Pemulangan 111 Nelayan Indonesia yang Tertangkap di Perairan Myanmar

1/13/2010

 

Pada kurun waktu bulan November 2009, sejumlah 111 nelayan Indonesia tertangkap oleh Angkatan Laut Myanmar karena telah melanggar batas wilayah perairan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 102 orang ditangkap di perairan Coco Island dan kemudian dipindahkan ke penjara di Yangon, di mana pengadilan setempat menjatuhkan 3 tahun 6 bulan hukuman kurungan dan denda sebesar 20,000 kyats (+ US$ 20). Sementara 9 orang lainnya ditangkap di wilayah Myeik, Divisi Tanintharyi, dan dijatuhi hukuman penjara selama 2 tahun.

 

Kedutaan Besar RI di Yangon kemudian berupaya untuk melepaskan para nelayan tersebut, baik melalui jalur diplomatik maupun jaringan hubungan personal. Berbagai upaya yang ditempuh pada akhirnya berbuah manis dengan dikeluarkannya keputusan pemberian pengampunan terhadap ke-111 nelayan, serta pembebasan dari semua tuntutan. Keputusan tersebut disampaikan kepada KBRI Yangon melalui dua nota diplomatik Kementerian Luar Negeri Uni Myanmar tanggal 24 Desember 2009. 

 

Sejak diterimanya keputusan, KBRI Yangon berupaya untuk memulangkan para nelayan tersebut, namun terhambat oleh padatnya jadwal penerbangan hingga awal Januari 2010. Setelah melakukan pendekatan dengan beberapa maskapai penerbangan, diputuskan untuk melakukan pemulangan dalam 3 (tiga) gelombang penerbangan dengan pesawat Malaysia Airlines, sebagai berikut:

-           Gelombang I, 13 Januari 2010 akan dipulangkan 18 (delapan belas) orang nelayan dengan dua pendamping dari KBRI;

-            Gelombang II, 18 Januari 2010 akan dipulangkan 50 (lima puluh) orang nelayan dengan tiga pendamping dari KBRI;

-           Gelombang III, 20 Januari 2010 akan dipulangkan 43 (empat puluh tiga) orang nelayan dengan tiga pendamping KBRI.

 

Pembebasan para nelayan Indonesia ini dapat dipandang sebagai bukti terjalinnya hubungan yang baik di antara Indonesia dan Myanmar, serta adanya upaya peningkatan hubungan bilateral dengan semangat 60 tahun hubungan diplomatik yang diperingati pada tanggal 27 Desember 2009 lalu.