Peluncuran Kembali Kaukus Indonesia di Kongres AS Pada Masa Sidang ke-113 Menandai Penguatan Kerjasama Antar Lembaga Legislatif RI-AS

11/14/2013

 

?Dubes RI Untuk AS, Dr Dino Patti Djalal pada tanggal 14 November 2013 telah meresmikan peluncuran kembali Congressional Indonesia Caucus (CIC) pada masa sidang Kongres ke-113 di Gedung Rayburn, US House of Representatives, Washington DC.  Peluncuran CIC tersebut dihadiri oleh para anggota Kongres dan Senat AS, wakil-wakil Pemerintah AS, para pemimpin bisnis dan media, pakar Asia dan pemerhati Indonesia dari sejumlah think-thank dan universitas, serta “Friends of Indonesia”.

 

Dalam sambutan pembukaannya, Dubes RI Dr Dino Djalal membacakan pesan tertulis Presiden RI Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono yang intinya menyambut gembira peluncuran Kaukus Indonesia tersebut. Kerjasama konstruktif di antara lembaga legislatif diharapkan akan memperkuat Kemitraan Menyeluruh yang ruang lingkupnya sangat luas serta memajukan kesejahteraan penduduk kedua negara.  Bagian lain dari pesan Presiden RI menggaris-bawahi kemitraan yang kuat di antara negara demokrasi terbesar kedua dan ketiga di dunia ini merupakan penyanggah perdamaian dan kemakmuran bagi kawasan Asia Pasifik.  Presiden RI juga mengundang para anggota Kaukus dan staf Kongres untuk sesering mungkin berkunjung ke tanah air.

 

Ditambahkan oleh Dubes RI bahwa “Kaukus mencerminkan hubungan kedua negara yang menyentuh kepentingan konstituen yang besar di negara-negara bagian AS, termasuk di wilayah di mana terdapat diaspora Indonesia yang besar”.  “Dengan Kaukus ini maka kemitraan akan menjadi bertambah solid dan dapat lebih memajukan kepentingan Indonesia dan kepentingan bilateral yang beragam di Kongres” demikian menurut Dubes RI.

 

Turut memberikan sambutan pada acara peluncuran Kaukus tersebut Ko-Ketua Kaukus Rep. Jim McDermott dan Mr Shane Lieberman (wakili Rep. Vern Buchanan), selain itu juga anggota Caucus seperti Rep. David Price, Rep. Tammy Duckworth, Rep. Ed Royce (Ketua Komisi Luar Negeri House),  Presiden dan CEO American Chamber of Commerce, Presiden US ASEAN Business Council dan Ketua USINDO mewakili para pemangku kepentingan dalam kerjasama kedua negara. Kaukus parlemen dibentuk secara bipartisan mengingat peran penting Kongres dalam merumuskan politik luar negeri AS.

 

Peluncuran Congressional Indonesia Caucus (CIC) merupakan bagian dari proses penguatan Kaukus Indonesia yang terbentuk pada 9 Februari 2004. Saat ini CIC beranggotakan 25 orang yang terdiri dari 17 anggota dari Partai Demokrat dan 8 dari Partai Republik.  Sejak terbentuknya, sejumlah anggota Kaukus Indonesia telah mengambil inisiatif resolusi tentang Indonesia diantaranya mendukung kemajuan proses demokrasi di tanah air dan menyampaikan simpati serta sekaligus dukungan terhadap penanggulangan bencana alam tsunami di Aceh dan di Medan.  

 

 

Di bidang ekonomi, hubungan AS dengan Indonesia telah menciptakan dasar yang kuat bagi pertumbuhan ekonomi bersama. Sejak tahun 2000, perdagangan dua arah antara Indonesia dan Amerika Serikat mencapai sebesar $ 26 milyar pada tahun lalu. Presiden Obama dan Presiden Yudhoyono meluncurkan Kemitraan Komprehensif pada 20 November 2010, yang telah memberikan struktur untuk pertumbuhan di semua bidang dalam hubungan bilateral. Salah satu tujuan Kemitraan telah meningkatkan perdagangan antara kedua negara. Kemitraan ini telah secara signifikan memberikan manfaat industri AS karena pembelian besar di Indonesia pesawat, lokomotif, peralatan konstruksi, yang secara timbal balik telah memberikan kontribusi dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia.

 

Acara peluncuran di Kongres juga diisi oleh presentasi video tentang kemajuan hubungan bilateral, factoid (info singkat) mengenai potensi kerjasama dengan sejumlah negara bagian.  Ruangan Kongres juga disulap untuk memberikan nuansa Indonesia dengan ornamen etnik khas nusantara Indonesia, komoditas unggulan ekspor nasional ke AS serta beberapa batik corak Amerika hasil pemenang Kompetisi Batik Desain Amerika.


            Kegiatan peluncuran Kaukus Indonesia diharapkan mendorong peningkatan kerjasama bilateral melalui pendekatan multi sektor (legislatif), utamanya dalam menyiapkan landasan kemitraan yang kokoh pasca kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Obama
.?