Penyelenggaraan 2nd ARF Inter-Sessional Meeting on Maritime Security di Auckland

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

The 2nd ASEAN Regional Forum Inter-Sessional Meeting on Maritime Security (2nd ARF ISM-MS) telah diselenggarakan di Auckland pada 29-30 Maret 2010. Pertemuan tersebut merupakan kelanjutan dari pertemuan serupa yang diselenggarakan di Surabaya pada tanggal 5-6 Maret 2009. Sebagaimana pertemuan pertama di Surabaya, pertemuan kali ini juga diketuai bersama (co-chair) oleh Indonesia, Selandia Baru, dan Jepang dan dihadiri oleh 150 orang peserta yang merupakan wakil-wakil dari 26 negara peserta ARF kecuali Korea Utara.

 

Pembicara di luar peserta ARF yang diundang adalah Dr. Sam Bateman, Commodore (Rtd.), Royal Australian Navy; Captain Probal Ghosh, Senior Fellow, Centre for Air Power Studies, India; Mr. Arthur Bowring, Managing Director, Hong Kong Ship Owners’ Association; Mr. Masahiro Akiyama, Chairman, Ocean Policy Research Foundation; Mr. Paul Campbell, Group Manager Trade and Marine, Customs-New Zealand; Ms. Joanna Mossop, Senior Lecturer, Victoria University Law School; Dr. Stan Weeks, Research Analyst, Centre for Strategic Studies, Centre for Naval Analysis; Dr David Capie, Senior Lecturer, International Relations, Victoria University; Lt. Col. Lee, Weng Foo, Defence Policy Office, Ministry of Defence of China, dan Mr. Yoshiaki Ito, Executive Director, Regional Cooperation Agreement on Anti-Piracy (ReCAAP). Hadir pula dalam pertemuan wakil ARF Unit dari ASEAN Secretariat.

 

Delegasi RI dipimpin oleh Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika, Duta Besar T.M. Hamzah Thayeb, dan didampingi oleh beberapa pejabat dari Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pertahanan, Markas Besar TNI AL, Badan Koordinasi Keamanan Laut (Maritime Security Coordinating Board), dan KBRI Wellington dimana Duta Besar Amris Hassan ikut berpartisipasi dalam kapasitas sebagai penasihat delegasi.

 

Pada acara pembukaan, Deputy Secretary, Asia and the Americas, Ministry of Foreign Affairs and Trade, Tony Browne, selaku co-chair Selandia Baru menyampaikan keynote address yang intinya mengatakan bahwa pembahasan isu kemanan laut di ARF sangat penting mengingat hampir semua negara peserta ARF terhubung melalui laut. Disamping itu, laut telah menjadi sarana utama dalam menjamin kelancaran perdagangan antara sesama negara peserta. Untuk itu, kegiatan ekspor dan impor barang dunia dimana hampir seluruhnya menggunakan laut sebagai sarana transportasi sangat penting untuk dijamin keselamatan dan keamanannya. 

 

Pertemuan tersebut membahas dua topik utama yakni Building Common Perceptions on Threats and Challenges in Maritime Security – Facilitating Commerce: Shipping and Port Security dan How the ARF can make a difference.