Pelaksanaan Indonesian Products, Tourism & Culture Exhibition( IPTC) 2015 di Yangon, Myanmar

​​

Dalam rangka promosi peningkatan citra Indonesia di negara akreditasi Republik Uni Myanmar, KBRI Yangon bekerjasama dan didukung oleh Kerukunan Indonesia di Myanmar (KIM) telah menyelenggarakan acara Indonesian Products, Tourism & Culture Exhibition 2015 (IPTC) di pelataran Junction Square Mall Yangon, Myanmar. Acara tersebut dihadiri oleh Duta Besar LBBP RI Yangon, H.E. Dr. Ito Sumardi dan Vice President UMFCCI, Dr. Maung Maung Lay sebagai Guest of Honour, sejumlah Pejabat dari Instansi dan pimpinan perusahaan serta beberapa tamu undangan Duta Besar negara sahabat serta dihadiri pula oleh sejumlah vendor perusahaan/pengusaha dari berbagai sektor seperti pariwisata, garmen, consumer goods, obat tradisional, farmasi, perbankan, transportasi, UKM dan perusahaan-perusahaan Indonesia yang telah beroperasi di Myanmar.

 

Dalam sambutan pembukaannya, Duta Besar RI Yangon menyampaikan bahwa tujuan penyelenggaraan acara Indonesian Products, Tourism & Culture Exhibition 2015 (IPTC) antara lain: 

  1. Memperkenalkan dan mempromosikan pariwisata dan kekayaan budaya Indonesia kepada warga masyarakat Myanmar, terutama di Yangon dan sekitarnya; 
  2. Mendukung pelaksanaan program "Visit Indonesia 2015” yang bertemakan “Wonderful Indonesia";
  3. Menjajaki potensi kerjasama bisnis di bidang pariwisata, perhotelan dan transportasi terkait antara Indonesia dan Myanmar;
  4. Memperkenalkan produk-produk Indonesia serta memperluas dan memperkuat kerjasama bisnis perdagangan dan investasi di bidang-bidang potensial, khususnya di sektor consumer goods, tekstil/garment dan sektor lainnya antara perusahaan-perusahaan Indonesia di Myanmar serta perusahaan-perusahaan Indonesia yang akan dan tengah menjalin hubungan kerjasama dengan mitra setempat di Myanmar;
  5. Memperkenalkan dan mempromosikan perfilman Indonesia sebagai bagian dari khasanah budaya Indonesia kepada warga masyarakat Myanmar, terutama di Yangon dan sekitarnya.


Pada kesempatan tersebut, Duta Besar LBBP RI Yangon beserta tamu kehormatan melakukan pemotongan pita (cutting ribbon) yang menandakan secara resmi dibukanya acara Indonesian Products, Tourism & Culture Exhibition 2015. 


Pada acara Indonesian Products, Tourism & Culture Exhibition 2015 (IPTC) tersebut, beberapa perusahaan Indonesia yang ikut berpartisipasi antara lain PT. Pismatex (Gajah Duduk), Batik Aruni, Solo International Co. Ltd, Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI), PT. Tamara Global Investama, Sidomuncul, PT. Konimex, PT. Bina Karya Prima, PT. Tata Nutrisana, PT. Karya Adhisin Sukses, PT. Futami Food & Beverages, Gamatechno, UKM Kabupaten Bandung Jawa Barat dan beberapa booth  dari perusahaan Indonesia antara lain, PT. WIKA, PT. Telekomunikasi Indonesia (Telin), PT. ANTAM, PT. BNI, PT. INKA.  Selain itu, terdapat pula booth dari Kementerian Pariwisata RI yang menggandeng maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia yang mempromosikan pariwisata Indonesia, booth Pusat Informasi dan Kebudayaan Indonesia (PInKI). Kegiatan acara Indonesian Products, Tourism & Culture Exhibition 2015 (IPTC) diisi antara lain dengan penampilan-penampilan budaya dan seni Indonesia, sajian kuliner Indonesia, promosi produk Indonesia, khususnya batik dan consumer goods  dan terkait sektor lainnya. Selain itu, dilakukan pula pemutaran film Indonesia berjudul “3 Nafas Likas” yang mendapatkan apresiasi dan sambutan yang cukup baik dari penonton di gedung Cinema Junction Square. 

Acara Indonesian Products, Tourism & Culture Exhibition 2015 (IPTC) dimeriahkan dengan berbagai hiburan, seperti tarian dan penampilan penyanyi yang diiringi oleh composer terkenal Indonesia serta salah satu penyanyi terkenal Myanmar juga turut memeriahkan acara tersebut. Selain itu, juga diadakan semacam Fun Lottery dari beberapa sponsor, sehingga para pengunjung tampak enggan beranjak menikmati suguhan acara yang berbeda dan unik dari Indonesia yang dikemas secara menarik. Kegiatan tersebut juga mendapat liputan dari media utama setempat, yaitu MRTV, Channel 4 dan Skynet. Menurut catatan bahwa setiap harinya tidak kurang dari 3000 orang pengunjung mendatangai acara Indonesian Products, Tourism & Culture Exhibition 2015 (IPTC) tersebut.  


Adapun kegiatan terkait IPTC 2015 tersebut beberapa transaksi secara langsung maupun berupa komitmen juga berhasil dilaksanakan antara lain, sbb:

  • Batik Aruni berhasil melakukan penjualan produk batiknya sebesar lebih dari Ks 2.1 juta selama 2 (dua) hari pameran. Demikian pula dengan beberapa perusahaan textile​/garment (Solo International) serta perusahaan consumer goods seperti PT. Tata Nutrisana, PT. Futami, PT. Bina Karya Prima, dan juga perusahaan distributor farmasi/obat-obatan seperti PT. Konimex, dlsb. 
  • Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI) juga berhasil mendapatkan komitmen dari buyers Myanmar berupa pengiriman biji pinang dari Indonesia sebesar 4 (empat) kontainer ke Myanmar setiap bulan. Sebagai catatan bahwa biji pinang merupakan salah satu bahan dasar utama bagi pembuatan sirih yang menjadi kebiasaan pokok sehari-hari warga masyarakat Myanmar, terutama kaum prianya. 
  • PT. Tamara Global Investama - Sidomuncul juga telah melakukan pertemuan dengan Director dan General Manager Myanmar Agriculture Public Corporation (MAPCO) pada tanggal 20 November 2015. Adapun maksud dan tujuan pertemuan adalah menawarkan kerjasama pupuk organik (bio-fertilizer) yang dihasilkan dari limbah pabrik produksi jamu/obat herbal Sidomuncul bagi para petani Myanmar guna mendorong peningkatan produktivitas hasil panen padinya hingga menjadi hampir 2 (dua) kali lipat.  
  • Selain itu, PT. Sinma Line yang merupakan bagian dari 1 (satu) group PT. Tamara Global Investama juga telah menjajaki peluang kerjasama penyewaan/penawaran kapal pada aktivitas eksplorasi minyak lepas pantai (offshore) kepada Myanmar Oil and Gas Exploration (MOGE) di bawah Ministry of Energy, serta mendapatkan sambutan yang sangat baik. Meskipun demikian, pihak MOGE menyarankan agar dapat dilakukan presentasi dari PT. Sinma Line pada pertengahan Desember 2015 guna lebih mendorong keyakinan bagi pihak Myanmar terhadap tawaran kapal tersebut. Dalam kaitan itu, pihak Indonesia menawarkan bagi pihak Myanmar (MOGE) untuk dapat melakukan kunjungan ke lokasi pembuatan kapal, serta melihat langsung penggunaannya di Batam dan Surabaya pada sekitar minggu awal Desember 2015 mendatang sekiranya dimungkinkan. 
  • PT. Pismatex (Gajah Duduk) yang memproduksi sarung dan menjadi salah satu barang idola bagi warga masyarakat setempat Myanmar sebagai barang kebutuhan sehari-hari juga laris selama pameran. 
  • PT. Antam saat ini melanjutkan kegiatan terkait kerjasama pertambangan (emas) dengan pihak terkait di Pemerintah Daerah Mandalay Region serta dijadwalkan melaksanakan kegiatan selanjutnya di Yamethin yang menjadi lokasinya. 
  • PT. Pertamina yang menjadi salah satu sponsor bagi penyelenggaraan acara IPTC 2015 telah menyampaikan dokumen tendernya ke MPPE terkait pengelolaan SPBU di seluruh Myanmar, diperoleh informasi bahwa PT. Pertamina masuk sebagai 3 (tiga) perusahaan terseleksi untuk proses selanjutnya. 


Kegiatan IPTC 2015 juga mendapatkan bantuan dan dukungan dari sejumlah perusahaan lainnya baik yang berada di Myanmar seperti JAPFA Comfeed Myanmar dan PT. Sumber Jaya Indah serta perusahaan distributor kopi Kapal Api, yaitu Good Day dan juga My Choice Restaurant serta Extra Joss, dll. 

Sebelumnya, pada tanggal 20 November 2015, Kegiatan acara Indonesian Products, Tourism & Culture Exhibition 2015 (IPTC) tersebut juga dilengkapi dengan kegiatan business meeting yang diikuti oleh beberapa perusahaan/pengusaha Indonesia, seperti PT. Pismatex (Gajah Duduk), Batik Aruni, Solo International Co. Ltd, Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI), PT. Tamara Global Investama, Sidomuncul, PT. Konimex, PT. Bina Karya Prima, PT. Tata Nutrisana, PT. Karya Adishin Sukses, PT. Futami Food & Beverages, Gamatechno, UKM Kabupatan Bandung Jawa Barat, PT. WIKA, PT. Telekomunikasi Indonesia (Telin), PT. ANTAM, PT. BNI, PT. INKA dan Kementerian Pariwisata RI dengan beberapa perusahaan/pengusaha Myanmar dari berbagai sektor yang kedepannya diharapkan dapat membuka peluang untuk menjajaki dan menjalin hubungan kerjasama ekonomi khususnya sektor perdagangan dan investasi lebih lanjut diantara kedua pihak.

Animo dan kehadiran warga masyarakat setempat Myanmar yang begitu besar terhadap produk-produk Indonesia menunjukkan bahwa terdapat potensi besar untuk meningkatan hubungan ekonomi antara Indonesia dan Myanmar kedepannya yang seyogyanya dapat menjadi pendorong atau pemacu masuknya atau berkembangnya pengusaha Indonesia baik BUMN maupun perusahaan swasta Indonesia lainnya ke Myanmar dalam waktu mendatang.

Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan dan ditingkatkan dalam rangka penguatan hubungan kerjasama bilateral ekonomi terutama perdagangan dan investasi serta pariwisata sebagai salah satu wujud langkah konkret upaya diplomasi ekonomi oleh Perwakilan RI di negara akreditasi, sehingga pada gilirannya dapat mendatangkan manfaat/keuntungan nyata bagi kepentingan nasional Indonesia secara lebih luas. (SW-AS/EKO)

​KBRI Yangon, 30 November 2015