TIM INDONESIA MENANG EMPAT PENGHARGAAN DI HARVARD NATIONAL MODEL UNITED NATION 2015, AMERIKA SERIKAT

2/19/2015

?

?
Tim Indonesia memenangkan empat penghargaan di ajang Harvard National Model United Nations ke 61. Kompetisi yang berlangsung di Kota Boston, Amerika Serikat, pada tanggal 12 hingga 15 Februari 2015 ini diikuti oleh lebih dari 3000 peserta yang berasal dari lebih 70 negara. Universitas Indonesia mendapatkan penghargaan honorable mention, Universitas Parahyangan dan Universitas Sriwijaya memenangkan Verbal Commendation serta Institut Teknologi Sepuluh November memenangkan Social Venture Event.
Harvard National Model United Nations (HNMUN) adalah salah satu kompetisi model konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang tertua, terbesar dan paling prestisius. Kompetisi ini dimulai sejak 1955 dengan panitia seluruhnya berasal dari mahasiswa S1 Harvard College. Kegiatan ini merupakan ajang simulasi sidang internasional yang dapat memberikan pengalaman negosiasi dan diplomasi bagi para pesertanya.
Tim lengkap Indonesia terdiri dari mahasiswa Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, Universitas Diponegoro, Universitas Parahyangan, Universitas Pelita Harapan dan Institut Teknologi Sepuluh November.
Pada tanggal 18 Februari 2015, sebagian dari mahasiswa tersebut berkesempatan mengunjungi KBRI Washington DC dan diterima oleh Deputy Chief of Mission Sidharto R. Suryodipuro.
Dalam sambutannya, DCM menyampaikan penghargaan atas prestasi yang telah diraih dan berpesan untuk juga menikmati Washington DC. “Selamat, sudah menyelesaikan satu pekerjaan, Washington adalah tempat ngumpul think-tanks, lobbyist dan museum, sempatkan untuk menikmatinya” demikian ujar DCM yang akrab disapa Arto.
Kesempatan tersebut juga digunakan untuk saling berbagi pengalaman dan suka duka selama mengikuti Harvard National Model United Nations. Arnaz Tejakusuma, yang mewakili UNPAR menyampaikan rasa bangga karena wakil dari kampusnya dapat memperoleh salah satu penghargaan di event yang sangat prestisius ini. Sylvia Yazid, yang juga merupakan wakil UNPAR menyampaikan bahwa pengalaman bertemu teman baru dari berbagai benua berbeda merupakan pembelajaran yang sangat berharga.