Grup Band Mahasiswa Indonesia meramaikan /AE//Gams Arts and Cultural Festival di Windhoek

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Pada tanggal 8 September 2011, KBRI Windhoek telah berpartisipasi dalam acara 2011 /AE/Gams Arts and Cultural Festival yang diselenggarakan oleh Kotamadya Windhoek dari tanggal 4 – 10 September 2011. Festival Kebudayaan ini diselenggarakan untuk mendekatkan pengunjung dan penduduk kota Windhoek yang mencerminkan keragaman budaya Namibia dan meningkatkan identitas kota Windhoek dan Kotamadya Windhoek sebagai kota tujuan wisata yang patut diperhitungkan. Acara tersebut dibuka oleh Menteri Pemuda Namibia, Hon. Kazenambo Kazenambo mewakili Presiden Hifikepunye Pohamba yang dihadiri juga oleh Walikota Windhoek, Korps Diplomatik termasuk KUAI, kalangan budayawan serta masyarakat umum lainnya di Windhoek. Dalam rangka mendukung program diplomasi budaya KBRI di Namibia, KBRI menampilkan pertunjukan musik lagu-lagu rakyat Indonesia yang dimainkan grup band asuhan KBRI yang terdiri dari 8 orang pelajar dari Provinsi Papua yang sedang menempuh pendidikan di Politeknik Namibia sejak bulan Nopember 2009 dan satu orang masyarakat Indonesia sebagai pemain drum. Grup musik asuhan KBRI menyanyikan 4 lagu daerah dari Provinsi Papua (E Yamko Rambe Yamko, Diru Diru, Apuse, Sajojo dan 1 lagu dari Tanzania, Malaika dan menarik perhatian penonton yang terdiri dari masyarakat Windhoek dan wisatawan asing. Selain grup musik Indonesia, acara festival kebudayaan /AE//Gams tanggal 8 September 2011 juga diramaikan oleh pertunjukan kebudayaan dari suku Caprivi dan Kavango yang sangat menarik dan dinamis. Sebelum beraksi, salah seorang personil grup musik memperkenalkan band dengan menyatakan bahwa mereka adalah mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Politeknik Namibia dan menyampaikan pula bahwa Indonesia terdiri dari 17.500 pulau dan dalam kesempatan tersebut mereka akan menyanyikan lagu-lagu daerah mereka. KBRI memfasilitasi anak-anak mahasiswa selama berlatih dengan meminjamkan alat musik dan tempat berlatih yaitu di ruang serba guna KBRI. Kegiatan berlatih musik bagi mahasiswa Indonesia tersebut dimaksudkan agar mereka dapat mengisi waktu luang di luar jam kuliah atau pada saat liburan. Penyelenggaraan 2011 /AE/Gams Arts and Cultural Festival tema “Going Green through Culture” tersebut diadakan di beberapa tempat sekitar Windhoek seperti Zoopark Amphitheater dan pelataran jalan protokol Independence Avenue yang menyajikan keragaman jenis makanan Namibia melalui penjualan penganan khas berbagai suku di Namibia. Melihat pentingnya festival ini dalam kalendar kegiatan tahunan kota Windhoek, terlebih dengan keikutsertaan peserta festival dalam jumlah besar, serta perhatian masyarakat setempat yang besar, maka dapat dikatakan bahwa festival ini dapat menjadi moment yang tepat bagi upaya peningkatan promosi wisata. Keikutsertaan KBRI pada festival ini secara khusus telah membantu promosi citra serta wisata Indonesia di berbagai kalangan, khususnya masyarakat Namibia dan wisatawan mancanegara yang sedang berkunjung ke Namibia. KBRI Windhoek kerap berupaya untuk mempromosikan keragaman budaya melalui pertunjukan tarian, musik, pemutaran film Indonesia dalam berbagai kesempatan di Namibia. Oleh karena itu, KBRI Windhoek berharap di masa mendatang, kelompok seni dari Indonesia dapat hadir di Namibia dan turut berpartisipasi dalam berbagai festival di Namibia untuk mendukung program diplomasi budaya KBRI di Namibia.