FORUM TERBUKA: KEBIJAKAN MARITIM DAN OUTLOOK EKONOMI INDONESIA 2015 (5 Februari 2015)

 

Pada hari Kamis, 5 Februari 2015, Pukul 18.00 – 21.00, telah diselenggarakan forum terbuka dengan tajuk Kebijakan Maritim dan Outlook Ekonomi Indonesia 2015. Kegiatan yang bertempat di Ruang Presiden, KBRI Washington DC menghadirkan Ir. Ronald Waas, MIA, Deputi Gubernur Bank Indonesia Bidang Sistem Pembayaran dan Pengawasan Bank. Dan Laks. (Purn) Dr. Marsetio, M.M. Kepala Staf Angkatan Laut 2012-2014 serta penulis buku “Sea Power Indonesia” serta Dosen di Sesko Angkatan Laut dan Lemhanas.

Acara diselenggarakan atas kerjasama KBRI Washington DC dengan Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI), Chapter USA dan Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) Chapter Washington DC. Forum terbuka tersebut dihadiri oleh 65 peserta yang terdiri dari kalangan pelajar, professional dan masyarakat Indonesia di Washington DC.
 
Dalam paparannya, Dr. Marsetio menjelaskan Lima pilar utama agenda pembangunan untuk mewujudkan poros maritime dunia yang pernah disampaikan Presiden RI Jokowi pada 9th East Asia Summit, Nay Pyi Taw, Myanmar, 13 November 2014. Kelima pilar tersebut adalah: 1) komitmen untuk membangun kembali budaya maritim Indonesia, 2) komitmen untuk menjaga dan mengelola sumber daya laut dengan fokus, 3) komitmen mendorong pengembangan infrastruktur dan konektivitas maritim dengan membangun 6
tol laut, pelabuhan laut dalam, logistik, dan industri perkapalan, serta pariwisata maritim, 4) Diplomasi maritim yang mengajak semua mitra Indonesia untuk bekerja sama pada bidang kelautan, dan 5) sebagai negara yang menjadi titik tumpu dua samudera, Indonesia berkewajiban membangun kekuatan pertahanan maritim.
 
Di kesempatan yang sama, Deputi Gubernur Bank Indonesia Bidang Sistem Pembayaran dan Pengawasan Bank menyampaikan bahwa outlook perekonomian dunia masih pada tahap pemulihan ekonomi global yang ditopang perbaikan ekonomi Amerika Serikat. Hal ini di diwarnai dengan ketidakpastian normalisasi kebijakan The Fed, perlambatan kinerja ekonomi Eropa dan pelemahan ekonomi Jepang dan Tiongkok. Lingkup domestik, Indonesia pada tahun 2015 akan tumbuh dengan stabil di atas 5% dengan peningkatan nilai kredit hingga 17% dengan tingkat inflasi di level 4%. Indonesia masih akan menikmati demographic bonus yang artinya pertumbuhan ekonomi Indonesia masih akan bertumpu pada konsumsi domestik.
Kegiatan forum terbuka berjalan dengan hangat dan diwarnai dengan pertanyaan-pertanyaan kritis yang dilemparkan oleh para peserta. Kegiatan diskusi yang dimotori oleh ILUNI dan KAGAMA ini ditutup pada pada pukul 21.00.
===
more updates on twitter: @KBRIWashDC​