Kontak Kami   |   FAQ   |   Link   |   Site Map
   |   Pencarian 

Berita Kemlu

Orientasi Calon Dubes, Wamenlu Tekankan Pentingnya Diplomasi Ekonomi

Senin, 02 Juli 2012

Wakil Menteri Luar Negeri Wardana resmi buka Pekan Orientasi Calon Kepala Perwakilan RI pagi ini (02/7) di Ruang Nusantara, Kemlu, Jakarta. Di depan ke-21 Calon Kepala Perwakilan RI (Keppri) baru, Wamenlu Wardana tekankan pentingnya diplomasi ekonomi dan perlindungan WNI dalam pelaksanaan tugas baru di negara akreditasi.

Menurut Wardana, diplomasi ekonomi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari diplomasi bilateral Indonesia. “Upaya untuk meningkatkan hubungan ekonomi, perdagangan, dan investasi merupakan salah priotas diplomasi Indonesia  dalam rangka mendukung pembangunan, pertumbuhan ekonomi nasional, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat”, pungkas Wardana.

Tidak main-main, target yang dicanangkan pemerintah bagi ekspor Indonesia tahun 2012 adalah sebesar USD 230 Milyar. “Merupakan kewajiban Perwakilan RI untuk mengoptimalkan pasar tradisional dan penetrasi pasar non tradisional guna mendukung nilai ekspor tersebut” ujar Wamenlu.

Untuk itu, Wardana meminta agar dalam penugasan nanti, para Dubes baru mampu menggenjot perdagangan dan investasi serta tidak henti mendorong arus investasi asing di enam koridor pertumbuhan ekonomi.

Di bidang pariwisata, Wamenlu juga berpesan agar Perwakilan RI dapat memberikan kontribusi. “Perwakilan RI diharapkan dapat mempromosikan daerah tujuan dan tema pariwisata yang lebih beragam (Beyond Bali) dan wisata minat khusus yang disesuaikan dengan segmen pasar di negara akreditasi”.

Hal yang tidak kalah penting yang ditekankan Wamenlu pada kesempatan itu adalah Perlindungan WNI.

Ditegaskannya bahwa saat ini perlindungan bukan saja mencakup perlindungan terhadap TKI, namun juga perlindungan terhadap segenap WNI saat terjadi gejolak politik, bencana alam, maupun hal-hal khusus seperti pembebasan sandera dan pembajakan.

“Perlindungan WNI telah mewarnai kerja keras mesin diplomasi kita selama beberapa tahun terakhir. Perlindungan WNI merupakan prioritas utama dari diplomasi Indonesia dan tidak kalah pentingnya dengan penanganan di bidang lain. Perlindungan WNI adalah amanah konstitusi”, tutup Wamenlu.

Pekan Orientasi yang akan berlangsung hingga 6 Juli 2012 merupakan bagian dari rangkaian proses penugasan Kepala Perwakilan RI. Sebelum ditempatkan di negara akreditasi, para calon Keppri akan diberikan pendalaman materi, terkait isu nasional dan internasional. Demikian disampaikan Kepala Biro Administrasi Kementerian dan Perwakilan (BAKP), Anita Luhulima, dalam laporannya.

Terkait proses penempatan para Keppri ke masing-masing negara akreditasi, Anita menuturkan bahwa saat ini Kemlu tengah memproses Agrément dari ke-21 negara. “Apabila tidak ada hambatan, maka Keppri akan mulai diberangkatkan pada bulan September tahun ini”, pungkas Anita. (BAKP/Dit. Infomed/Yo2K/PY)




Travelling to New Zealand?

static1


Media Advisory


APEC 2013

Pusdiklat
next pre
Hak Cipta 2009 Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia
Syarat dan Ketentuan