Dr. Hery Wijayanto: Angin Segar Bagi Peningkatan Kerja Sama Pendidikan RI – Namibia

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Kedatangan Dr. Hery Wijayanto, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada (UGM), sudah lama di nanti oleh civitas akademika Universitas Namibia (UNAM). Pengajar senior yang memiliki keahlian di bidang anatomi, mikrobilogi dan psikologi hewan ini, diharapkan dapat membagi ilmunya selama setahun, sebagai dosen tamu di universitas bergengsi itu. Tidak heran, kedatangan Dr. Wijayanto di bandara internasional Hosea Kutako, Namibia, Senin (30/1) lalu, disambut hangat pihak UNAM dan KBRI Windhoek.
 
Kehadiran Dr. Wijayanto merupakan bagian tak terpisahkan dari pelaksanaan nota kesepahaman yang ditandatangani antara UGM dengan UNAM pada 2009. Sejak itu, kedua universitas telah menjalin kerja sama insentif di bidang pertanian.
 
Prof. Irvin Mpofu, Head of Animal Science, Fakultas Pertanian UNAM, mengharapkan kehadiran Dr. Wijayanto dapat membantu proses pembentukan Fakultas Kedokteran Hewan UNAM yang masih terbilang muda dan anyar itu serta pengajaran program “pre-veterinary medicine” pada tahun ajaran 2012.
 
Kerja sama di bidang kedokteran hewan dipandang strategis di Namibia, mengingat negara ini masih dihadapi persoalan kurangnya tenaga dokter hewan dan trampil di sektor ini. Sementara, peran mereka sangat dibutuhkan dan signifikan dalam pengembangan industri perternakan, salah satu tulang punggung perekonomian Namibia.
 
Dalam kesempatan pertemuan dengan Dr. Wijayanto, Dubes RI Windhoek Agustinus Sumartono menyampaikan apresiasi atas kesediaan beliau memenuhi permintaan UNAM. Diharapkan hal ini dapat mendorong peningkatan kerja sama pendidikan RI – Namibia. 
 
Mungkin tidak banyak orang sekaliber Dr. Wijayanto, dengan segala kapasitas dan kompetensi yang dimilikinya, mau menerima tawaran mengajar di negeri yang jauh dari tanah air. “Tantangan”, barangkali itulah kata yang pas, untuk menjawab pertanyaan itu.
 
Selama kurun waktu 1998 – 2005, tidak kurang dari 11 publikasi telah dirampungkan Dr. Hery Wijayanto bersama kolehanya (Sumber: KBRI Windhoek/Toary Worang).