Partisipasi KBRI dalam International Cuisine Day, Politeknik Namibia

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Pada tanggal 3 Agustus 2011, KBRI Windhoek telah berpartisipasi dalam acara International Cuisine Day yang merupakan bagian dari International Cultural Festival of the Polytechnic of Namibia yang diselenggarakan oleh Politeknik Namibia dari tanggal 1 -5 Agustus 2011. Festival Kebudayaan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati 16 (enam belas) tahun berdirinya Politeknik Namibia dengan tema “Mozambu Ouete Vemue” (In Culture We Are One) Politeknik Namibia mengundang Perwakilan Asing di Namibia dan masyarakat tradisional Namibia untuk berpartisipasi dalam acara tersebut tanpa dikenakan biaya. Festival tahun ini dibagi atas 2 (dua) kegiatan, yaitu : International Cultural Festival (1 - 5 Agustus 2011) dan International Cuisine Day (3 Agustus 2011) International Cuisine Day tahun 2011 diramaikan oleh berbagai macam makanan tradisional khas suku-suku di Namibia seperti Oshiwambo, Otjiherero, Damara, Nama, Herero, Tswana, Kavango, Caprivi, Afrikaner, Coloured dan Baster (Rehoboth). Negara-negara asing yang diwakili oleh Perwakilannya untuk ikut serta dalam festival makanan internasional adalah Spanyol, Indonesia, dan Cina. Sedangkan negara asing lainnya seperti Korea Selatan, Kenya, Nigeria, Uganda, DRC, Zimbabwe, Filipina, Austria dan Angola diwakili oleh Staf atau pelajar Politeknik. KBRI Windhoek dengan bantuan Dharma Wanita Persatuan menyajikan berbagai makanan ringan khas Indonesia seperti Mie Goreng, Putu Ayu dan Pastel. Makanan ringan tersebut dijual dengan harga yang terjangkau sesuai dengan kebijakan pihak Panitia (Politeknik Namibia) kepada para peserta acara, agar harga makanan dapat disesuaikan dengan kantong mahasiswa yang secara mayoritas merupakan pengunjung terbesar. Selain itu dalam rangka mendukung tema Festival Kebudayaan Politeknik tahun 2011 dan mendukung program diplomasi budaya KBRI di Namibia, KBRI menampilkan tarian Yospan yang dimainkan oleh 8 pelajar dari Provinsi Papua yang sedang menempuh pendidikan di Politeknik Namibia sejak bulan Nopember 2009. Selain pertunjukan kebudayaan internasional, acara pembukaan International Cuisine Day juga diisi oleh motivational speech oleh Dr. Tobie Aupindi, Direktur New African Ventures dan mantan Direktur Namibian Wildlife Resort. Dr. Aupindi adalah lulusan dari Politeknik Namibia dan dalam kesempatan tersebut Dr. Aupindi memberikan motivasi kepada para mahasiswa yang hadir agar terus berusaha dan belajar untuk menjadi pembuat lapangan kerja (job creator) dan bukan hanya pencari pekerjaan (job seeker). Penampilan tarian Yospan oleh mahasiswa Indonesia dari Provinsi Papua yang sedang menempuh pendidikan di Politeknik Namibia menarik perhatian para penonton acara pembukaan International Cuisine Day yang dihadiri oleh Rektor Politeknik, Prof. Tjama Tjivikua, Dekan Politeknik, Frieda Shimbuli, Dr. Tobie Aupindi (Direktur New African Ventures), KUAI, perwakilan korps diplomatik dan pelajar Politeknik. Para hadirin bertepuk tangan dan turut larut dalam suasana tarian. Selain Indonesia, Korea Selatan menampilkan tiga buah tarian modern yang dipertunjukan oleh anggota misionaris dari Korea yang saat ini sedang bertugas di Namibia. Setelah acara pembukaan, stand makanan Indonesia merupakan stand pertama yang dituju oleh Prof. Tjama Tjivikua dan Dr. Tobie Aupindi yang diarahkan oleh KUAI. Prof. Tjivikua dan Dr. Aupindi langsung mencoba mie goreng, kue putu dan pastel yang disediakan oleh Dharma Wanita Persatuan dan mendapatkan satu buah indomie cup. Makanan yang dijual oleh DWP laris dibeli pengunjung. Mie Goreng, Putu Ayu dan kue Pastel habis dalam kurun waktu kurang dari satu jam. Untuk mengobati kekecewaan para pengunjung yang tidak sempat membeli makanan Indonesia yang dimasak oleh DWP, DWP menjual Pop Mie (mie instan) yang juga laris dibeli para mahasiswa dan masyarakat umum. Pada akhir acara, Dean of Students of Polytechnic, yang juga merupakan sahabat Indonesia, Ms. Frieda Shimbuli menyampaikan rasa terima kasih atas kembali berpartisipasinya KBRI Windhoek dalam acara International Cuisine Day dan memuji kelezatan makanan Indonesia. Beliau juga menyampaikan keinginannya agar grup musik kolintang KBRI dapat mengisi acara pembukaan Festival Kebudayaan Politeknik di tahun mendatang. KBRI Windhoek berharap partisipasi KBRI dalam berbagai kegiatan sejenis dapat menjadi salah satu upaya untuk peningkatan citra positif Indonesia serta sebagai potensi yang dapat dimanfaatkan bagi pengembangan dan promosi sektor pariwisata dan seni budaya Indonesia di Namibia, khususnya bagi pemuda-pemudi calon pemimpin bangsa.