Pertemuan Dengan MICB Bank Dalam Rangka Menjajaki Kemungkinan Direct Banking RI-Myanmar, 14 Januari 2009

Menindaklanjuti kemungkinan kerjasama direct banking kedua negara, KBRI Yangon telah menyampaikan surat kepada beberapa bank komersial di Indonesia mengenai keinginan Myanmar Foreign Trade Bank (MFTB) membuka hubungan perbankan langsung dengan bank-bank tersebut.  
 
Hingga tanggal 14 Januari 2009, beberapa bank Indonesia menyatakan belum dapat menjalin hubungan koresponden dengan MFTB mengingat Myanmar masih terdaftar sebagai salah satu negara yang dikenakan sanksi ekonomi dan perdagangan oleh pemerintah AS sebagaimana diatur dalam Office of Foreign Asset Control (OFAC). Mereka bersedia membuka hubungan perbankan dengan Myanmar sekiranya sanksi OFAC tersebut telah dicabut. 
 
Terkait dengan masalah ini, Staf KBRI Yangon telah melakukan pertemuan dengan Managing Director Myanmar Investment and Commercial Bank (MICB), Mr. Mya Than,  tgl. 14 Januari 2009 dan diperoleh informasi bahwa dalam mengatasi kendala sanksi AS ini, pihak MICB mengadakan kerjasama dengan beberapa bank di Singapura dengan menjadikan mereka sebagai deposit bank untuk menyimpan mata uang asing dari MICB sehingga memudahkan pelaksanaan transaksi dan penerbitan L/C bagi pengusaha, di luar mekanisme atau otoritas sanksi ekonomi AS, melalui MICB.
 
Meskipun belum ada cabang bank asing yang berdiri di Myanmar, namun beberapa bank representative office dari Singapura dan Malaysia misalnya, telah beroperasi dengan kegiatan yang sangat terbatas dan lebih berperan sebagai wakil bank negara tersebut apabila terjadi permasalahan di Myanmar.
 
MICB maupun bank pemerintah lainnya di Myanmar berharap dapat membuka hubungan perbankan dengan Indonesia, meskipun dalam bentuk representative office. Keinginan ini disampaikan dengan telah diajukannya proposal oleh MICB ke beberapa bank di Indonesia seperti PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., PT. Bank Mega Tbk., PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk., PT. Bank Lippo Tbk., PT. Bank Panin Tbk., dan PT. Bank Artha Niaga Kencana Tbk. pada bulan Januari 2009 ini. 
 
KBRI berharap, sekiranya dapat terealisasi, pembukaan representative office  di Myanmar akan dapat membuka katub, dalam upaya melancarkan nadi perdagangan Indonesia di Myanmar pada masa mendatang yang saat ini masih terkendala.
 
Yangon, 15 Januari 2009