KBRI Yangon Mempromosikan Rumah Budaya (PINKI) Dan Alumni Gathering

​​​​​​​​

Yangon – Minggu pagi yang cerah rumah budaya Indonesia atau disebut Pusat Informasi dan Kebudayaan Indonesia (PINKI) terlihat ramai. Pada hari itu, KBRI Yangon melaksanakan kegiatan promosi rumah budaya Indonesia di Myanmar pada tanggal (6/12) dan sekaligus mengumpulkan para alumni dan friend of Indonesia serta masyarakat Indonesia.

 

Pinki yang didirikan pada tanggal 27 Desember 2013 akan menjelang tahun keduanya tahun ini. Selama 2 tahunini PINKI masih merintis kegiatan-kegiatannya yang memiliki fungsi untuk memperkenalkan seni budaya Indonesia kepada masyarakat asing dalam rangka meningkatkan citra, apresiasi dan membangun ikatan budaya masyarakat Myanmar terhadap Indonesia. Selainitu PINKI juga merupakan wadah untuk mengajarkan keanekaragaman budaya Indonesia kepada masyarakat Indonesia.


Kegiatan diawali dengan acara pembukaan oleh Ibu Duta Besar RI Yangon yang menyampaikah harapannya agar rumah budaya di Myanmar ini menjadi media dan sarana untuk mengkomunikasikan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat Myanmar. Selanjutnya Ibu Tite Sumardi mengharapkan kegiatan pada hari ini merupakan langkah awal bagi kita semua untuk memanfaatkan keberadaan PINKI sebagai tempat berkumpul, belajar, dan mempromosikan Indonesia. Tanpa kehadiran, dukungan serta partisipasi aktif dari kita semua niscaya rumah ini akan selalu sepi dan keberadaan koleksi PINKI tidak ada ada manfaatnya.


Setelah acara pembukaan para hadirin yang terdiri dari para mahasiswa Yangon University, mahasiswa perhotelan, siswa/siswi IISY, kalangan diplomatik, dan masyarakat Indonesia, alumni serta Friend of Indonesia meninjau kegiatan di rumah budaya yaitu workshop batik, cooking class membuat “PisangIjo”, foto booth menggunakan pakaian daerah, memperkenalkan musik Indonesia seperti angklung, arum badan gamelan. Serta memperkenalkan permainan Indonesia seperti congklak, memasukan pensil kedalam botol dan makan donat.

 
Kegiatan ini juga dimeraihkan dengan lomba menyanyi lagu Indonesia untuk orang asing/Myanmar dan alumni serta lomba menyanyi dangdut bagi masyarakat Indonesia. Acara diselingi dengan quis tentang Indonesia bagi para tamu asing, apabila mampu menjawab yang benar mendapatkan hadiah cantik.
 

Acara ini pula disajikan sekaligus mempromosikan beragam kuiliner Indonesia kepada para tamu yang hadir seperti empal gentong, soto ayam, sate ayam, cireng, somay, empek-empek dan jajanan pasar serta batik. Kegiatan ini diliput media elektronik setempat MITV. Acara ditutup dengan pembagian hadiah bagi pemenang lomba yang dipertandingkan.
 
(Sumber: Pensosbud)​​