Menlu RI di Wellington: Abad 21 Merupakan Abad Asia Pasifik

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

 
Menlu RI, Dr. Hassan Wirajuda disambut dengan antusias oleh masyarakat Indonesia di Wellington pada acara temu wicara, yang diselenggarakan di sela-sela Joint Ministerial Commission (JMC) RI-Selandia Baru 7 – 10 Agustus 2009
.
Dialog Menlu dengan masyarakat Indonesia di KBRI dihadiri oleh tokoh-tokoh masyarakat yang terhimpun dalam Kamasi (Keluarga Masyarakat Indonesia), PPI Wellington dan Palmerston North serta seluruh staf KBRI Wellington.
 
Dalam sambutannya, Menlu menyampaikan tujuan kedatangan beliau yaitu mempererat hubungan bilateral Indonesia dengan Selandia Baru.  Sebagai oleh-oleh Menlu kepada masyarakat, Menlu memberikan paparan  dan bertukar pikiran mengenai fenomena hubungan luar negeri di tingkat global maupun regional terkini.
 
Ditegaskan bahwa abad 21 merupakan abad Asia Pasifik dimana tanda-tanda ke arah tersebut (sebagaimana diperkirakan banyak pengamat) semakin nampak. Ekonomi China pada abad 21 akan menjadi yang terbesar kedua di dunia sesudah Amerika Serikat, sementara Jepang menduduki peringat ketiga.
 
Untuk Indonesia, Menlu menyampaikan bahwa perekonomian Indonesia semakin membaik. Pada tahun 1997-1998, akibat krisis ekonomi, pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami minus 13% namun dengan semangat bahu-membahu Indonesia berhasil melewati krisis bahkan berhasil membangun demokrasi yang stabil.
 
Saat ini Indonesia merupakan negara demokrasi terbesar ketiga di dunia dengan pertumbuhan ekonomi diperkirakan sebesar 4% pada tahun 2009. Selain itu, produksi beras Indonesia mengalami surplus sehingga dapat memenuhi kebutuhan nasional maupun utnuk ekspor. Dengan demokrasi dan kondisi HAM Indonesia yang semakin baik, sangat menguntungkan bagi pelaksanaan diplomasi Indonesia dimana negara-negara maju melihat kesamaan yang mereka miliki dengan Indonesia, dan itu menjadi asset diplomasi yang besar guna menggalang kerja sama internasional.
 
Demikian halnya dengan Selandia Baru, sebagai sesama negara demokrasi dan negara penting di kawasan Asia Pasifik, Indonesia dan Selandia Baru saling bekerja sama di berbagai forum seperti East Asian Summit, PIF, SwPD , Interfaith Dialogue, dan sebagainya. Indonesia adalah negara yang pertama kali mengusulkan adanya EAS yang melibatkan  Selandia Baru dan Australia (South Pacific) ke dalam himpunan negara-negara North Pacific seperti China, Jepang, dan Korea Selatan. Selandia Baru dan Indonesia juga bekerja sama di dalam menghadapi berbagai isu penting seperti masalah nuklir Korea Utara, masalah Myanmar, lingkungan hidup, dan kejahatan lintas batas.
 
Pada sesi tanya jawab, diskusi berkisar pada empat hal yaitu reformasi Deplu, keberadaan jaringan teroris Jamaah Islamiyah (JI), kondisi pelajar Indonesia di luar negeri, dan ASEAN Free Trade Area (AFTA). Mengenai reformasi Deplu, sebagaimana selalu ditekankan oleh Menlu di berbagai kesempatan, Deplu dan Perwakilan RI di luar negeri harus memberikan pelayanan dan perlindungan yang cepat dan prima kepada masyarakat. Perekrutan pegawai Deplu dilaksanakan secara jujur dan transparan yang menjadikan Deplu satu-satunya instansi pemerintah di Indonesia yang memperoleh standardisasi ISO 9001 dalam hal perekrutan pegawai.
 
Di dalam menjawab pertanyaan mengenai keberadaan JI, Menlu mengatakan bahwa Indonesia menghadapi masalah terorisme, dan memuji prestasi Polri yang sudah banyak menangkap para pelaku terorisme dan membawa mereka ke muka hukum. Menlu menyatakan bahwa para teroris tersebut berkeinginan untuk membentuk Khilafah Islamiyah di Asia Tenggara, untuk itu diperlukan peningkatan kewaspadaan dan penguatan nation-state melalui demokrasi dan kemakmuran ekonomi.
 
Dalam rangka menghadapi AFTA dimana mobilisasi orang, barang, dan jasa akan semakin lancar, para mahasiswa dan pelajar Indonesia dituntut untuk bersemangat menuntut ilmu, sehingga nantinya dapat bersaing dengan bangsa-bangsa asing di dalam memperoleh pekerjaan. Menlu memberi contoh di Singapura terdapat 15 ribu tenaga professional Indonesia, suatu capaian yang membanggakan. Acara temu wicara ditutup dengan makan malam bersama dan ramah tamah.