Upacara Peringatan HUT ke 66 RI di Windhoek

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

 

Dalam rangka memperingati hari Proklamasi Kemerdekaan ke-66 Republik Indonesia tahun 2011, pada tanggal 17 Agustus 2011 bertempat di Wisma Duta telah diselenggarakan Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih pada Pukul 10.00 waktu setempat dan Upacara Penurunan Bendera Merah Putih pada Pukul 17.30 waktu setempat. Bertindak sebagai Pembina Upacara adalah KUAI RI Windhoek.

 

Pelaksanaan Upacara Bendera dilakukan dengan berpedoman pada Surat Menteri Sekretaris Negara No. B 820/M.Sesneg/Setmen/KK.08/06/2011 tanggal 14 Juni 2011 perihal Pedoman Peringatan HUT ke-66 RI tahun 2011. Bertindak sebagai Petugas Upacara adalah pelajar Indonesia asal Papua yang saat ini sedang belajar di Politeknik Namibia. Petugas Pengibaran dan Penurunan Bendera adalah Sdr. Aristoteles C. A. Wambrauw, Sdr. Antoni Yeremia Womsiwor dan Sdri. Pin Kristin Runtuboy.

 

Petugas MC adalah Sdri. Maria Rosalina Yopeng, Pembaca Naskah Proklamasi Sdr. Patref Korwa, Pembaca Pembukaan UUD 1945 Sdri. Wanny Meillin Iek serta ajudan Pembina Upacara adalah Sdri. Else Sanyi. Upacara Pengibaran dan Penurunan Bendera Merah Putih dihadiri oleh seluruh Staf KBRI Windhoek, Pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan KBRI Windhoek, Pelajar Indonesia asal Papua yang sedang belajar di Politeknik Namibia dan masyarakat Indonesia di Namibia.

 

Setelah Upacara Penurunan Bendera, diadakan buka puasa bersama yang kemudian dilanjutkan acara syukuran. Acara ini diawali dengan doa lintas agama dengan urutan doa menurut agama Islam oleh Sdr. Taufik Hidayat, agama Katolik oleh Sdr. Rikardus Rumangun, agama Kristen oleh Sdri. Pin Kristin Runtuboy dan diakhiri oleh doa menurut agama Hindu oleh Sdri. Made Santi Ratnasari.

 

Dalam kesempatan acara syukuran, para pelajar Indonesia asal Papua menyatakan rasa terima kasihnya atas kepercayaan yang diberikan kepada mereka sebagai petugas upacara dan mengharapkan hal yang sama dapat mereka lakukan tahun depan. Upacara bendera dalam rangka peringatan HUT RI ke-66 ini juga diliput oleh media massa dan media TV.

 

Hal ini selain menunjukkan kedekatan antara KBRI Windhoek dengan kalangan media, mereka juga menganggap acara ini menarik untuk diliput. Seusai acara pengibaran bendera, media tv Namibian Broadcasting Corporation melakukan wawancara singkat dengan KUAI RI dimana dalam kesempatan tersebut KUAI menjelaskan secara singkat tentang makna hari Kemerdekaan Indonesia dan hubungan bilateral RI-Namibia yang semakin erat.