi Jawa Timur, Syaifullah Yusuf di Kantor Wakil Gubernur Jawa Timur tgl. 18 Maret 2009, Dubes RI menyampaikan bahwa peringatan 60 tahun hubungan diplomatik RI – Myanmar merupakan momentum yang sangat tepat untuk merangkul Myanmar melalui berbagai kerjasama ekonomi dan perdagangan. Saat ini Pemerintah Myanmar sedang mempersiapkan infra-struktur maupun supra-struktur di dalam negerinya dan Indonesia dapat memanfaatkan peluang ini misalnya membuka kerjasama perbankan, perkeretaapian, konstruksi dan lain sebagainya dengan Myanmar. 
 
Kerjasama kota kembar (sister city) antara Kota Surabaya dan Yangon barangkali bisa menjadi sarana atau media untuk menjembatani rencana-rencana kerjasama di bidang-bidang lainnya. Dalam kaitan ini, KBRI Yangon bersedia memfasilitasi setiap keinginan baik dari pihak Pemprov. Jawa Timur, baik pada tahapan penjajakan hingga pada saat kerjasama yang sesungguhnya mulai dilaksanakan.
 
Menanggapi hal ini, Wagub Jawa Timur menyambut baik usulan ini seraya menjadikannya sebagai peluang dan tantangan ke depan untuk segera ditindaklanjuti dalam bentuk yang konkrit berupa kerjasama ekonomi dan perdagangan yang diharapkan akan sangat besar manfaatnya bagi Pemprov. Jawa Timur.

Yangon, 24 Maret 2009