Konferensi dan Workshop Penanganan Bencana Dalam Memperingati 50 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Selandia Baru

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Selasa, 5 Agustus 2009, Menteri Luar Negeri RI Hassan Wirajuda, membuka kegiatan Conference dan Workshop bertema Promoting Initiatives on Disaster Risk Management, dalam rangka memperingati 50 Tahun Hubungan Diplomatik antara RI dan Selandia Baru. Selain Menteri Luar Negeri RI, hadir pula Menteri Pertahanan Sipil Selandia Baru Rick Barker sebagai ketua Delegasi Selandia Baru, Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru Amris Hassan, Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia Phillip Gibson, Kepala BRR NAD-Nias Kuntoro Mangkusubroto, dan Ketua Wellington Regional Council, Fran Wilde.

Duta Besar negara sahabat serta perwakilan dari Kantor Kedutaan Besar/Perwakilan Asing lainnya di Jakarta dan para ahli bencana alam serta pejabat dari berbagai instansi pemerintah juga turut hadir dalam acara pembukaan. Acara ini terselenggara berkat kerjasama antara Departemen Luar Negeri, KBRI Wellington, BRR NAD-Nias dan Natural Hazard of New Zealand (NHNZ). 

Pada sambutan pembukaannya, Menteri Luar Negeri menyatakan bahwa hubungan bilateral kedua negara, yang meliputi hubungan politik, ekonomi, sosial dan budaya, serta people to people contact telah berkembang dengan baik. Hubungan baik tersebut terjalin lebih erat dengan tingginya perhatian Selandia Baru terhadap penanganan berbagai bencana di Indonesia. Penanganan bencana membutuhkan kerjasama di tingkatan bilateral, regional dan multilateral, mengingat bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, banjir, topan dan letusan gunung berapi, tidak mengenal batas wilayah dan tidak ada satu negarapun yang kebal terhadap bencana. Menurut Menlu RI, Indonesia selayaknya mempersiapkan diri terhadap bencana mengingat Indonesia terletak di kawasan ”cincin api Pasifik” yang rawan bencana.
Sementara itu, Duta Besar Amris Hassan menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menggalang kerjasama, sekaligus menjadi forum untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan perspektif mengenai penanganan bencana di antara para ahli bencana, terutama ahli-ahli Indonesia dan Selandia Baru. Selandia Baru merupakan salah satu negara yang turut berkontribusi pada penanganan bencana tsunami di Aceh dan Nias (2004-2005), dan gempa Yogya (2006).

Terdapat lebih dari 150 ahli bencana yang turut berpartisipasi dalam kegiatan Conference dan Workshop yang berlangsung hingga 6 Agustus 2008 ini. Para ahli di maksud antara lain berasal dari BRR NAD-Nias, NHNZ, Sekretariat ASEAN, ADB, Bank Dunia, Perwakilan Pemda Aceh dan Nias, Akademisi dan Lembaga Pemerintah dan Lembaga-lembaga Internasional lainnya. Dua puluh orang anggota Delegasi Selandia Baru yang hadir, dipimpin langsung oleh Menteri Rick Barker. 

Penyelenggaraan konferensi ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik dan mengembangkan potensi kerjasama antara Indonesia dan Selandia Baru dalam penanganan resiko bencana. Bidang kerjasama di antara dua negara meliputi kebijakan dan kerangka kerja penanganan bencana, pendidikan dan pelatihan, kerjasama penelitian, dan pelaksanaan programa atau proyek dalam berbagai bidang khusus yang terkait.
 
Dr. Noel Trustum dari GNS Science tengah menyampaikan makalah pada konferensi