Myanmar

Sekilas Myanmar: Culture Myanmar adalah negara yang didominasi oleh pemeluk Buddha. Sekitar 80 % dari total populasi masyarakat di Myanmar memeluk agama Buddha, sehingga paling tidak ada satu patung, pagoda, dan biara Buddha di setiap tempat. Selain itu ada agama Kristen, Muslim, Hindu, dan Animisme. Myanmar memberikan kebebasan kepada warga negaranya untuk memeluk agama lain selain Buddha, hal ini dapat dilihat dari bangunan-bangunan keagamaan yang berbeda-beda di tiap kota besar. Kehidupan beragama sudah menjadi hal yang sangat sakral di umat Buddha, sehingga didalam kegiatan kehidupan sehari-hari tidak bisa lepas dari ritual-ritual ajaran Buddha. Hal tersebut dapat dilihat dari sistem kalendar Myanmar yang terdapat bulan-bulan puasa ajaran Buddha, pada bulan Juli ke Oktober, dan selama bulan puasa tersebut pernikahan dan perpindahan rumah biasanya tidak diperbolehkan. Myanmar berada ditengah-tengah dua peradaban besar, yaitu Cina dan India, tetapi sampai saat ini Myanmar terus berkembang dengan karakteristiknya sendiri. Bagi sebagian besar masyarakat Myanmar, biara Buddha merupakan pusat kehidupan bagi setiap orang. Oleh karena itu, ada kekaguman tersendiri bahwa budaya Myanmar searah dengan ajaran Buddha. Mayoritas masyarakat di Myanmar selalu mencoba hidup sesuai dengan lima ajaran dasar Buddha dalam kegiatan sehari-hari. Hal yang sangat unik dalam budaya Myanmar adalah kebebasan dari diskriminasi suku atau jenis kelamin. Setiap orang berhak mendapatkan keadilan, kesempatan, dan perlakuan di mata hukum atau di kehidupan sehari-hari. Menurut sejarahnya, wanita di Myanmar memainkan peran lebih besar bila dibandingkan dengan tradisi masyarakat barat sejak dahulu, mereka memiliki hak kepemilikan kekayaan dan memiliki kebebasan pada aktivitas ekonomi. Wanita di Myanmar sangat menikmati kesamaan status dengan para pria, dan jika menikah mereka tidak diharuskan untuk memakai nama keluarga suami dibelakang nama mereka.