|
|
Berita Kemlu
| |
|
|
Menlu RI Menghadiri KTT ASEM Ke-5 di Hanoi, Vietnam 8-9 Oktober 2004
|
Rabu, 06 Okt 2004
Menteri Luar Negeri RI, Dr. Hassan Wirajuda, menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Eropa (KTM ASEM) ke-5 di Hanoi, Vietnam dalam kapasitas sebagai Utusan Khusus Presiden RI.
KTT ASEM ke-5 di Hanoi ini bertemakan “Further Revitalising and Substantiating the Asia-Europe Partnership”. Sebelum secara resmi memulai pertemuan tingkat tinggi, para peserta KTT ASEM terlebih dulu akan mengikuti kegiatan Upacara Perluasan Anggota ASEM, yang menandai bergabungnya secara resmi 10...
|
|
|
"Journeys Taken, Moments Shared" Sebuah buku oleh Duta Besar Amiruddin Noor
|
Kamis, 30 Sep 2004
Pada hari Rabu, 22 September 2004 telah diluncurkan sebuah buku berbahasa Inggris karangan mantan Dubes RI untuk Norwegia, Amiruddin Noor, dengan judul "Journeys Taken, Moments Shared", Peluncuran buku yang berlangsung di Pusdiklat Pegawai Departemen Luar Negeri tersebut dibuka oleh Sekretaris Jenderal Departemen Luar Negeri, Sudjadnan Parnohadiningrat, dengan reviewer Bantarto Bandoro, SH, MA dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS) dan DR. Yayan UK Mulyana, seora...
|
|
|
Menteri Luar Negeri RI Menghadiri Sidang Majelis Umum PBB ke-59/2004
|
Kamis, 16 Sep 2004
Menteri Luar Negeri RI, Dr. N. Hassan Wirajuda, direncanakan akan menghadiri Sidang Majelis Umum PBB (SMU-PBB) ke-59 di
New York , 18 - 30 September 2004. Menlu dijadwalkan akan menyampaikan pidato dalam perdebatan umum SMU-PBB pada tanggal 27 September 2004. Pada kesempatan itu, antara lain Menlu akan mengemukakan kemajuan demokratisasi yang sedang berjalan di Indonesia – yang merupakan negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam terbesar di dunia. Menlu juga akan menekankan pentingn...
|
|
|
Menteri Luar Negeri RI Melantik Pejabat Baru Departemen Luar Negeri dan Konjen Ri Di Sydney
|
Selasa, 31 Agust 2004
Menteri Luar Negeri RI, DR. N. Hassan Wirajuda pada tanggal 31 Agustus 2004 bertempat di Gedung Pancasila melantik 2 (dua) Pejabat Eselon I, 6 (enam) Pejabat Eselon II di lingkungan Departemen Luar Negeri RI , dan Konsul Jenderal RI di Sydney.
Para pejabat baru yang dilantik adalah Sdr. Drs. Herijanto Soeprato sebagai Direktur Jenderal Asia, Pasifik dan Afrika; Sdr. Nicholas Tandi Dammen, MA sebagai Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan; Sdr. Drs. Moehamad Asruchin, MA sebagai ...
|
|
|
Pernyataan Sikap Dan Keprihatinan Bersama PP. Muhammadiyah Dan PB. Nahdlatul Ulama Tentang Aksi Teror Bom Hotel JW Marriot Jakarta Tanggal 7 Agustus 2003
|
Jumat, 06 Agust 2004
Sehubungan dengan terjadinya aksi terorisme peledakan bom di Hotel JW Marriot Jakarta tanggal 5 Agustus 2003, PP. Muhammadiyah dan PB. Nahdlatul Ulama, menyatakan:
1. Mengutuk keras aksi tersebut sebagai kejahatan kemanusiaan yang sangat keji , kejam dan biadab serta bertentangan dengan nilai-nilai keagamaan. Oleh karena itu, para pelakunya, apapun alasan dibalik tindakan biadab itu, jelas-jelas bertentangan dengan nilai-nilai luhur agama.
2. Menyatakan rasa belasungkawa dan ...
|
|
|
Presiden RI Melantik Delapan Dubes LBBP RI
|
Kamis, 15 Jul 2004
Pada tanggal 29 Juli 2004 di Istana Negara, Presiden RI Megawati Soekarnoputri telah melantik 8 (delapan) Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk negara-negara sahabat.
Para Duta Besar LBBP RI yang dilantik tersebut adalah: Dr. Makarim Wibisono sebagai Wakil Tetap RI/Duta Besar LBBP RI untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jenewa, Swiss; Hertomo Reksodiputro, S.H. sebagai Duta Besar LBBP RI untuk Republik Tunisia; Nurrachman Oerip, S.H. sebagai Duta Besar LBBP RI untuk Kerajaa...
|
|
|
Hasil Kunjungan Utusan Khusus Presiden Ri Ke Korea Selatan Dan Korea Utara, 6-13 Desember 2003 Serta Ke Tokyo, Washington Dc Dan New York, Tanggal 17-29 Januari 2004
|
Jumat, 13 Feb 2004
Presiden RI telah menugaskan Utusan Khususnya, Bapak Nana Sutresna, untuk melakukan kunjungan ke Seoul, Pyongyang dan Beijing, pada tanggal 6-16 Desember 2003, serta ke Tokyo, Washington DC dan New York, pada tanggal 17-29 Januari 2004.
Penugasan Presiden RI ini adalah guna mendorong proses penyelesaian damai masalah nuklir Korea Utara melalui six-party talks Beijing. Kepedulian
Indonesia atas isu nuklir ini menunjukkan sikap politik yang tegas bahwa penyelesaian damai persoalan senjata ...
|
|
|
Keterangan Tentang Beberapa Pulau Terluar di Indonesia
|
Kamis, 15 Jan 2004
Sengketa Pulau Sipadan dan Pulau Ligitan bersifat khusus dan unik, dan seketika menjadi obyek sengketa pada waktu perundingan perbatasan landas kontinen RI-Malaysia tahun 1969.
Tidak ada lagi pulau-pulau lain di Nusantara yang berstatus sengketa antar negara.
PULAU NIPAH
Terletak di Barat Laut Pulau Batam, pada koordinat 01º93”13’LU and 103º39”11’BT dan merupakan salah satu pulau terluar, dimana terdapat dua titik pangkal berdasarkan PP 38/2002;
Masalah yan...
|
|
|
|
|