Kerjasama Indonesia –Namibia untuk Pengembangan Padi di Namibia

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Kerjasama Indonesia –Namibia untuk Pengembangan Padi di Namibia Tidak banyak yang mengetahui bahwa Namibia sebuah negara di kawasan Afrika bagian selatan, masyarakatnya juga mengkonsumsi nasi meskipun belum menjadi bahan pangan pokok seperti di Indonesia.

Menyadari bahwa wilayah utara memiliki potensi untuk menjadi gudang pangan melalui penanaman padi, maka Pemerintah Namibia menyatakan komitmennya untuk mendukung keberhasilan pengembangan padi melalui pendirian Kalimbeza Rice Project di daerah Caprivi sekitar 1300 km utara Windhoek. Pembangunan proyek padi Kalimbeza bertujuan untuk menciptakan produksi padi di wilayah tersebut dalam rangka meningkatkan produksi pangan dan food security Namibia.

Untuk mendukung keberhasilan program nasionalnya tersebut maka Pemerintah Namibia dan Universitas Namibia selaku mitra kerja utamanya menyatakan keinginannya untuk bekerjasama dengan Indonesia yang dikenalnya sebagai salah satu negara utama penghasil beras di dunia. Untuk itulah KBRI Windhoek mengambil inisiatif mengundang dua ahli pertanian Universitas Gadjah Mada ke Namibia dan melihat secara langsung proyek padi dan bertemu dengan pimpinan proyek proyek, Prof Luke Kanyumeka.

Dari hasil kunjungan singkatnya sebanyak dua kali yaitu November 2008 dan bulan November 2009, DR Taryono menyatakan bahwa daerah tersebut cocok untuk pengembangan pertanian, namun demikian untuk pengembangan lebih lanjut diperlukan data-data lebih lanjut, diantaranya peta kontur tanah, temperature, banjir, cuaca dll selama 5-10 tahun terakhir. Dengan data tersebut akan dapat diketahui daerah mana yang cocok untuk penanaman padi atau jenis tanaman produktif lainnya.

Dengan adanya MoU kerjasama Universitas Gadjah Mada dengan Universitas Namibia khususnya di bidang pertanian, diharapkan maka dalam waktu dekat dapat dilakukan pengiriman tenaga ahli pertanian dari Indonesia ke Namibia dan sebaliknya dari Namibia untuk belajar penanaman padi di Indonesia.

Dengan disebutnya Indonesia, khususnya Universitas Gadjah Mada sebagai mitra kerjasama dalam proyek padi ini, Indonesia semakin jelas diharapkan perannya dalam menunjang keberhasilan proyek padi tsb. Hal ini tentunya merupakan kesempatan berharga bagi Indonesia dan tidak boleh disia-siakan.