KBRI Yangon Mengadakan Lokakarya Dan Pertunjukan Wayang Kulit

Sebagai puncak acara, petang itu diselenggarakan pementasan Wayang Kulit dalam bahasa Inggris selama 1 jam yang membawakan cerita Ramayana dalam Lakon " Anoman The Envoy "  oleh dalang Ki Anton Surono Mpd dari Tegal, bertempat di Ballroom Hotel Summit Yangon, Myanmar tanggal 26 April 2007 yang mendapat sambutan meriah dari undangan lebih kurang 300 orang dari pejabat kementerian kebudayaan, Pejabat Pemerintah Myanmar dan Swasta, korps diplomatik, masyarakat Myanmar dan Indonesia juga diliput media cetak dan elektronik.

Pementasan tersebut dilakukan dalam rangka upaya KBRI Yangon membangun pendekatan hubungan bilateral antara Indonesia-Myanmar melalui bidang seni budaya, sebagai tindak lanjut Pertemuan Pertama Komisi Bersama tingkat Menteri Luar Negeri kedua negara yang telah diselenggarakan di Jakarta tanggal 14-15 Pebruari 2007 yang lalu.

Acara lokakarya dan pertunjukan Wayang Kulit tersebut diadakan oleh KBRI Yangon bekerjasama dengan Senawangi (Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia) Jakarta, dibuka dengan sambutan oleh KUAI Bpk Philemon Arobaya, menyampaikan bahwa acara ini sebagai upaya diplomasi dengan memperkenalkan seni budaya Indonesia yang luhur kepada masyarakat Myanmar. Selanjutnya sambutan dari Sekjen Senawangi Bpk Tupuk Sutrisno, menyampaikan bahwa seni pewayangan adalah seni budaya Indonesia yang luhur dan telah dinyatakan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO pada tanggal 21 April 2004 di kantor pusat UNESCO di Paris, sehingga perlu dilestarikan, dipromosikan  dan dikembangkan, maka pada tanggal 1 Desember 2006 telahterbentuk Asosiasi Wayang ASEAN yang dideklarasikan di Jakarta dan disaksikan oleh Wakil Presiden RI, Juga Bpk Suparmin Sunjoyo memberi penjelasan tentang Wayang Indonesia sebelum pementasan Wayang Kulit.

Sebagai penutup diadakan diskusi antar para undangan dan Tim Kesenian Senawangi yang diikuti dengan antusias, karena baru pertama kali pertunjukan Wayang Kulit ini diadakan di Myanmar.

Dengan terselenggaranya acara tersebut semakin menambah pengetahuan dan mempererat hubungan bilateral kedua Negara juga antar bangsa sebagai promosi Indonesia melalui seni dan budaya.

(sumber : KBRI Yangon, Myanmar)