Presentasi Potensi Pariwisata Indonesia di Laos

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Pada Selasa, 23 November 2010, KBRI Vientiane telah menyelenggarakan pertemuan dengan Tour Operators Laos 19 tour operators yang ada di Vientiane, Laos. Acara ini dihadiri pula oleh Direktur Jenderal Departemen Promosi Pariwisata Laos, Mrs. Sengsoda VANTHANOUVONG. Tujuan kegiatan ini disamping untuk mempromosikan potensi pariwisata Indonesia kepada wisatawan Laos untuk mengunjungi Indonesia. Dalam tiga tahun terakhir  wisatawan Laos yang berkunjung ke luar negeri menunjukkan peningkatan yang cukup tajam.

 

Duta Besar LBBP RI untuk Laos, Bapak Kria Fahmi Pasaribu dalam sambutannya menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas kehadiran peserta dan diharapkan dalam diskusi nanti dapat diidentifisir kekuatan dan kendala yang dihadapi dalam upaya mendorong arus wisatawan untuk mengunjungi obyek-obyek wisata yang terdapat di kedua negara. Setelah pembukaan acara dilanjutkan dengan presentasi pariwisata Indonesia yang disampaikan oleh Duta Besar RI dan kemudian diteruskan diskusi dengan para peserta.

 

Dalam sesi diskusi, menyatakan bahwa seiring dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi Laos, minat penduduk Laos untuk berwisata ke luar negeri juga semakin  meningkat, terutama kunjungan wisata ke negara-negara ASEAN termasuk ke Indonesia. Peserta mengakui bahwa Indonesia memiliki potensi dan keunggulan yang sangat kuat di sektor pariwisata, namun jumlah wisatawan Laos yang berkunjung ke Indonesia masih sangat kecil dibandingkan dengana negara-negara ASEAN lainnya karena terkendala oleh tidak adanya jalur penerbangan langsung yang menghubungkan Laos – Indonesia. Keadaan ini menyebabkan kurangnya minat para pelaku wisata di Laos untuk menjual obyek wisata Indonesia. Selain itu kurangnya informasi mengenai potensi pariwisata Insdonesia di Laos juga merupakan kendala tersendiri dalam mengenalkan Indonesia di Laos.

 

                  Dari jalannya diskusi dapat disimpulkan bahwa kendala utama dalam upaya mendorong wisatawan laos berkunjung ke Indonesia adalah belum adanya jalur penerbangan langsung dari Indonesia – Laos atau sebaliknya. Saat ini permintaan kunjungan ke Indonesia, terutama dari segmen masyarakat menengah dan atas Laos semakin meningkat, namun terkendala oleh hal tersebut. Saat ini untuk kunjungan wisatawan ke Indonesia hampir seluruh tour operator Laos mengandalkan maskapai Air Asia, namun sangat sukar mendapatkan seat untuk rombongan di atas 10 orang.

 

Di akhir diskusi peserta menyatakan kesediaannya membantu mempromosikan potensi wisata Indonesia di Laos dan untuk itu mereka mengharapkan agar jalur hubungan udara Laos – Indonesia dapat diwujudkan dalam waktu yang tidak terlalu lama. Selain itu mereka mengharapkan agar KBRI dapat menyediakan bahan-bahan informasi mengenai pariwisata di Indonesia.  Peserta yakin bahwa apabila telah ada penerbangan langsung antara Indonesia dan Laos, jumlah wisatawan Laos yang berkunjung ke Indonesia atau sebaliknya akan meningkat secara signifikan.