|
|
Berita Kemlu
Hasil Kunjungan Utusan Khusus Presiden Ri Ke Korea Selatan Dan Korea Utara, 6-13 Desember 2003 Serta Ke Tokyo, Washington Dc Dan New York, Tanggal 17-29 Januari 2004
Jumat, 13 Februari 2004
Presiden RI telah menugaskan Utusan Khususnya, Bapak Nana Sutresna, untuk melakukan kunjungan ke Seoul, Pyongyang dan Beijing, pada tanggal 6-16 Desember 2003, serta ke Tokyo, Washington DC dan New York, pada tanggal 17-29 Januari 2004.
Penugasan Presiden RI ini adalah guna mendorong proses penyelesaian damai masalah nuklir Korea Utara melalui six-party talks Beijing. Kepedulian
Indonesia atas isu nuklir ini menunjukkan sikap politik yang tegas bahwa penyelesaian damai persoalan senjata nuklir Korea Utara merupakan kondisi objektif yang diperlukan bagi terwujudnya perdamaian dan stabilitas dunia, termasuk kawasan Asia Timur. atas isu nuklir ini menunjukkan sikap politik yang tegas bahwa penyelesaian damai persoalan senjata nuklir Korea Utara merupakan kondisi objektif yang diperlukan bagi terwujudnya perdamaian dan stabilitas dunia, termasuk kawasan Asia Timur.
Pada kunjungan ke
Seoul dan
Pyongyang , Utusan Khusus Presiden RI menyampaikan
surat
Presiden RI kepada Presiden Republik
Korea , Roh Moo-hyun, dan Pemimpin Besar Rakyat , Roh Moo-hyun, dan Pemimpin Besar Rakyat
Korea , Marsekal Kim Jong II. Namun, karena situasi yang tidak memungkinkan, Utusan Khusus , Marsekal Kim Jong II. Namun, karena situasi yang tidak memungkinkan, Utusan Khusus
Presiden RI tidak dapat bertemu Presiden Roh Moo-hyun maupun Marsekal Kim Jong II secara langsung. Selama berada di Seoul, Utusan Khusus Presiden RI telah diterima oleh Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Korea Selatan, Yoon Young-kwan, Wakil Menludag Korea Selatan, Kim Jae-sup, serta Penasehat Senior Presiden untuk masalah keamanan nasional, Ra Jong-il. Sedangkan selama berada di
Pyongyang , Utusan Khusus
Presiden RI mengadakan pertemuan dengan Menlu Paek
Nam Sun dan Presidium Majelis Rakyat Tertinggi RRD Korea, Kim Yong Sun dan Presidium Majelis Rakyat Tertinggi RRD Korea, Kim Yong
Nam .
Maksud kunjungan Utusan Khusus
Presiden RI ke
Seoul dan
Pyongyang ini adalah untuk menyampaikan dukungan
Indonesia , juga dalam kapasitasnya sebagai Ketua ASEAN dan ARF, atas proses dialog perdamaian yang diselenggarakan di Beijing. Dukungan tersebut disampaikan oleh , juga dalam kapasitasnya sebagai Ketua ASEAN dan ARF, atas proses dialog perdamaian yang diselenggarakan di Beijing. Dukungan tersebut disampaikan oleh
Indonesia yang merasa prihatin atas penanganan isu nuklir tersebut yang sempat mengalami kebuntuan. Namun, melalui putaran pertama six-party talks yang diselenggarakan di yang merasa prihatin atas penanganan isu nuklir tersebut yang sempat mengalami kebuntuan. Namun, melalui putaran pertama yang diselenggarakan di
Beijing , tanggal 27-29 Agustus 2003,
Indonesia melihat adanya harapan baik atas tercapainya penyelesaian damai atas masalah ini. melihat adanya harapan baik atas tercapainya penyelesaian damai atas masalah ini.
Setelah melakukan kunjungan ke kedua
Korea , Utusan Khusus , Utusan Khusus
Presiden RI juga mengadakan kunjungan ke
Beijing guna mengkonsultasikan hasil-hasil kunjungan Utusan Khusus
Presiden RI ke Korea Utara. Dalam kunjungan tersebut, Utusan Khusus
Presiden RI telah diterima oleh Dubes Ning Fukui, pejabat senior Kementrian Luar Negeri Cina yang ditugaskan secara khusus untuk menangani masalah nuklir di Semenanjung
Korea . Kepada Dubes Ning Fukui disampaikan bahwa tujuan misi ini lebih dikarenakan oleh keprihatinan . Kepada Dubes Ning Fukui disampaikan bahwa tujuan misi ini lebih dikarenakan oleh keprihatinan
Presiden RI atas adanya beberapa perkembangan di seputar proses pertemuan enam pihak yang berpotensi mengganggu keberlangsungan proses dialog enam pihak tersebut. Ditekankan bahwa
Indonesia tidak bermaksud untuk ikut campur dalam proses dialog yang tengah berjalan tersebut ataupun mencoba memainkan peran mediasi. tidak bermaksud untuk ikut campur dalam proses dialog yang tengah berjalan tersebut ataupun mencoba memainkan peran mediasi.
Sehubungan dengan akan diselenggarakannya putaran kedua proses pertemuan enam pihak di
Beijing ,
Presiden RI kembali menugaskan Utusan Khususnya untuk melakukan kunjungan ke
Tokyo, Washington DC dan
New York . Pada kunjungan ke Tokyo, Jepang, 19-20 Januari 2004, Utusan Khusus Presiden RI diterima oleh Dubes Mitoji Yabunaka, perunding utama Jepang dalam six-party talks Beijing.
Sementara itu, pada kunjungan ke Washington DC, 22-23 Januari 2004, Utusan Khusus Presiden RI mengadakan pertemuan dengan sejumlah pejabat tinggi pemerintahan AS, yaitu:
-
National Security Council: National Security Adviser, Condoleeza Rice; Senior Director for
Asia , Michael Green; Director for
Southeast Asia , Karen Brooks.
-
Department of Defense: Deputy Secretary of Defense, Paul Wolfowitz, Deputy Assistant Secretary for
East Asia , Richard Lawless
-
State Department: Special Envoy on North Korea, Joseph Detrani; Assistant Secretary of State for East Asia and Pacific Affairs, James Kelly; Head of Policy Planning, Mitchell Reiss.
-
Ketua Komite Luar Negeri Senat AS, Senator Richard Lugar, yang secara mendadak berhalangan dan diwakilkan kepada Keith Luse, Kepala Staf Seniornya, yang baru saja kembali dari Korea Utara dalam rangka meninjau proyek nuklir di Yongbyon.
Tujuan kunjungan ke Tokyo adalah memberikan briefing mengenai hasil kunjungan Utusan Khusus Presiden RI ke Pyongyang, Korea Utara, pada tanggal 9-15 Desember 2003 sekaligus mencari masukan lebih lanjut mengenai penanganan masalah Korea Utara yang dapat bermanfaat bagi pertemuan Utusan Khusus Presiden RI dengan pejabat Pemerintah dan Kongres AS, yang akan dilaksanakan setelah mengadakan kunjungan ke Tokyo.
Dalam kunjungan ke Washington DC, Utusan Khusus Presiden RI menyampaikan surat pribadi Presiden RI kepada Presiden AS, George W. Bush, yang disampaikan melalui National Security Adviser, Condoleeza Rice. Dengan pejabat-pejabat lainnya, Utusan Khusus Presiden RI memberikan briefing mengenai hasil kunjungan ke Korea Utara, Desember 2003, serta menjajagi lebih lanjut kemungkinan titik-titik kompromi antara posisi AS dan Korea Utara dalam kerangka six-party talks.
Dalam kunjungan ke
Washington DC ini, kembali ditegaskan bahwa dalam masalah nuklir di Semenanjung
Korea ini ini
Indonesia sama sekali tidak mencari peran pihak ketiga atau berkeinginan untuk menjadi mediator. sekali tidak mencari peran pihak ketiga atau berkeinginan untuk menjadi mediator.
Indonesia merasa terpanggil untuk memberikan sumbangan pikiran ke arah penyelesaian damai, khususnya mengingat kedudukan yang dimiliki merasa terpanggil untuk memberikan sumbangan pikiran ke arah penyelesaian damai, khususnya mengingat kedudukan yang dimiliki
Indonesia dengan Korea Utara. dengan Korea Utara.
Indonesia merupakan salah satu negara merupakan salah satu negara
Asia pertama yang membuka hubungan diplomatik dengan Korea Utara, dan hubungan persahabatan tersebut telah terjalin sejak tahun 1964.
Dalam kunjungan ke New York, 26-27 Januari 2004, Utusan Khusus Presiden RI mengadakan pertemuan dengan Wakil-wakil Tetap negara GNB di PBB, antara lain dari Mesir; Colombia, Algeria, Pakistan, India, Zimbabwe, Cuba dan Malaysia, serta Direktur Asia Pasifik, Departemen Urusan Politik, Sekretariat PBB, Mr. Gair Pedersen. Tujuan dari pertemuan tersebut adalah untuk bertukar pikiran mengenai masalah-masalah yang berkaitan dengan GNB dan prospek penyelesaian masalah nuklir Korea Utara.
Kunjungan-kunjungan tersebut telah terlaksana dengan baik dan Utusan Khusus Presiden RI mendapatkan masukan-masukan yang bermanfaat serta perkembangan positif, baik dari Korea Utara maupun AS dalam menyikapi putaran kedua six-party talks Beijing. Keduanya telah menunjukkan sikap yang akomodatif dan fleksibel demi tercapainya penyelesaian damai atas masalah nuklir di Semenanjung
Korea . Pihak-pihak lain yang terlibat dalam perundingan tersebut juga telah sepakat untuk menghadiri putaran kedua perundingan . Pihak-pihak lain yang terlibat dalam perundingan tersebut juga telah sepakat untuk menghadiri putaran kedua perundingan
Beijing , yang akan dilaksanakan pada tanggal 25 Februari 2004. Semua pihak dalam pertemuan tersebut telah sama-sama sepakat untuk memanfaatkan forum tersebut untuk mencapai kemajuan demi tercapainya penyelesaian damai alas masalah nuklir di Semenanjung
Korea tersebut. tersebut.
Setelah kunjunganya ke Korea, dan sebelum kunjungannya ke Jepang dan Amenka Serikat, yaitu dalam kurun waktu antara bulan Desember 2003 sampai Januari 2004, Utusan Khusus Presiden RI juga telah mengadakan beberapa pertemuan konsultasi dengan Dubes Korea Selatan, Korea Utara, Cina, Jepang dan Rusia di Jakarta, guna menyampaikan hasil kunjungan yang telah dilakukan.
Seluruh pihak yang ditemui oleh Utusan Khusus
Presiden RI menyatakan penghargaan setinggi-tingginya atas prakarsa
Presiden RI dalam mendorong upaya penyelesaian secara damai atas masalah di Semenanjung
Korea ini. James Kelly, misalnya, menyatakan bahwa peran ini. James Kelly, misalnya, menyatakan bahwa peran
Indonesia tersebut "very helpful”, dan Joseph Detrani mengatakan peran tersebut dan Joseph Detrani mengatakan peran
Indonesia tersebut adalah "outstanding". Mereka juga mengharapkan agar tersebut adalah Mereka juga mengharapkan agar
Indonesia tetap memberikan perhatian yang besar dalam masalah ini dan mendukung usaha tetap memberikan perhatian yang besar dalam masalah ini dan mendukung usaha
Indonesia untuk membantu menanganinya serta menyukseskan proses pertemuan untuk membantu menanganinya serta menyukseskan proses pertemuan
Beijing . Mereka semua memandang bahwa hubungan pribadi Presiden RI dengan Kim Jong II, tali sejarah serta akses diplomatik Indonesia terhadap pemerintahan Korea Utara sebagai aset yang bermanfaat bagi upaya mencari penyelesaian konflik Korea Utara.
Hasil-hasil kunjungan tersebut serta tanggal pelaksanaan putaran kedua perundingan Beijing telah dilaporkan secara pribadi oleh Utusan Khusus Presiden RI kepada Presiden RI, pada tanggal 6 Februari 2004. Presiden RI menaruh harapan besar pada keberhasilan putaran kedua six party talks di Beijing, demi keamanan dan perdamaian di kawasan Asia Timur.
Jakarta, 13 Februari 2004
|
|
|
|