Pelajar Austria bereksperimen dengan Alat Musik Tradisional Indonesia

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

?Sekitar 130 siswa sekolah musik menengah pertama dan atas Gymnasium Dreihackengasse, telah memadati ruang studio pentas sekolah tersebut untuk menyaksikan dan berpartisipasi dalam pagelaran alat musik tradisional Indonesia berupa Gamelan, Kolintang dan Angklung serta tari Rantak dan Saman tanggal 27 Mei 2013 di kota Graz, Austria.
 
Antusiasme para siswa dan guru dari sekolah tersebut sudah tampak sejak acara pembukaan ketika ditanya tidak seorangpun yang pernah ke Indonesia dan hanya satu orang saja yang dapat menunjukkan letak georgrafis Indonesia secara tepat. Hal ini justru menambah semangat tim KBRI Wina yang datang untuk memberikan workshop mengenai seni budaya Indonesia di sekolah musik tersebut.

Program Schulkultur merupakan salah satu program KBRI Wina dalam meningkatkan pemahaman mengenai seni budaya Indonesia pada publik Austria khususnya di kalangan generasi mudanya. Pemilihan sekolah musik di kota Graz in dikarenakan sekolah tersebut merupakan salah satu sekolah musik yang mana sering melakukan berbagai pementasan di publik Austria.

Duta Besar RI Wina dalam pesannya yang disampaikan oleh Counsellor Pensosbud KBRI Wina, menyatakan bahwa pengenalan kesenian tradisional Indonesia termasuk berbagai macam alat musiknya diharapkan dapat memperluas horizon pengetahuan musik para generasi muda Austria dan peningkatan perhatian terhadap nilai budaya bangsa Indonesia. Diharapkan pula kegiatan ini dapat mempererat hubungan people to people diantara kedua bangsa serta akan adanya ketertarikan lebih lanjut dari komunitas kota Graz untuk dapat bersinergi dalam mempererat hubungan kedua negara di bidang sosial budaya.

Program Schulkultur diawali dengan presentasi mengenai Indonesia dan pemutara video mengenai permainan angklung dan tarian Saman, dan dilanjutkan dengan pementasan Kolintang yang dibawakan oleh group Kolintang Kawanua Wina dan Gamelan oleh Ngesti Budoyo Wina serta tarian yang dibawakan oleh penari dari Gema Puspa Nusantara. Pementasan ini mendapat sambutan hangat dari para siswa dan guru sekolah tersebut.

Antusiasme para siswa yang berusia antara 13-15 tahun ini berlanjut dengan pembagian kelompok Workshop untuk Tari Saman, Kolintang, Angklung, Gamelan, dan musik modern contemporer untuk membuat komposisi musik tradisional Indonesia.Pada masing-masing workshop ini mereka tidak saja belajar teori namun juga praktek dan bebas dalam improvisasi terutama pada permainan musik. Selama workshop berlangsung para siswa tampak selalu aktif dan menikmati dengan antusiasme tinggi serta serius dalam mempelajari permainan musik dan gerak tarian. Di akhir workshop setiap kelompok menampilkan hasil yang mereka dapatkan selama workshop dan berlangsung dengan cukup apik, baik dari segi pemahaman dan penciptaan kompisisi maupun improvisasi.

Salah seorang siswa bernama David menyatakan kepuasannya atas kesempatan yang diberikan untuk mendalami tari Saman serta lokakarya musik. Sementara siswa lainnya bernama Esma Cetin menyatakan antusiasmenya terhadap pelatihan musik tradisional Indonesia seperti workshop Gamelan.

Apresiasi yang tinggi juga disampaikan kepada warga Indonesia dan Austria yang selalu aktif dalam mempromosikan seni budaya Indonesia pada publik Austria. Mereka yang tergabung dalam berbagai kelompok seni tradisional Indonesia ini selalu aktif dalam berbagai kegiatan seni budaya dan ini mencerminkan pula hubungan yang baik. Diharapkan pula hubungan people to people antara masyarakat Indonesia dan Austria dapat terus ditingkatkan sehingga akan lebih meningkatkan hubungan kedua negara yang selama ini telah berjalan denganbaik. (Sumber : KBRI Wina)