Tarian Kuala Deli dan Gamelan memeriahkan acara Charity Bazaar Asosiasi Istri Diplomat di Namibia

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Pada hari Sabtu, tanggal 28 Mei 2011 dari pukul 10.00 – 17.00 waktu setempat, KBRI Windhoek telah berpartisipasi dalam acara Association Diplomatic Spouses (ADS) International Charity Bazaar bertempat di Franco-Namibia Cultural Center, Windhoek. Acara tersebut diikuti oleh 16 (enam belas) perwakilan asing di Namibia yang terdiri dari Indonesia, Perancis, Kuba, Venezuela, Malaysia, Nigeria, Algeria, Zimbabwe, Brazil, Mesir, Rusia, Finlandia, Kenya, Afrika Selatan, China dan Spanyol. Semua peserta bazaar menjual makanan khas negara masing-masing serta produk-produk garmen, souvenir dan handicraft. Acara bazaar dimaksud bertujuan untuk menggalang dana yang selanjutnya disumbangkan ke berbagai lembaga dan proyek sosial di Namibia dalam rangka membantu anak-anak miskin dan membantu korban bencana banjir yang terjadi di bagian utara Namibia. Acara dimeriahkan oleh pertunjukan kebudayaan dari Rusia, Kuba dan Indonesia. Selain menampilkan makanan kecil khas Indonesia, produk-produk batik dan kerajinan tangan lainnya, KBRI Windhoek juga menampilkan pertunjukan gamelan yang melantunkan musik tradisional Jawa: Manyar Sewu, Kebo Giro dan Ladrang Pangkur serta gamelan jawa yang mengiringi lagu daerah Suwe Ora Jamu, Es Lilin dan Bubuy Bulan. Selain itu dipertunjukan pula 2 (dua) tarian tradisional asal Sumatera Utara: Kuala Deli oleh PF Protkons-Pensosbud beserta staf Pensosbud, istri PF. Ekonomi dan istri Kepala Unit Komunikasi serta tari tradisional asal Jawa Tengah: Tari Topeng oleh Staf Unit Komunikasi. Musik gamelan dan tarian tersebut dipertunjukkan masing-masing dua kali selama bazaar berlangsung. H.E. Madam Penehupifo Pohamba (istri Presiden Namibia) juga berkesempatan hadir dan meninjau seluruh stand. Madam Pohamba cukup lama berada di stand Indonesia, mencicipi hidangan Indonesia dan melihat pakaian batik serta produk kerajinan tangan Indonesia lainnya. Saat itu, KUAI RI berinisiatif memberikan dua tenun ikat sebagai tanda persahabatan. Madam Pohamba terlihat sangat senang dan menghargai pemberian tersebut. Pada acara bazaar kali ini, seluruh hasil penjualan makanan didonasikan ke ADS sebagai panitia bazaar. Sementara itu 10% dari hasil penjualan produk batik dan kerajinan tangan lainnya oleh pengusaha Indonesia dan WNI di Namibia, disumbangkan ke ADS. Pada kesempatan tersebut, makanan Indonesia terlihat sangat diminati dan seluruhnya terjual tanpa sisa. Acara bazaar berlangsung ramai dan lancar, para pengunjung terlihat antusias dalam mengunjungi seluruh stand yang ada dan termotivasi untuk mencicipi keanekaragaman makanan dan melihat produk-produk dari negara yang berbeda-beda tersebut. Terlepas dari itu, acara bazaar internasional ini juga dijadikan ajang untuk saling mengenal dan lebih mendekatkan korps diplomatik dengan masyarakat umum di Namibia. Hal ini ditunjukkan dengan berbaurnya para kepala perwakilan tanpa batasan dan tanpa pengaturan protokoler. Mereka bersama-sama menikmati hidangan dan pertunjukan-pertunjukan yang ditampilkan. Penampilan KBRI mendapat pujian dan disambut hangat dan meriah oleh pengunjung dan peserta bazaar. Sementara itu, seperangkat alat musik Gamelan KBRI berhasil mengundang perhatian para pengunjung. Tidak sedikit dari mereka yang mencoba memainkan gamelan tersebut atau sekedar berfoto. Promosi kuliner, produk-produk Indonesia sekaligus seni tari dan musik tradisional Indonesia pada kegiatan kali ini kiranya dapat bermanfaat dalam peningkatan citra Indonesia di Namibia sebagai negara besar yang kaya akan seni dan budayanya. Adapun peningkatan kemampuan dan keterampilan staf KBRI beserta WNI di Namibia dalam bidang seni budaya akan senantiasa dikembangkan dari waktu ke waktu. KBRI Windhoek senantiasa memanfaatkan sumber daya yang ada untuk mempertunjukan kesenian Indonesia pada setiap kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan baik oleh KBRI Windhoek maupun oleh pemerintah atau organisasi di wilayah akreditasi. Untuk kegiatan kali ini, pelatih gamelan KBRI adalah Sdr. Miranto Suwandi, staf Unit Komunikasi sedangkan pelatih tari Kuala Deli adalah Sdri. Ivo Hartono, istri dari Sdr. Tri Hartono, Kepala Unit Komunikasi. Dapat pula kami sampaikan bahwa suksesnya partisipasi KBRI Windhoek dalam acara bazaar internasional kali ini tidak terlepas dari peran aktif dan dukungan Dharma Wanita Persatuan KBRI Windhoek.