Pertemuan Dubes RI Dengan Menteri Ka Myanmar Dalam Rangka Penjajakan Kerjasama Perkeretaapian

Dalam rangka memperkuat hubungan dan kemitraan kedua negara terutama di sektor ekonomi dan bisnis, pada tanggal 19 Februari 2009, Duta Besar RI didampingi Staf KBRI Yangon telah melakukan pertemuan dengan Menteri Transportasi Kereta Api, Mayjen Aung Min di Nay Pyi Taw, Myanmar.
 
Pada kesempatan pertemuan Dubes RI menyampaikan bahwa momentum peringatan 60 tahun hubungan diplomatik RI-Myanmar tanggal 27 Desember 2009 dapat dijadikan sebagai batu loncatan pengembangan ekonomi dan perdagangan kedua negara khususnya di sektor perkeretaapian.
 
Dubes RI lebih lanjut mengemukakan bahwa penjajakan kerjasama perkeretaapian kedua negara bukanlah hal yang baru mengingat rombongan Kementerian Transportasi KA Myanmar sebelumnya (tahun 1995) telah melakukan kunjungan kerja ke perusahaan PT. INKA di Madiun guna menjajaki pembelian 200 kereta penumpang dan antara 5 - 10 lokomotif setiap tahunnya, namun hingga kini belum terealisasi.
 
Dalam kaitan ini, KBRI berupaya merintis kembali kemungkinan kerjasama ini dengan melakukan pertemuan dengan Presiden Direktur PT. INKA, Roos Diatmoko di Jakarta, 2 Februari 2009. Presdir PT. INKA menyambut baik rencana kerjasama ini dan mengharapkan dapat ditindaklanjuti dengan pihak terkait di Myanmar.
 
Di sela-sela kunjungan Perdana Menteri Myanmar ke Jakarta pertengahan Maret 2009 mendatang, Dubes RI mengusulkan dapat dimanfaatkan kedua negara guna menjajaki kerjasama perkeretapian dalam format forum bisnis. Sekiranya Menteri Transportasi KA ikut dalam rombongan PM Myanmar, KBRI siap memfasilitasi pertemuan dengan mitranya dari Indonesia, PT. INKA. 
 
Sebagai bahan informasi awal, Dubes RI menjelaskan bahwa PT. INKA telah melebarkan sayap usahanya ke beberapa negara sejak tahun 1982 yaitu Malaysia (1991), Filipina (1996), Thailand (1998), Australia (2004) dan Bangladesh (2006) dengan kapasitas produksi per tahun a.l. 60 unit kereta penumpang, 300 freight wagon, 20 diesel railcars, dan KA 3.200 ton. Di masa mendatang tidak menutup kemungkinan Myanmar dapat membuka hubungan kerjasama di sektor ini dengan mitranya dari Indonesia.
 
Kami sampaikan pula bahwa Indonesia siap bekerjasama dengan Myanmar khususnya dalam rangka mendukung pengembangan jaringan KA nasional yang diawali pembangunannya di wilayah Rakhine State melalui pengadaan produk-produk KA.
 
Menanggapi hal-hal tersebut, Menteri Aung Min mengatakan, saat ini beberapa negara telah membangun kerjasama dengan Myanmar seperti Cina, Perancis dan Thailand. Kerjasama dengan Indonesia terbuka lebar asalkan produk yang ditawarkan berkualitas dengan harga yang cukup ”reasonable” (kompetitif).  
 
Menteri Transportasi KA menggagas perlunya saling kunjung perusahaan kedua negara, misalnya PT.INKA meninjau langsung pengembangan railroad network di Myanmar sekaligus memperkirakan kebutuhan produk apa yang bisa ditawarkan. Sebaliknya pihak Myanmar dapat melihat secara langsung kualits produk yang dihasilkan termasuk harga.
 Menyangkut keikutsertaan dalam rombongan PM, Menteri Aung Min akan menginfokan langsung kepada KBRI. 
 
Yangon, 19 Februari 2009