Penyelenggaraan Seminar: Discovering the Diversity of Indonesia’s Tourist Destinations, 9 Nopember 2010

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Pada tanggal 9 November 2010, KBRI Windhoek telah menyelenggarakan Seminar yang bertema “Discovering the Diversity of Indonesia’s Tourist Destinations”. Seminar ini dihadiri oleh 16 peserta yang berasal dari Namibian Tourism Board, Air Lines Companies seperti South African Airways, Air Namibia, British Airways dan TAAG, dari Tours and Travel Agencies serta wartawan setempat. Dalam kesempatan tersebut, keseluruhan acara diliput oleh Stasiun TV “One Africa”. Seminar yang berdurasi setengah hari tersebut bertujuan untuk lebih memperkenalkan Indonesia kepada masyarakat Namibia. Acara dibuka oleh Duta Besar RI – Windhoek. Sebelum menyampaikan Welcoming Remark nya, Duta Besar RI mengajak para peserta untuk melakukan minute of silence guna mendoakan para korban beberapa bencana alam yang terjadi di Indonesia beberapa waktu lalu, yang diantaranya bencana gempa di Papua, tsunami di Pulau Mentawai dan yang terakhir adalah bencana meletusnya gunung merapi di Sleman, Yogyakarta. Dubes RI juga menyampaikan bahwa perekonomian kedua Negara yaitu Indonesia dan Namibia sangat dipengaruhi oleh sektor pariwisata, keduanya juga memiliki potensi keindahan alam yang unik yang dapat dijadikan komponen penting dari tumbuhnya sektor pariwisata di masing-masing negara. Duta Besar RI juga menginginkan adanya kerja sama konkret di sektor industri pariwisata, khususnya antara tours and travel agencies di Indonesia dan Namibia. Setelah Welcoming Remark dari Dubes RI, acara dilanjutkan dengan pemutaran video tentang profil Indonesia yang disusun oleh KBRI Windhoek dan pemutaran testimony dari turis asing tentang pariwisata Indonesia yang disusun oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI. Program selanjutnya adalah presentasi dari Sdr. Toary C.F. Worang, Sekretaris I Pelaksana Fungsi Ekonomi dan Pensosbud, yang memaparkan paper yang berjudul: “Indonesia – Namibia Untapped Tourism Potential: How to Benefit it”. Yang pada intinya menjelaskan fact tentang Indonesia dan tourism overview yang meliputi beberapa atraksi dan kegiatan pariwisata yang tersebar diberbagai daerah tujuan wisata di Indonesia. Dijelaskannya bahwa Indonesia memiliki kharakter kebhinekaan dalam suku, bahasa, agama, budaya, alam serta flora dan faunanya. Selain itu, disampaikan pula bagaimana Indonesia dan Namibia dapat saling menggunakan potensi wisatanya dan membentuk kerangka kerja sama yang saling menguntungkan antara kedua Negara. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan presentasi dari Sdr. Made Santi Ratnasari, Sekretaris Ketiga, Pelaksana Fungsi Protokol dan Konsuler, memaparkan pengenalan visa Indonesia yang meliputi jenis-jenis visa, syarat-syaratnya, serta jangka waktu proses pengeluaran visa. Sebelum memulai presentasi, dijelaskan perihal track record pemberian visa Indonesia oleh KBRI Windhoek yang cenderung meningkat di tahun 2010 yang mencapai angka lebih dari 200 aplikasi, dibandingkan dengan tahun 2009 yang hanya mencapai angka 92 aplikasi visa. Acara ditutup dengan vote of thanks dari Sdr. Zainul Idris Yunus, Councellor Pelaksana Fungsi Politik dan dilanjutkan dengan makan siang bersama yang menampilkan makanan khas Indonesia yang disajikan oleh Dharma Wanita Persatuan KBRI Windhoek. Sambil menikmati santapan culinary Indonesia, para peserta dihibur dengan pertunjukan musik kolintang oleh para staf KBRI dan masyarakat Indonesia di Windhoek. Disela-sela pertunjukan musik Kolintang, terdapat acara pembagian door prize berupa Indonesian Souvenir, wayang golek Rama dan Shinta serta kain ulos.