Angola

PROFIL NEGARA REPUBLIK ANGOLA Nama Resmi Negara : República de Angola (Republik Angola) Bentuk Negara : Republik Terdiri atas 18 provinsi, yaitu: Bengo, Benguela, Bie, Cabinda, Cuando Cubango, Cuanza Norte, Cuanza Zul, Cunene, Huambo, Huila, Luanda, Lunda Norte, Lunda Sul, Malanje, Moxico, Namibe, Uige, Zaire Ibukota : Luanda Luas Wilayah : 1.246.700 km2 yang seluruhnya merupakan wilayah daratan Lagu Kebangsaan : Angola Avante! (Forward Angola!) Jumlah Penduduk : 12.263.596 (estimasi bulan Juli 2007) : Kelompok Etnis : Ovimbundu 37%, Kimbundu 25%, Bakongo 13%, Mestico (Ras campuran Eropa dan Afrika) 2%, Eropa 1%, lain-lain 22% Agama : Kepercayaan (47%), Kristen Katolik (38%), Kristen Protestan (15%) – (estimasi tahun 1998) Bahasa Resmi : Portugis Pergaulan : Bantu dan bahasa Afrika lainnya Mata Uang : Kwanza Hari Nasional : 11 November Kepala Negara : Presiden Angola José Eduardo dos Santos ( dilantik 21 September 1979). Kepala Pemerintahan : Perdana Menteri Antonio Paulo Kassoma (30 September 2008) Wakil Kepala Pemerintahan : Aguinaldo Jaime Menteri Luar Negeri : Assunção Afonso dos Anjos (per tanggal 30 September 2008) Sistem Pemerintahan : Republik, dengan kekuasaan presiden yang sangat besar. Didukung oleh Sistem Parlemen : Assembleia Nacional (Majelis Nasional) yang terdiri atas 220 kursi dimana anggota-anggotanya dipilih secara proporsional untuk masa jabatan selama 4 tahun. Ketua Parlemen : Fernando Dias dos Santos Sistem Kepartaian dan Partai Politik : Multi-partai. Partai-partai a.l. Popular Movement for the Liberation of Angola/Movimento Popular de Libertação de Angola (MPLA-President Jose Eduardo de Santos), National Union for the Total Independence of Angola/União Nacional para a Independência Total de Angola (UNITA-Isaias Samakuva), Liberal Democratic Party/Partido Liberal Democrático (PLD-Anália de Victória Pereira), National Front for the Liberation of Angola/Frente Nacional de Libertaçao de Angola (FNLA-Holden Roberto). Partai Politik yang Memerintah Popular Movement for the Liberation of Angola/Movimento Popular de Libertação de Angola (MPLA) GDP US$ 84,95 milyar GDP per Kapita US$ 9,000 Komoditas Ekspor Utama Minyak mentah, berlian, produk minyak bumi olahan, kopi, sisal, ikan dan produk ikan, kayu, kapas Komoditas Impor Utama Mesin dan peralatan listrik, kendaraan bermotor dan suku cadangnya, obat-obatan, pangan, tekstil, perangkat militer Keikutsertaan Dalam Organisasi Regional dan Internasional ACP, AfDB, AU, COMESA, FAO, G-77, IAEA, IBRD, ICAO, ICCt (signatory), ICFTU, ICRM, IDA, IFAD, IFC, IFRCS, ILO, IMF, IMO, Interpol, IOC, IOM, ISO (correspondent), ITU, MIGA, NAM, OAS (observer), SADC, UN, UNCTAD, UNESCO, UNIDO, UPU, WCO, WFTU, WHO, WIPO, WMO, WToO, WTO II. HUBUNGAN BILATERAL A. Sejarah Singkat Hubungan Bilateral Hubungan diplomatik RI-Angola secara resmi dibuka pada tanggal 7 Agustus 2001 melalui MoU di PBB, New York. Namun hubungan kerjasama antara kedua negara selama ini belum dapat berkembang sebagaimana mestinya. Hal ini antara lailn disebabkan karena selama ini belum ada Perwakilan RI yang secara resmi ditunjuk melaksanakan hubungan tersebut. Meskipun dalam Lampiran SK Menlu RI No. 06/2004 Dubes LBBP-RI di Windhoek, Namibia tercantum melakukan perangkapan, namun baru pada bulan Januari 2006 Dubes RI untuk Namibia yang berkedudukan di Windhoek diinstruksikan Pusat secara resmi melakukan perangkapan sebagai Dubes RI untuk Angola. B. Kerjasama dan Hubungan Politik Dalam hal dukungan politis, sampai dengan saat ini, bentuk dukungan yang pernah diberikan oleh Pemerintah Angola adalah bagi permohonan Indonesia untuk duduk sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2007-2008 dan sebagai anggota Dewan HAM PBB untuk periode 2007-2008 (pemungutan suara tahun 2006) dan periode 2007-2010 (pemungutan suara tanggal 17 Juli 2007), serta serta dukungan bagi Indonesia sebagai anggota Executive Board WHO periode 2007-2010. Selain itu ditandai dengan adanya berbagai permintaan dukungan antara lain : a. Pencalonan Dr. Anwar Nasution sebagai External Auditor WHO periode 2008-2009 dan 2010-2011. b. Pencalonan Ketua DPR RI, Bapak Agung Laksono sebagai President Inter Parliamentary Union (IPU) periode 2009-2011. c. Permintaan dukungan bantuan bagi Palestina dan kehadiran delegasi Angola dalam NAASP Ministerial Conference on Capacity Building for Palestine di Jakarta tanggal 15-16 Juli 2008 (Angola diwakili oleh Dubes Angola untuk Singapur). d. Pencalonan sebagai anggota Council of Administration (CA) dan Postal Operations Council (POC) pada Badan Pos Sedunia (Universal Postal Union/UPU). e. Pencalonan Dubes Nugroho Wisnumurti sebagai hakim anggota International Tribunal for the Law of the Sea (ITLOS) menggantikan alm. Choon-Ho Park (Korsel) untuk masa jabatan 6 Maret 2009 – 30 September 2014. f. Pencalonan Dubes Sudjadnan Parnohadiningrat as the Director General of OPCW (Organization for the Prohibition of Chemical Weapons) periode tahun 2010-2014. g. Pencalonan Indonesia untuk dipilih kembali sebagai anggota IMO (International Maritime Organization) Council in Category 'C’ periode tahun 2009-2011 pada the 26th Session of the Assembly of the IMO di London tanggal 23 November - 4 of Desember 2009 h. Pencalonan Indonesia sebagai World Heritage Committee (WHC) periode tahun 2009-2013. Dari segi kunjungan bilateral, meskipun frekuensi kunjungan resmi antara pejabat kedua negara masih rendah, namun tetap terjadi beberapa kunjungan yang patut dicatat, antara lain : a. Indonesia ke Angola : • Dubes RI untuk Namibia, Gede Putu Artisme, telah melakukan kunjungan ke Angola pada bulan April 2005 untuk memperoleh informasi langsung dari Pejabat Kemlu Angola mengenai kepastian pengiriman Delegasi Angola ke Indonesia dalam rangka KTT Asia-Afrika 2005 dan Golden Jubilee Konperensi Asia-Afrika 1955. • Disamping itu, guna memperoleh kepastian dukungan Angola atas pencalonan Indonesia untuk duduk sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB dan anggota Dewan HAM PBB di Jenewa, maka pada bulan Mei 2006, Duta Besar RI telah kembali berkunjung ke Angola untuk menemui Direktur Organisasi Internasional Kemlu Angola, Ambassador Virgilio Marques De Faria. • Kemudian pada bulan April 2007, Counsellor EKONPENSOSBUD dan Sekretaris II Protokol Konsuler KBRI Windoek berkunjung ke Kementerian Luar Negeri Angola di Luanda. Pertama, guna memperoleh konfirmasi dukungan Pemerintah Angola atas pencalonan Indonesia untuk duduk sebagai anggota Dewan HAM PBB periode 2007-2010 dan sebagai anggota Executive Board WHO periode 2007-2010. Kedua, guna melakukan pendataan WNI yang berada di Luanda, Angola, sebagai bagian dari pelaksanaan tugas perlindungan dan pembinaan WNI di luar negeri. • Pada bulan Juli 2007, KUAI-RI KBRI Windhoek bertemu dengan pejabat Kementerian Luar Negeri Angola guna mempersiapkan rencana kunjungan kerja Delegasi Departemen Luar Negeri RI ke Luanda, Angola. • Pada bulan Agustus 2007, Sekretaris II Protokol Konsuler datang ke Luanda, Angola, dalam rangka bertemu dengan Chief Protocol of State dari Kantor Kepresidenan Angola guna memperoleh informasi tentang perkembangan proses permohonan Agreement dari Pemerintah Angola untuk calon Duta Besar RI yang baru untuk Angola. • Pada tanggal 4 Juli 2008, Duta Besar RI melaksanakan Credential bersama Counsellor Politik dan Staf Potkons. Dalam kesempatan kunjungan tersebut, dimanfaatkan pula untuk melakukan perkenalan dengan masyarakat Indonesia di Luanda. • Kunjungan Special Envoy Menteri Luar Negeri RI, Bp. Primo Alui Joelianto (Dirjen ASPASAF) ke Luanda, pada tanggal 1 Juli 2008 dalam rangka penyelenggaraan NAASP Ministerial Conference on Capacity Building for Palestine di Jakarta. • Kunjungan Direktur Afrika, Bp. Sudirman Haseng tanggal 23 – 25 November 2008 dalam rangka menjajaki terbentuknya kerjasama bilateral antara Indonesia-Angola. • Kunjungan Tim Sumber Daya Genetik Kelapa Sawit (Direktur Perbenihan dan Sarana Produksi Departemen Pertanian RI dan Peneliti dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit) dalam rangka meninjau perkebunan kelapa sawit di Angola, 23 – 28 Oktober 2008. b. Angola ke Indonesia : • Kunjungan Delegasi Angola yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Angola, Joao Bernardo de Miranda, ke Indonesia untuk menghadiri KTT-AA 2005 dan Golden Jubilee KAA-1955 dalam bulan April 2005. • Kemudian, pada bulan Maret 2006, Deputy Menlu Angola untuk Kerjasama Internasional, Dr. Irene Alexandra Da Silva Neto, telah melakukan kunjungan kehormatan kepada Menlu RI, Dr. Hassan Wirajuda, dalam perjalanannya ke Indonesia. Kunjungan ini merupakan kunjungan resmi pertama pejabat tinggi Angola ke Indonesia sejak dibukanya hubungan diplomatik tahun 2001. Dalam kunjungan tersebut, Dr. Irene Neto telah menyampaikan draft usulan perjanjan kerjasama bilateral antara Angola dan Indonesia di bidang kerjasama ekonomi dan teknik. • Pada bulan Mei 2007, Delegasi Parlemen Angola berkunjung ke Indonesia dalam rangka mengikuti Sidang Inter-Parliamentary Union (IPU) ke 116 di Nusa Dua, Bali. • Pada tanggal 14-15 Juli 2008, Duta Besar Angola untuk Singapura, H.E. Mr. Flavio Fonseca mewakili Pemerintah Angola dalam acara NAASP Ministerial Conference on Capacity Building for Palestine di Jakarta. • Delegasi Angola diketuai oleh Dubes Angola untuk Singapura H.E. Mr. Flavio Fonseca mewakili Pemerintah Angola menghadiri acara the World Ocean Conference 2009 (WOC 2009) yang diselenggarakan pada tanggal 11-15 Mei 2009 di Manado. • Pada tanggal 12-13 October 2009, Duta Besar Angola untuk Singapura, H.E. Mr. Flavio Fonseca mewakili Pemerintah Angola dalam acara NAASP Senior Official (SOM) di Jakarta. C. Kerjasama Ekonomi, Perdagangan dan Investasi Belum ada. D. Kerjasama Sosial Budaya dan Pariwisata Belum ada. E. Pembentukan Kemitraan Komprehensif RI-Angola Indonesia telah mengusulkan penyelenggaraan Policy Planning Consultation (PPC) antara Indonesia dan Angola, namun hingga saat ini belum terealisasikan.