Selandia Baru

Nama Resmi : New Zealand
Bentuk Negara : Demokrasi Parlementer
Ibu Kota : Wellington
Luas Wilayah : 267.719 km2
Lagu Kebangsaan : God Defend New Zealand (E ihoa Atua) dan God Save the Queen
Populasi : 4.213.418 jiwa ; Eropa 69.8%, Maori 7.9%, Asia 5.7%, Penduduk Pasifik 4.4%, lain2 0.5%, campuran 7.8%, tak terklasifikasikan 3.8% (sensus 2001)
Agama : Anglican 14.9%, Katolik Roma 12.4%, Presbyterian 10.9%, Methodist 2.9%, Pantecostal 1.7%, Baptist 1.3%, Kristen lainnya 9.4%, lain-lain 3.3%, tak terklasifikasikan 17.2%, tidak beragama 26% (sensus 2001)
Bahasa : English (resmi), Maori (resmi), Sign Language (resmi)
Mata Uang : Dolar Selandia Baru (NZD), 1US$ = NZD 1.4151 (2008 est.)
Hari Nasional : Waitangi Day (6 Februari 1840)
Kepala Negara : Ratu Elisabeth II (sejak 6 Feb 1952) diwakili oleh Gubernur Jenderal Anand Satyanand (sejak 23 Agustus 2006)
Kepala Pemerintahan : Perdana Menteri John Key
Menteri Luar Negeri : The Hon. Murray McCully (dilantik 19 November 2008)
Sistem Politik : Unikameral 
Partai yang Memerintah : Partai Nasional
GDP : US$ 116,1 miliar (2008 est.)
GDP per kapita : US$ 27.900 (2008 est.)
Komoditas Ekspor Utama : Produk susu, daging, kayu dan produk kayu, ikan, permesinan 
Komoditas Impor Utama : Permesinan, kendaraan dan pesawat, minyak, elektronik, tekstil, plastic 
Keikutsertaan dalam organisasi Internasional : ADB, APEC, ARF, ASEAN (dialogue partner), Australia Group, BIS, C, CP, EAS, EBRD, FAO, IAEA, IBRD, ICAO, ICC, ICCt, ICRM, IDA, IEA, IFAD, IFC, IFRCS, IHO, ILO, IMF, IMO, IMSO, Interpol, IOC, IOM, IPU, ISO, ITSO, ITU, ITUC, NAM (guest), NSG, OECD, OPCW, PCA, PIF, Sparteca, SPC, UN, UNCTAD, UNESCO, UNHCR, UNIDO, UNMIS, UNMIT, UNTSO, UPU, WCO, WFTU, WHO, WIPO, WMO, WTO 
 
1. Sejarah singkat Hubungan Bilateral

Hubungan diplomatik Indonesia – Selandia Baru telah terjalin sejak 1958. Selaku dua negara demokrasi, Indonesia dan Selandia Baru memiliki dasar hubungan yang kokoh.
Hubungan bilateral kedua negara diawali dengan kerjasama di bidang pendidikan pada akhir tahun 1950-an, yaitu dengan dilaksanakannya pendidikan bahasa Inggris bagi guru-guru bahasa Inggris di bawah kerangka Colombo Plan. Selandia Baru turut mengirimkan bantuan dana, barang dan personil militer untuk penanganan bencana tsunami di Aceh dan Sumatera Utara, serta turut berpartisipasi pula dalam KTT Penanggulangan Tsunami bulan Januari 2005 di Jakarta.
Tahun 2008 Indonesia – Selandia Baru memasuki 50 tahun hubungan diplomatik. Dalam rangka memperingati 50 tahun hubungan diplomatik tersebut, kedua negara telah menyelenggarakan sejumlah kegiatan baik di Selandia Baru maupun di Indonesia, seperti misalnya workshops, forum bisnis, commemorative seminar dan kegiatan lainnya.
 
2. Kerjasama dan Hubungan Politik

Indonesia dan Selandia memiliki mekanisme konsultasi bilateral rutin dalam wadah Joint Ministerial Commission (JMC). Pertemuan JMC yang pertama diadakan di Jakarta pada bulan Mei 2007, sementara JMC II diselenggarakan pada 8 – 10 Agustus 2009 di Wellington. Pertemuan JMC yang membahas kerjasama kedua negara di berbagai, yang diharapkan dapat memperkuat hubungan kedua negara baik pada tataran pemerintah maupun masyarakat. Sebelum terbentuk JMC, forum kerjasama bilateral yang dimiliki oleh kedua negara adalah Joint Commission on Economic and Trade Relations pada tingkat pejabat tinggi yang dibentuk pada tahun 1996.    
   
3. Kerjasama Ekonomi,  Perdagangan dan Investasi

Hubungan dan kerjasama ekonomi bilateral Selandia Baru - Indonesia didasarkan pada beberapa landasan kerjasama seperti : Persetujuan Dagang yang ditandatangani tanggal 19 September 1978 di Wellington; Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda, 25 Maret 1987 di Wellington; Sidang Pertama Komisi Bersama Februari 1998 di Jakarta;Persetujuan Hubungan Udara, ditandatangani 27 Mei 1998 di Wellington.
 
Total nilai perdagangan RI – Selandia Baru dalam 5 tahun terakhir (2004-2008) menunjukkan peningkatan sebesar 30,98%. Pada tahun 2009 (Jan-Apr) total perdagangan Indonesia dan Selandia Baru sebesar US$ 305,3 juta.
Dalam perdagangan bilateral, Indonesia merupakan negara tujuan ekspor ke-8 setelah Australia, Amerika Serikat, Jepang, China, Inggris, Korsel dan Taiwan. Sedangkan, Indonesia berada pada urutan ke-13 negara pengimpor di bawah Australia, China, Amerika Serikat, Jepang, Singapura, Jerman, Korsel, Malaysia, Thailand, Inggris, Italia dan Taiwan. Impor Selandia Baru dari Indonesia masih didominasi oleh minyak bumi dan produk turunannya, batubara serta produk kertas. Sedangkan, ekspor Selbar ke Indonesia masih didominasi oleh dairy products dan daging.
 
4. Kerjasama Sosial Budaya dan Pariwisata

Indonesia dan Selandia Baru bersama-sama dengan Australia dan Filipina merupakan negara-negara co-sponsor penyelenggaraan the Third Asia-Pacific Regional Interfaith Dialogue di Waitangi, Selandia Baru, 29-31 Mei 2007.
Selandia Baru merupakan tuan rumah dari pertemuan Alliance of Civilization High Level Symposium yang diselenggarakan di Auckland tanggal 23-24 Mei 2007. Pada pertemuan tersebut, Delegasi RI dipimpin oleh Penasihat Presiden Ali Alatas mewakili Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
 
Selandia Baru telah meluncurkan Moslem Youth Leaders Exchange Program dengan mengundang cendekiawan muda Muslim dari Indonesia untuk melakukan speaking tour ke Selandia Baru. Program ini telah berlangsung sejak tahun 2007. Pada tahun 2008 tiga cendekiawan Muslim dari Universitas Islam Negeri Syarief Hidayatullah, Jakarta telah berkunjung ke Selandia Baru untuk berpartisipasi dalam program tersebut. Di lain pihak, Selandia Baru telah mengirimkan seorang pakar interfaith untuk membantu mengembangkan kurikulum di Center for Religious and Cross Cultural Studies, Universitas Gadjah Mada (UGM). Kegiatan ini merupakan implementasi kesepakatan kerjasama antara Victoria University dan UIN Syarief Hidayatullah dan UGM yang ditandatangani pada saat kunjungan PM Helen Clark ke Indonesia Juli 2007.
 
Pada tanggal 27-31 Juli 2008, Indonesia telah menyelenggarakan Asia Pacific Interfaith Youth Camp (APIFYC) di Surabaya yang melibatkan para pemuda dan pemudi lintas agama di Asia Pasifik. Dalam kaitan ini, Selandia Baru telah mengirimkan 2 peserta.
Pada tanggal 22 Oktober – 1 November 2008, Departemen Luar Negeri telah menyelenggarakan Journalist Visit Program (JVP) yang merupakan program tahunan guna memperkenalkan Indonesia kepada para wartawan dari negara-negara peserta. Untuk kegiatan JVP tahun ini, terdapat satu peserta dari Selandia Baru yaitu Paul Smith (harian New Zealand Herald).