Peningkatan Kerjasama Pertanian RI – Myanmar

Pada tanggal 31 Maret s.d. 1 April 2009, Menteri Pertanian RI, Dr. Anton Apriyantono beserta rombongan melakukan kunjungan kerja ke Myanmar. Pada kesempatan courtesy call  kepada Perdana Menteri (PM) Myanmar, Jenderal Thein Sein di Nay Pyi Taw (1 April 2009), Mentan RI mengemukakan, bersamaan dengan peringatan 60 tahun hubungan diplomatik RI – Myanmar (27 Desember 2009) akan digunakan sebagai momentum peningkatan hubungan kedua negara.
 
Lebih lanjut dikatakan Menteri, hingga saat ini nilai perdagangan kedua negara masih kecil sehingga perlu ditingkatkan dimasa mendatang antara lain melalui kerjasama pertanian.  Dalam kesempatan kunjungan ini, Indonesia menawarkan bantuan jenis alat dan mesin pertanian sebagai tanda kedekatan sekaligus peningkatan capacity building kedua negara.  Selain itu juga ditawarkan kemungkinan pemberian pelatihan kepada para petani Myanmar ke Indonesia termasuk pembentukan Kelompok Kerja RI – Myanmar sebagai tindak lanjut Nota Kesepahaman (MoU) RI –Myanmar mengenai Kerjasama Pertanian yang ditandatangani pada tanggal 11 Januari 1995.
 
Perdagangan masih kecil menurut PM karena produk-produk pertanian kedua negara umumnya sama/sejenis. Namun sekiranya Indonesia berkeinginan mengimpor produk kacang-kacangan, Myanmar siap memenuhinya.
 
Mengenai tawaran bantuan alat-alat  pertanian,  PM berpendapat bahwa saat ini yang dibutuhkan Myanmar adalah substitusi pengembangan padi hibrida. Kebutuhan beras domestik dinilai telah cukup dan surplus beras telah diekspor ke negara-negara lainnya, seperti Bangladesh dan India.  Hasil pertanian Myanmar telah cukup memenuhi kebutuhan domestik, sehingga tidak ada masalah dengan food security.
 
Mentan RI juga berkesempatan courtesy call kepada Menteri Pertanian dan Irigasi Myanmar di Yangon (1 April 2009), Mayjen Htay Oo. Dalam pertemuan, kedua Menteri Pertanian sepakat ditingkatkannya kerjasama bilateral kedua negara di bidang pertanian terutama terkait dengan pengembangan sektor pertanian, ketahananan pangan, kesejahteraan petani dan pengentasan kemiskinan.
 
Acara dilanjutkan dengan pertemuan bilateral yang juga dihadiri oleh Menteri Pertanian kedua Negara. Dalam pertemuan tersebut, dibahas mengenai skema kerjasama yang dapat dilakukan (seperti pelatihan petani dan pertukaran tenaga ahli pertanian),  pengalaman Indonesia di bidang capacity building selama tahun 1980-2008, dan usulan rencana aksi tahun 2009.
 
Pada kesempatan pertemuan, kedua pengusaha Indonesia masing-masing dari perusahaan PT. Rutan Indonesia dan PT. Sumber Alam Sutera (SAS) berkesempatan menawarkan produknya kepada pemerintah setempat terutama alat-alat dan mesin pertanian, serta benih padi unggulan. 
Yangon, 2 April 2009