9 Tari Bali Resmi Menjadi Warisan Budaya tak Benda Dunia

​​​​​Ketua Sidang ke-10 Komite Antar Pemerintah untuk Perlindungan Warisan Budaya Tak Benda UNESCO, Duta Besar Trudie Amulungu memutuskan bahwa 9 (sembilan) tari Bali yang terangkum dalam 3 (tiga) genreditetapkan menjadi warisan budaya tak benda dunia (Rabu, 02 Desember 2015).
 Tubagus Ahmad Fauzi Soelaiman atas nama Pemerintah Indonesia menyampaikan terima kasih kepada Ketua Komite dan semua negara anggota Komite atas penetapan 9 (Sembilan) tari Bali menjadiwarisan budaya tak benda dunia.
t.
Ke-9 tarian tersebut adalah Tari Rejang, Tari Sanghyang Dedari, dan Tari Baris (genre tari wali/sakral), Topeng Sidhakarya, Drama Tari Gambuh, dan Drama Tari Wayang Wong (genre tari semi sakral) Tari Tari Legong Keraton, Tari Joged Bungbung dan Tari Barong Ket (genre tari hiburan).
Sidang ke-10 Komite Antar Pemerintah untuk Perlindungan Warisan Budaya Tak Benda UNESCO yang berlangsung di Windhoek, Namibia 30 Oktober – 04 Desember 2015 dihadiri oleh lebih 700 delegasi dari berbagai negara. Delegasi Indonesia dalam sidang tersebut adalah Duta Besar RI untuk UNESCO Tubagus Ahmad Fauzi Soelaiman, ​Duta Besar RI Windhoek Agustinus Sumartono, Veronica Vicka Ancilla Rompis, Shieni Suni Ratnaningsih, Pramudya Sulaksono, Rieza Rahadian Maulana dan Budi Annisa Sidi. Dari kalangan Lembaga Swadaya Masyarakat turut hadir dalam sidang adalah Ketua Asosiasi Tradisi Lisan (ATL), Maria Purenti Pudentia dan Sekretaris ATL, Jabatin Bangun.
(Miranto Suwandi/Staf Ekonpensosbud KBRI Windhoek)