Masyarakat Propinsi Hardap, terpesona dengan pelatihan membatik

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

KBRI Windhoek kembali menyelenggarakan Introductory Batik Workshop di kota Mariental tanggal 21 Oktober 2011 di Persianer Hall, pukul 10.00 – 15.00 ws. Kegiatan Batik Workshop ini diselenggarakan sebagai bagian dari kegiatan diplomasi seni dan budaya Indonesia di Namibia dan untuk lebih mempererat hubungan antara masyarakat Namibia.
 
Batik Workshop 2011 ini merupakan yang pertama diselenggarakan oleh KBRI di luar ibukota Windhoek menanggapi permohonan dari Gubernur Provinsi Hardap, Hon. Hanse Himarwa. Untuk mendukung pelaksanaan batik workshop, KBRI Windhoek kembali mengundang Peneliti dan Instruktur Batik Tradisional Indonesia dari Batik House Indonesia, Sdri. Venny Afwany Alamsyah dari Jakarta yang telah berpengalaman memberikan pelatihan membatik di sekitar 60 negara. Introductory Batik Workshop 2011 di Mariental terselenggara atas kerjasama KBRI, Batik House Indonesia dan Pemerintah Regional Provinsi Hardap dan diikuti oleh 31 (tiga puluh satu) orang peserta yang terdiri dari para wanita yang terlibat proyek pemberdayaan perempuan dari 4 konstituensi Provinsi Hardap.
 
Dalam sambutannya, KUAI RI Windhoek, Bapak Zainul Idris Yunus antara lain menyampaikan bahwa keberadaan batik semakin populer di Namibia. Selain itu, KBRI ingin mendekatkan masyarakat dengan salah satu kebudayaan Indonesia yaitu batik tulis yang telah dipilih oleh UNESCO sebagai Intangible Cultural Heritage di tahun 2009.
 
Diharapkan melalui pelatihan membatik ini, peserta dapat mengembangkan teknik membatik masing-masing dan memanfaatkan pelatihan sebagai alat pemberdayaan diri serta bersedia berbagi pengetahuan yang didapat kepada masyarakat Namibia lainnya.
 
Hon. Hansina Christian, Special Advisor Gubernur Provinsi Hardap (yang juga mantan anggota DPR Namibia) mewakili Gubernur Provinsi Hardap, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Batik adalah salah satu budaya berharga dari Indonesia.
 
Dia juga mengucapkan terima kasih atas inisiatif yang dilakukan oleh KBRI dalam upaya memberdayakan masyarakat Provinsi Hardap khususnya kaum wanita melalui pelatihan membatik.
 
Pelatihan membatik dimulai dengan presentasi mengenai proses pembuatan batik Indonesia, jenis batik dan peralatan membatik oleh Sdri. Venny Alamsyah. Setelah itu dibagikan kepada para peserta, satu set peralatan dasar untuk membuat batik tulis yang membantu mereka untuk dapat langsung melakukan praktek membatik diatas kain dengan menggunakan lilin dan canting serta melakukan proses pembuatan pewarna alami.
 
Setelah menyimak presentasi yang disampaikan oleh Sdri. Venny Alamsyah mengenai para peserta kemudian memperoleh kesempatan untuk belajar membatik di atas kain dan di atas kayu dengan menggunakan canting. Mereka kemudian membawa pulang hasil karya masing-masing beserta cendera mata berupa tas kain batik.
 
Dalam kesempatan yang sama, KBRI mempromosikan kuliner Indonesia dibantu DWP KBRI Windhoek dengan menyajikan Ayam Goreng Mentega, Mie Goreng dan Perkedel Kentang yang disediakan sebagai konsumsi makan siang yang disambut dengan antusias oleh para peserta. Acara Workshop ditutup dengan foto bersama.